a
Tampilkan postingan dengan label Skripsi. Tampilkan semua postingan
Permodalan  Bagi  Industri  Perbankan

Permodalan Bagi Industri Perbankan

Permodalan Bagi Industri Perbankan

Permodalan Bagi Industri Perbankan sangat penting karena berfungsi sebagai penyangga terhadap kemungkinan terjadinya risiko. Besar kecilnya modal sangat berpengaruh terhadap kemampuan bank untuk melaksanakan kegiatan operasinya. Selain itu modal juga berfungsi untuk menjaga kepercayaan terhadap aktivitas perbankan dalam menjalankan fungsinya sebagai lembaga intermediasi atas dana yang diterima dari nasabah.

Pada tahun 1988 BIS (Bank for International Settlement yang merupakan organisasi internasional yang mendorong kerjasama moneter dan keuangan secara internasional dan melakukan tugas sebagai bank bagi bank sentral) mengeluarkan suatu konsep kerangka permodalan yang lebih dikenal dengan the 1988 accord (Basel I). Sistem ini dibuat sebagai penerapan kerangka pengukuran bagi risiko kredit, dengan mensyaratkan standar modal minimum adalah 8%. Komite Basel merancang Basel I sebagai standar yang sederhana, mensyaratkan bank-bank untuk memisahkan eksposurnya kedalam kelas yang lebih luas, yang menggambarkan kesamaan tipe debitur. Eksposur kepada nasabah dengan tipe yang sama (seperti eksposur kepada semua nasabah korporasi) akan memiliki persyaratan modal yang sama, tanpa memperhatikan perbedaan yang potensial pada kemampuan pembayaran kredit dan risiko yang dimiliki oleh masing-masing individu nasabah (Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan, 2006).

Sejalan dengan semakin berkembangnya produk-produk yang ada di dunia perbankan, BIS kembali menyempurnakan kerangka permodalan yang ada pada the 1988 accord dengan mengeluarkan konsep permodalan baru yang lebih di kenal dengan Basel II. Basel II dibuat berdasarkan struktur dasar the 1988 accord yang memberikan kerangka perhitungan modal yang bersifat lebih sensitif terhadap risiko (risk sensitive) serta memberikan insentif terhadap peningkatan kualitas penerapan manajemen risiko di bank. Hal ini dicapai dengan cara penyesuaian persyaratan modal dengan risiko dari kerugian kredit dan juga dengan memperkenalkan perubahan perhitungan modal dari eksposur yang disebabkan oleh risiko dari kerugian akibat kegagalan operasional (Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan, 2006).

Untuk memperkecil risiko usaha dibutuhkan praktek tata kelola Bank yang sehat (good corporate governance) dan penerapan manajemen risiko yang meliputi pengawasan aktif pengurus Bank, kebijakan, prosedur dan penetapan limit risiko, proses identifikasi, pengukuran, pemantauan, sistem informasi, dan pengendalian risiko, serta sistem pengendalian intern (Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan, 2003). Banyaknya investor institusi dalam kepemilikan saham perbankan diharapkan dapat memberikan pengawasan yang efektif terhadap permodalan.

Mengingat pentingnya modal pada bank, pada bulan Januari 2004 Gubernur Bank Indonesia juga mengumumkan implementasi Arsitektur Perbankan Indonesia (API) salah satu isinya adalah pada tahun 2010 mensyaratkan modal minimum bagi bank umum sebesar Rp 100 milyar.


Sehingga sesuai dengan skenario API tersebut, masa depan bank-bank komersial nasional di Indonesia akan mempunyai pada model struktur permodalan perbankan yang terdiri dari:

(a). 2 (dua) buah sampai 3 (tiga) buah bank internasional dengan modal masing- masing diatas Rp 50 triliun

(b). 3 (tiga) sampai 5 (lima) bank nasional dengan bidang usaha luas dan wilayah usaha berskala nasional, dengan ketentuan memiliki modal antara Rp 10 triliun sampai Rp 50 triliun,

(c). Selanjutnya ada 30 sampai 50 bank yang mempunyai cakupan usaha terbatas, baik dalam cakupan pelayanan pada sektor usaha tertentu maupun luas wilayah tertentu, dengan ketentuan permodalan antara Rp 100 miliar sampai Rp 1 triliun. Meskipun akan memberatkan bagi bank-bank kecil, tetapi langkah ini dinilai efektif untuk lebih memperkuat fundamental perbankan dalam jangka panjang (Sugiarto,2004).

Dalam rangka menuju perbankan Indonesia yang sehat, kuat dan efisien pada akhir Juni 2005, Bank Indonesia (BI) kembali mengumumkan mengenai kriteria bank jangkar (Anchor Bank). Hal ini akan menjadi sebuah titik pijak apabila disertai dengan komitmen dan konsistensi kebijakan yang mendukung tercapainya tujuan tersebut. Beberapa kriteria bank jangkar sebagaimana diumumkan BI, yaitu :

a. Permodalan yang kuat, hal ini tercermin dari rasio kecukupan modal

(CAR) sebesar 12% dan modal inti minimum 6%.

b. Pertumbuhan pendapatan yang tinggi, hal ini dilihat dari rasio Return On

Asset (ROA) minimum 1,5%.

c. Pertumbuhan kredit minimum 22% per tahun, loan to deposit ratio (LDR)

minimum 50% dengan rasio non performing loans (NPL) net dibawah 5%. d. Menjadi perusahaan publik dalam waktu dekat.

e. Memiliki kemampuan sebagai konsolidator.

Dengan melihat kriteria bank jangkar yang pertama yang menyatakan permodalan harus kuat guna menjaga tingkat kesehatan perbankan di Indonesia secara nasional yang sehat dan dapat bersaing di wilayah / regional khususnya kawasan Asia, maka diperlukan variabel yang dapat mengukur tingkat kesehatan bank yang sesuai dengan ketentuan dari Bank Indonesia tersebut. Variabel- variabel langsung sebagai indikator penting sesuai dengan yang ditetapkan oleh komite Basel dan BI dalam pengukuran risiko kredit, antara lain rasio kecukupan modal (CAR). CAR juga merupakan indikator yang paling penting menurut Bank Indonesia dalam menjaga tingkat kesehatan bank (SK Dir BI, April 1999). Adapun faktor-faktor yang kemungkinan dapat mempengaruhi CAR secara langsung adalah ROA, pertumbuhan asset, pertumbuhan penjualan dan kepemilikan institusi.
Contoh Kesimpulan Dan Saran - Skripsi

Contoh Kesimpulan Dan Saran - Skripsi

Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada pada PTP Nusantara XII (Persero) Unit Usaha Strategik Sumber Jambe Banyuwangi, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
  1. Terdapat hubungan yang positif antara kompensasi dengan semangat kerja karyawan tetap pada PTP Nusantara XII (Persero) Unit Usaha Strategik Sumber Jambe Banyuwangi, terbukti melalui hasil perhitungan korelasi rank spearman dimana rs sebesar 0,608 yang berada dalam interval 0,600 - 0,799. Perhitungan tersebut menunjukkan korelasi positif dimana semakin baik kompensasi yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawan, semangat kerja karyawan akan semakin meningkat.
  2. Hasil perhitungan korelasi rank spearman diperkuat dengan uji t yang diperoleh hasil sebesar 4,049 sedangkan tabel df N-2 dengan tingkat signifikansi α=5% untuk uji tes dua pihak menunjukkan 2,043 yang berarti t hitung > t tabel. Kesimpulan dari hasil perhitungan tersebut adalah Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara kompensasi dengan semangat kerja karyawan tetap pada PTP Nusantara XII (Persero) Unit Usaha Strategik Sumber Jambe Banyuwangi.

Saran
a.       Berdasarkan hasil tanggapan responden yang diperoleh dalam penelitian, maka dapat diketahui bahwa kompensasi yang diberikan oleh perusahaan telah dilaksanakan dengan baik, sehingga semangat kerja karyawan meningkat. Kebijakan tersebut hendaknya dipertahankan oleh perusahaan agar semangat kerja para karyawan tetap tinggi, sehingga tujuan kedua belah pihak, baik perusahaan maupun karyawan dapat tercapai dengan baik.
b.      Bagi peneliti yang akan meneliti pada permasalahan yang sejenis, diharapkan memasukkan variabel lain di luar variabel yang sudah ada dalam penelitian ini.
Ruang lingkup masalah adalah

Ruang lingkup masalah adalah

Ruang Lingkup Masalah
Secara Umum Ruang lingkup Masalah adalah merupakan hal yang sangat penting untuk ditentukan terlebih dahulu sebelum sampai pada tahap pembahasan selanjutnya. Agar pembahasan suatau masalah dalam penelitian dapat terarah atau fokus terhadap suatu tujuan si peneliti, karena di dalam suatu penelitian terdapat banyak masalah masalah yang timbul, sehingga dibatasi dengan menggunakan Ruang Lingkup masalah tersebut.
Contoh Ruang Lingkup Masalah
Ruang Lingkup Masalah
Masalah pokok dalam penelitian ini berkaitan dengan belum terwujudnya implementasi penganggaran berbasis kinerja pada organisasi sektor publik sesuai dengan yang diharapkan. Demikian juga pada satuan kerja di Universitas Hasanuddin, dari informasi pendahuluan yang diperoleh, permasalahan yang sering dihadapi yaitu seringnya revisi anggaran, serapan keuangan yang rendah, serta laporan kinerja yang belum baik. Penelitian ini mengenai implementasi Strategi Penganggaran Berbasis Kinerja pada Perusahaan Anda.

Penelitian ini berusaha untuk mengetahui mengenai strategi penganggaran berbasis kinerja dan sejauh mana implementasi penganggaran berbasis kinerja tersebut diterapkan oleh Universitas Hasanuddin serta apa saja yang menjadi kendala dalam pelaksanaannya. Berdasarkan rumusan masalah tersebut, maka masalah-masalah yang akan dikaji dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:
1.      Bagaimana gambaran sistem perencanaan pada tingkat Sub Bagian/Jurusan dan Fakultas/Universitas?
2.      Bagaimana proses perencanaan anggaran pada tingkat Sub Bagian/Jurusan, dan Fakultas/Universitas?
3.      Bagaimana implementasi penganggaran berbasis kinerja pada tingkat Sub Bagian/Jurusan, dan Fakultas/Universitas?
4.      Apa saja yang menjadi kendala dalam pelaksanaan penganggaran berbasis kinerja?
Tujuan dan Manfaat dalam Penelitian

Tujuan dan Manfaat dalam Penelitian

Tujuan dalam Penelitian
Penelitian menurut Fellin (1996) adalah suatu cara sistematik untuk maksud meningkatkan,memodifikasi dan mengembangkan pengetahuan yang dapat disampaikan dan diuji oleh peneliti lain.Kalau menurut saya arti penelitian itu sendiri adalah serangkaian kegiatan untuk menyelesaikan masalah dan mengembangkan pengetahuan.Penelitian ada 2 macam yaitu Ilmiah dan Non ilmiah.
 
Tujuan dari penelitian itu sendiri adalah Mengembangkan pengetahuan dan Memecahkan masalah atau menjawab pertanyaan penelitian.Mengapa melakukan penelitian itu penting??? Ada 3 alasan dari pertanyaan tersebut.
  1. Memecahkan rasa ingin tahu masalah yang dihadapi
  2. Memperoleh ilmu pengetahuan yang baru
  3. Tujuan lain 
Karakteristik penelitian
  1. Tujuan penelitian
  2. Metode 2 penelitian
Pengembangan pengetahuan
Pemecahan masalah 
 
Aliran Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif
 
Perbedaan Antara penelitian Kuantitatif dan Kualitatif
 
Kuantitatif adalah penelitian yang menekankan pada pengujian teori melalui pengukuran variabel penelitian dengan angka dan melakukan analisis dengan prosedur statistik.Karakteristik dari kuantitatif adalah pengkontruksian teori, hipotesis dan pengujian secara empiris.
 
Sedangkan Kualitatif adalah penelitian yang menekankan pada pemahaman masalah kehidupan sosial berdasarkan kondisi relialitas atau natural setting yang kompleks dan rinci.Karakteristik dari kualitatif atau natural adalah pertanyaan peneliti tidak perlu dihubungkan dengan teori, tidak membutuhkan teori-teori, menggunakan setting alamiah,dll.

Manfaat dalam Penelitian

Manfaat atau Kegunaan hasil penelitian dapat diklasifikasikan menjadi manfaat teoritis dan manfaat praktis. Manfaat teoritis artinya hasil penelitian bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan obyek penelitian. Manfaat praktis bermanfaat bagi berbagai pihak yang memerlukannya untuk memperbaiki kinerja, terutama bagi sekolah, guru, dan siswa serta seseorang untuk melakukan penelitian lebih lanjut.

Contoh Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat baik secara langsung maupun tidak langsung antara lain:

1. Pengembangan Ilmu Pengetahuan

Hasil penelitian ini dapat memberi sumbangan yang sangat berharga pada perkembangan ilmu pendidikan, terutama pada penerapan model-model pembelajaran untuk meningkatkan hasil proses pembelajaran dan hasil belajar di kelas.

2. Bagi Sekolah

Sebagai bahan masukan bagi sekolah untuk memperbaiki praktik-praktik pembelajaran guru agar menjadi lebih efektif dan efisien sehingga kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa meningkat.

3. Bagi Siswa

Meningkatkan hasil belajar dan solidaritas siswa untuk menemukan pengetahuan dan mengembangkan wawasan, meningkatkan kemampuan menganalisis suatu masalah melalui pembelajaran dengan model pembelajaran inovatif.

4. Bagi Guru atau Calon Peneliti

Sebagai sumber informasi dan referensi dalam pengembangan penelitian tindakan kelas dan menumbuhkan budaya meneliti agar terjadi inovasi pembelajaran.

5. Bagi Peneliti

Sebagai sarana belajar untuk mengintegrasikan pengetahuan dan keterampilan dengan terjun langsung sehingga dapat melihat, merasakan, dan menghayati apakah praktik-praktik pembelajaran yang dilakukan selama ini sudah efektif dan efisien.
KLASIFIKASI PENELITIAN BISNIS

KLASIFIKASI PENELITIAN BISNIS

KLASIFIKASI PENELITIAN BISNIS 
Berdasarkan Tujuan Penelitian 
Berdasarkan Karakteristik Masalah Penelitian 
Berdasarkan Jenis Data Berdasarkan Tujuan Penelitian 

Pengembangan Ilmu (Penelitian Dasar) 
Penelitian Deduktif 
Penelitian Induktif

Pemecahan Masalah (Penelitian Terapan) 
Penelitian evaluasi 
Penelitian aksi 
Penelitian Pengembangan 

Penelitian Deduktif “adalah penelitian yang bertujuan untuk menguji hipotesis melalui validasi teori atau pengujian aplikasi teori pada keadaan tertentu” 

Penelitian Induktif “adalah penelitian yang bertujuan mengembangkan teori dan hipotesis melalui pengungkapan fakta” 

Penelitian evaluasi “adalah penelitian yang dipergunakan untuk mendukung pemilihan beberapa alternatif tindakan dalam proses pembuatan keputusan bisnis” 

Penelitian Aksi “adalah penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan ketrampilan atau pendekatan baru dan memecahkan masalah tertentu” 

Penelitian Pengembangan “adalah penelitian yang dimaksudkan untuk mengembangkan produk baru atau pengembangan proses untuk menghasilkan produk” 

Berdasarkan Karakteristik Masalah Penelitian 
Penelitian Historis 
Penelitian Deskriptif 
Studi Kasus dan Lapangan 
Penelitian Korelasional 
Penelitian Kausal Komparatif 
Penelitian Eksperimen

Berdasarkan Jenis Data
Penelitian Opini 
Penelitian Empiris 
 Penelitian Arsip 

Penelitian Opini “adalah penelitian terhadap fakta berupa opini atau pendapat orang. Data berupa pendapat responden individual maupun kelompok” Penelitian ini menggunakan metode survey 

Penelitian Empiris “adalah penelitian terhadap fakta empiris yang diperoleh berdasarkan observasi atau pengalaman” Contoh: studi kasus, penelitian eksperimen

Penelitian Arsip “adalah penelitian terhadap fakta yang tertulis /dokumen atau berupa arsip data”
Contoh Penulisan daftar Pustaka

Contoh Penulisan daftar Pustaka



Abdillah Bin Muhammad Bin Abdurrahman Bin Ishaq Alu Syaikh Abdul Khafar Muhammad, Tafsir Ibu Kalsir Jilid 1 Pustaka Imam Syafi’i Jakarta 2008.

Al-Maraghi, Ahmad Mushthafa, Terjemah Tafsir Al-Maragh, Jilid 21. Penerjemah:             Bahrun Abu Bakar Semarang CV. Toha Putra

Al-Maraghi, Ahmad .Mushthafa, Terjemah Tafsir Al-Maragh, Jilid 28, Penerjemah :           Bahrun Abu Bakar Le, dkk, Semarang : CV. Toba Putra

AM. Sardiman, Interaksi Dan Mntivasi Belajar Mengajar, Jakarta: Rajawali Pers 1992

A.Nurhadi, Muljani, Sejarah Perputakaan dan perkembangan di Indonesia, Yogyakarta :   Andi Offset. 1983

Ary, Donal. Pengantar Penelitian dalam Pendidikan, Surabaya : Usaha Nasional. 1991

AS.Nasution, dkk, Perpustakaan Sekolah. Jakarta : Proyek Pengembangan Perrpustakaan Dep. P dan K. 1997

Bafadal, Ibrahim Bafadal, Pengelolaan Perpustakaan Sekolah, Jakarta: Bumi Aksara.         1992

Basuki, Sulistyo, Pengantar Ilmu Perpustakaan, Jakarta : Gramedia Pustaka Utama. 1991

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta : Balai            Pustaka, 1995.

Departemen Agama RI, Al-Our'an Dan Terjemahannya, Bandung : Gema Risalah Press.    1992

Efendi, E Usman, pengantar psikologi, Bandung : angkasa, 1989

http://wordpress.com jenis-jenis Perpustakaan//10 Desember 2011

http:/blog. Its.Ac.Id / Panju / 2008 / 12 / 123 // Sistem - Pelayanan - Perpustakaan. /

http://Chanra Dukasi.Blogspot.Com.(http:// 87.blog. com /3110242/)

http://Puspitariana.wordpress.com/2010/08/20/ Motivasi Belajar//SMA2 Kota Kediri.

Milburga, C.Larasati Milburga, Membina Pepustakaan Sekolah, Yogyakarta: Kanisius,      1986

Masyur, Abdul Aziz, Mutiara Qur’an dan Hadits, Surabaya: Al-Ikhlas, 1980

Mesiono, Manajemen  dan Organisasi, Badnung : Citra Pustaka Media Printis 2010

Jaya Indra Statistik penelitian untuk pendidikan, Bandung : Cita Pustaka 2010

Moh.Zuhri dan Mukhtar, Ibnu, Irs’yadul Ibad, Panduan kejalan Kebenaran, Semarang :    Assyifa, 1992

Naduwi, Habibul Haq, Dinamika Islam. Bandung: Risalah, 1984

Rusyan, A. Tabrani, dkk, Pendekatan dalam Proses Belajar Mengajar Bandung : Remaja   Rosda Karya, 1994

Rahmat, Jalaluddin, Metode Penelitian Komunikasi Dilengkapi Contoh dan Analisa          Statistik, Bandung : Remaja Rosdakarya, 1995

Sumardji, P. Perpustakaan Organisasi dan Tata Kerjanya, Yogyakarta : Kanisius, 1988

Shabir, Muchlis, Terjemahan Riyadusshalihin 11, Semarang : Toha Putra. 1985

Sudjana, Nana, Metode Statistika, Bandung Tarsito 2005

Sudijono. Anas. Pengantar Pendidikan. Jakarta:PT. Raja Grafindo Persada. 1996

Winansih Faria, Psikologi Pendidikan, Medan : Latarsa Press : 2009
Contoh LANDASAN TEORI Tugas Akhir

Contoh LANDASAN TEORI Tugas Akhir

3.1 Sistem

Menurut Jogiyanto ( 2005 : 15 ) , sistem berasal dari bahasa latin “ Systema “ dan bahasa Yunani “ Sustema “ yang berarti “ satu kesatuan yang atas komponen atau elemen – elemen yang dihubungkan bersama bersama untuk memudahkan aliran informasi , materi atau energi ” .

Sistem adalah sekelompok komponen yang saling berhubungan , bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama dengan menerima input serta menghasilkan output dalam proses informatika yang teratur .

Dari defenesi sistem diatas , dapat disimpulkan bahwa sistemn adalah satu jaringan yang saling memiliki keterkaitan antara bagia dan prosedur – prosedur yang ada terkumpul dalam satu organisasi untuk melakukan kegiatan serta untuk mencapai suatu tujuan tertentu .


3.2 Aplikasi

Menurut Jogiyanto ( 2005 : 12 ) , aplikasi adalah penggunaan dalam suatu komputer , instruksi ( instructiom ) atau pernyataan ( statement ) yang disusun sedemikian rupa sehingga computer dapat memproses input menjadi output .


Menurut kamus besar Bahasa Indonesia ( 2005 : 52 ) , “ Aplikasi adalah penerapan dari rancang sistem untuk mengolah data yang menggunakan aturan atau ketentuan bahasa pemrograman tertentu “ .


Dari defenisi di atas dapat disimpulkan bahwa aplikasi adalah suatu program komputer yang dibuat untuk mengerjakan dan melaksanakan tugas khusus dari pengguna . Aplikasi merupakan rangkaian kegiatan atau perintah untuk dieksekusi oleh komputer .


3.3 Sistem Aplikasi


Sistem Aplikasi adalah seperangkat bagian – bagian yang saling berhubungan yang penerapannya berasal dari rancangan sistem untuk mengolah data yang menggunakan aturan atau ketentuan bahasa pemrograman tertentu untuk mencapai suatu hasil yang diinginkan secara efesien .


3.4 Pengertian Pengarsipan

Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia , arsip adalah simpanan surat – surat penting . Berdasarkan pengertian ini , tidak semua surat dikatakan arsip . Surat dinyatakan sebagai arsip jika memenuhi persyaratan berikut ini :

1. Surat tersebut harus masih mempunyai kepentingan bagi organisasi / lembaga baik untuk masa kini dan masa yang akan datang .

2. Surat yang menyimpan kepentingan tersebut disimpan menurut sistem tertentu sehingga memudahkan temu balik bila diperlukan kembali .


3.5 Analisa Sistem


Menurut Joiyanto.Hm(2005 : 101) , analisa sistem merupakan “ penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian – bagian komponen dengan maksud untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi permasalahan – permasalah , kesempatan – kesempatan , hambatan – hambatan yang terjadi dan kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan – perbaikannya“ .

Tahapan – tahapan analisa sistem dilakukan dengan tujuan sebagai berikut :

a. Memahami kerja dari sistem yang ada dan menemukan kelemahan–kelemahan sistem yang lama .


b. Mengidentifikasi masalah – masalah kebutuhan pemakai dalam mempelajari bentuk formulir laporan – laporan yang telah dihasilkan oleh sistem yang sedang berjalan .


c. Mengetahui informasi apa saja yang dibutuhkan oleh pemakai (user) .


3.5.1 Alat Bantu Perancangan Sistem


Untuk mendapatkan langkah – langkah pengembangan sistem terstruktur maka dibutuhkan alat dan teknik untuk melaksanakannya . Alat – alat yang digunakan dalam suatu perancangan sistem umumnya berupa suatu gambaran atau diagram dalam penelitian adalah sebagai berikut :


a. Data Flow Diagram ( DFD )


Data Flow Diagram salah satu tool yang paling penting bagi seorang analisa sistem untuk membuat gambaran sistem secara logika .Penggunaan DFD sebagai modeling tools dipopulerkan oleh Tom de Marco dan Gane & Sarson , dengan menggunakan metode analisa sistem terstruktur ( structured system analysis method ) .
Contoh penulisan Visi dan Misi tugas Akhir

Contoh penulisan Visi dan Misi tugas Akhir



a.      Visi
         Adapun misi dinas tersebut adalah terwujudnya kemanfaatan sumber daya air yang berkelanjutan untuk sebesar-besar kesejahteraan rakyat, adapun gambaran umum keadaan yang akan dicapai pada tahun 2025 adalah sebagai berikut:
  1. Tertingkatkannya perlindungan masyarakat dari bencana daya rusak air.
  2. Tercapainya pengelolaan Sumber Daya Air (SDA) berdasar pola pengelolaan wilayah sungai yang menyeluruh, terpadu, berkelanjutan dan berwawasan lingkungan hidup.
  3. Terpenuhinya kecukupan air bagi sebagian besar masyarakat dengan prioritas utama untuk kebutuhan pokok masyarakat dan pertanian rakyat.
  4. Terwujudkannya keterlibatan peran masyarakat secara aktif dalam pengelolaan Sumber Daya Air (SDA) melalui Dewan Sumber Daya Air (SDA) yang merupakan Forum Dialog dan Koordinasi antar Pemilik Kepentingan yang terlegitimasi.
  5. Terlaksanakannya suatu prinsip pembiayaan jasa Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) yang dapat memberikan insentif dan disintensif dengan memanfaatkan berbagai sumber daya secara sinergi dan teritegrasi.
b.      Misi
Adapun misi dinas pengelolaan sumber daya air (PSDA) adalah :
  1. Mengkonservasi Sumber Daya Air (SDA) secara berkelanjutan.
  2. Mendayagunakan Sumber Daya Air (SDA) secara adil serta memenuhi Persyaratan kualitas dan kuantitas untuk berbagai kebutuhan masyarakat.
  3. Mengendalikan daya rusak air.
  4. Memberdayakan dan meningkatkan peran masyarakat dan Pemerintah dalam Pengelolaan Sumber Daya Air (SDA).
  5. Meningkatkan keterbukaan serta ketersediaan data dan informasi dalam pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA).
Contoh Sejarah Singkat Instansi atau Perusahaan

Contoh Sejarah Singkat Instansi atau Perusahaan



Sejarah Singkat Instansi Dinas Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Sumatera Utara
         Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Provinsi Sumatera Utara yang beralamat di Jalan Sakti Lubis No. 7A Medan, mengalami beberapa kali perubahan untuk menunjang di bidang pengairan untuk Swasembada pangan bagi masyarakat Provinsi Sumatera Utara.
         Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Sumatera Utara (nama instansi sekarang) sebelumnya pada tahun 1954-1962  masa penjajahan Republik Indonesia Serikat (RIS) pada jaman Belanda bernama “LOCALE WARKEEN” yang di pimpin seorang “DOREN BOSCH” Instansi ini membidangi:
a.       Jawatan Pengelolaan Sumber Daya Air  Daerah Provinsi Sumatera Utara
b.      Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Tenaga Listrik Provinsi Sumatera Utara
c.       Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Daerah Tingkat I Provinsi Sumatera Utara.
         Pada tahun 1962-1990 terjadi perubahan sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan ada pemisah Sub bidang masing-masing yaitu: Bidang Ciptakarya untuk urusan Bangunan Gedung, Bidang Bina Marga untuk urusan Jalan dan Jembatan, Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air untuk urusan Pengairan dan Persungaian.
Pada tahun 1990 sampai sekarang Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Sumatera Utara bergerak dibidang urusan khusus Pengairan, membangun tali air dan pemetaan persawahan untuk memenuhi kebutuhan Swasembada pangan yang dipimpin oleh kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Sumatera Utara Yaitu Bapak Ir. H. Ruslan Effendy, MM
Copyright © 2012-2099 Contoh Artikel Berita - Template by Ardi Bloggerstranger. All rights reserved.