a

Linux Terminal Server Project (LTSP)

LTSP merupakan sebuah proyek untuk membuat terminal server di Linux. Dengan aplikasi LTSP tersebut maka client (tidak menggunakan hard disk/diskless) dapat mengakses server Linux dan menjalankan berbagai aplikasi di atasnya. 

Pengertian diskless adalah memungkinkan client yang tidak dilengkapi dengan media penyimpanan, seperti harddisk, CDROM, dan sebagainya untuk dapat digunakan layaknya sebuah terminal dengan menggunakan semua resource yang dimiliki oleh server. Karena client yang digunakan adalah diskless, maka dapat dimanfaatkan komputer-komputer seperti 486, Pentium I dan II sebagai clientnya dan menambahkan LAN card yang dapat di-boot.

Jika dilihat dari segi ekonomis dan efisiensi, tentu saja LTSP memenuhinya. Karena tidak diperlukannya pembelian lisensi OS (Operating System) dan aplikasinya karena Linux, LTSP, dan berbagai aplikasinya dapat diperoleh tanpa membayar lisensi. Administrator jaringan tidak perlu menginstal Linux dan aplikasinya satu per satu di tiap client. Aplikasi cukup dipasang di server saja, dan client menjalankan aplikasi tersebut. Semua processing power terjadi di server, sehingga kecepatan proses akan mengikuti spesifikasi server. 

Manfaat lainnya adalah troubleshooting dan backup data menjadi lebih mudah, karena aplikasi dan data terpusat di server. Sampai saat ini ada beberapa metode untuk melakukan proses booting pada jaringan ini, antara lain etherboot, PXE (Pre-boot Execution Environment), RPL, kernel cmdline options, Custom LTSP kernels, WirelessLTSP. Namun pada tugas akhir inidibahas proses booting menggunakan etherboot dan PXE saja. Proses kerja menggunakan etherboot dan PXE hampir sama, perbedaannya terletak dari alat yang digunakan untuk proses booting. 

Jika etherboot menggunakan bootROM (read only memory yang berisi software untuk booting) yaitu berupa EPROM yang dipasang pada ethernecard ataupun disket, PXE menggunakan proses booting from network yang memang sudah tersedia pada BIOS PC. [McQuillan, 2 Maret 2007]

Pada awalnya booting dengan PXE dikembangkan oleh perusahaan-perusahaan besar yang bergerak dalam bidang teknologi informasi seperti Compaq, Dell, HP, Intel dan Microsoft. Perusahaan ini bekerja sama untuk membuat sebuah sistem komputer yang dapat bekerja dalam jaringan, atau dikenal dengan Net PC Systems. Sistem itu memiliki metoda dalam meload sistem operasinya yaitu mengambil sistem operasi dari server jaringan, yang kemudian metoda ini dikenal dengan Preboot Execution Environment (PXE). Sekarang PXE banyak diimplementasikan pada sistem jaringan, dan juga berkembang dengan munculnya bootROM yang ditanam pda kartu jairngan. Juga pada motherboard PC sudah dimasukkan PXE sehingga melalui BIOS pengguna dapat membuat pilihan agar PC tersebut dapat booting from network.
Artikel Menarik Lainnya
Copyright © 2012-2099 Contoh Artikel Berita - Template by Ardi Bloggerstranger. All rights reserved.