DHCP request adalah proses dari WS untuk meminta tanda pengenal bagi dirinya, atau disebut juga IP address. Permintaan tersebut akan disertai dengan MAC address dari network card yang digunakan. Jika berhasil maka DHCP daemon yang aktif di server akan memperoleh sinyal tersebut dan kemudian akan mencari data pada file konfigurasi yang ada. Kemudian oleh DHCP daemon, request dari WS akan dibalas dengan memberi IP address, konfigurasi NETMASK, lokasi file kernel yang akan didownload, paramenter tambahan untuk dikirimkan ke kernel kepada WS yang melakukan request.
Kemudian kode etherboot dari WS yang telah meneriman balasan dari server melakukan konfigurasi TCP/IP pada network card dengan parameter yang diterima. Namun jika request dari WS tersebut tidak mendapat balasan dari server, maka perlu dilakukan pemeriksaan ulang pada server, mungkin ada konfigurasi yang masih belum sesuai. Kode etherboot kemudian berusaha melakukan download file kernel dari server dengan menggunakan TFTP. Setelah selesai maka kernel tersebut akan diletakkan di lokasi memori yang tepat. Setelah itu kontrol diambil alih oleh kernel. Kernel inilah yang melakukan inisialisasi seluruh sistem dan peralatan yang terpasang (yang dapat dikenali).
Pada bagian akhir kernel terdapat image filesystem yang kemudian akan diletakkan di memori sebagai sebuah ramdisk, dan untuk sementara di-mount sebagai root filesystem, dengan memberi perintah root=/dev/ram0, yang kemudian akan memberitahu kernel untuk melakukan proses mount pada image tersebut sebagai root directory. Pada LTSP ini dilakukan perubahan pada kernel, jika pada umumnya setelah selesai melakukan booting maka program init akan diesekusi, maka dengan memberikan parameter init=/linuxrc pada baris perintah kernel, script tersebut akan memeriksa PCI bus untuk mencari network card.
Setiap perangkat PCI yang ditemukan akan dilakukan pemeriksaan pada file /etc/niclist. Apakah perangkat tersebut terdaftar pada file itu. Jika ia maka modul dari network card tersebut akan diambil kemudian dieksekusi. Setelah network card berhasil dikenali, maka script /linuxrc akan mengambil modul kernel yang mendukung network card tersebut.
Dhclient kemudian dijalankan untuk melakukan permintaan informasi ke DHCP server. Permintaan tersebut dilakukan untuk kedua kalinya agar mendapatkan konfigurasi NFS server yang disertakan sebagai parameter tambahan root-path. Ketika dhclient memperoleh jawaban dari server maka file /etc/dhclient-script dieksekusi, yang mana kemudian akan berusaha membaca konfigurasi untuk kemudian melakukan setup pada interface eth0.
Sampai pada proses ini filesystem root berada di ramdisk.. Selanjutnya, script /linuxrc akan melakukan proses mount ulang pada filesystem melalui NFS. Direktori yang di-export pada server umumnya adalah /opt/ltsp/i386. Proses tersebut tidak bisa langsung melakukan proses mount filesystem yang baru sebagai /. Proses mount akan terlebih dahulu dilakukan pada /mnt. Kemudian, dilakukan pivot_root. pivot_root kemudian akan melakukan pertukaran filesystem root yang aktif dengan filesystem baru. Setelah proses tersebut, filesystem NFS akan di-mount pada /, dan filesystem root terdahulu akan di-mount pada /oldroot. Jika proses ini tidak berhasil, maka dapat dilakukan pemeriksaan konfigurasi pada server, mungkin ada yang tidak sesuai.
Setelah proses mount dan pivot pada filesystem root yang baru selesai, shell script /linuxrc telah selesai melakukan perintah yang ada, program init yang sebenarnya, yaitu sbin/init dapat dijalankan. Setelah program init selesai, proses selanjutnya adalah melakukan konfigurasi pada system X Windows. Pada file lts.conf, terdapat parameter yaitu XSERVER. Jika parameter tersebut tidak diketemukan, atau ditentukan menjadi "auto", maka akan dilakukan proses deteksi. Standard runlevel untuk LTSP adalah tiga bagian, yaitu shell, berguna untuk debugging WS.
Kemudian telnet pada mode karakter atau text base, yang dapat diaplikasikan untuk menggantikan serial terminal Dan yang terakhir GUI mode. Ini akan menjalankan X windows, dan mengirimkan query XDCMP ke server, yang akan menampilkan kotak dialog login untuk akses ke server. Dibutuhkan display manager yang aktif di server, seperti XDM, GDM atau KDM. Namun jika tidak berhasil menampilkan kotak dialog login pada WS, perlu dilakukan pemeriksaan pada server, khususnya pada file lts.conf.