a

Earning Per Share dan Trading Range Theory

Trading Range Theory
Menyatakan bahwa manajemen melakukan stock split didorong oleh praktisi pasar yang konsisten dengan anggapan bahwa melakukan stock split dapat menjaga harga saham tidak terlalu mahal, dimana saham dipecah karena batas harga optimal untuk saham dan untuk meningkatkan daya beli investor sehingga tetap banyak orang yang ingin memperjualbelikan yang pada akhirnya akan meningkatkan likuiditas perdagangan saham.

Beberapa pendapat yang mendukung teori ini telah dikemukakan oleh peneliti, sebagai berikut :
Merupakan hasil dari survei yang telah dilakukan yaitu manajer cenderung menyebut alasan likuiditas sebagai motivasi dari stock split (Marwata, 2001). Marwata (2001) menyatakan bahwa stock split merupakan upaya manajemen untuk menata kembali harga saham pada rentang tertentu, diharapkan semakin banyak partisipasi pasar akan terlibat dalam perdagangan.

Jadi dapat disimpulkan, bahwa menurut teori ini, perusahaan melakukan stock split karena memandang harga sahamnya terlalu tinggi. Dengan kata lain,  harga saham yang terlalu tinggi merupakan pendorong bagi perusahaan untuk melakukan stock split.

Earning Per Share (Laba Per Lembar Saham)
Earning Per Share (EPS) merupakan komponen penting pertama yang harus diperhatikan dalam analisis perusahaan. Informasi EPS suatu perusahaan menunjukkan besarnya laba bersih perusahaan yang siap dibagikan untuk semua pemegang saham perusahaan. EPS merupakan rasio yang menunjukkan berapa besar keuntungan (return) yang diperoleh investor atau pemegang saham per lembar saham (Tjiptono dan Hendry, 2001 : 139).

Pada umumnya manajemen perusahaan, pemegang saham biasa dan calon pemegang saham sangat tertarik pada Earning Per Share (EPS), karena hal ini menggambarkan jumlah rupiah yang diperoleh untuk setiap lembar saham biasa dan menggambarkan prospek earning perusahaan. di masa depan.

Para calon pemegang saham tertarik dengan earning per share yang besar, karena hal ini merupakan salah satu indikator keberhasilan suatu perusahaan (Lukman Syamsudin, 1992 : 66). Secara singkat dapat peneliti simpulkan bahwa semakin tinggi nilai EPS tentu saja akan menyenangkan pemegang saham, karena semakin besar laba yang disediakan untuk pemegang saham.

Besarnya Earning Per Share (EPS) suatu perusahaan. bisa diketahui dari informasi laporan keuangan perusahaan langsung atau dapat dihitung berdasarkan laporan neraca dan laporan rugi laba perusahaan. Rumus untuk menghitung EPS suatu perusahaan. adalah sebagai berikut :
                 Laba Bersih setelah bunga dan pajak
EPS =     ------------------------------------------
                 Jumlah saham yang beredar
Artikel Menarik Lainnya
Copyright © 2012-2099 Contoh Artikel Berita - Template by Ardi Bloggerstranger. All rights reserved.