Di era modern ini, banyak wanita yang sudah mensejajarkan dirinya dengan kaum pria. Memang masih banyak pro dan kontra akan hal ini. Nah, maka dari itu saya akan menulis artikel mengenai beberapa tokoh wanita yang paling berpengaruh dalam sejarah dunia. Apakah wanita memang dapat mensejajarkan diri dengan kaum pria atau tidak, Anda yang menilainya.
5. Eleanor dari Aquitaine (1122 – 1204)
Eleanor adalah salah satu wanita terkaya dan terkuat di Eropa pada zaman Abad Pertengahan. Eleanor telah mewarisi gelar pangeran wanita ketika ayahnya meninggal. Saat itu Eleanor masih berusia 15 tahun. Ayahnya adalah raja dari Aquitane yang merupakan provinsi terbesar dan terkaya di Prancis pada abad ke-12. Eleanor lahir di dalam keluarga yang berpendidikan tinggi. Di bawah pemerintahan Eleanor, Aquitane menjadi salah satu pusat intelektual dan kebudayaan terbesar di Eropa Barat.
Kemudian pada tahun 1137, Eleanor disunting menjadi Permaisuri Louis VII dari Perancis. Setelah menjadi istri Louis VII, Eleanor ikut berpartisipasi dalam Perang Salib Kedua (1147) dan ikut bepergian ke Kekaisaran Bizantium. Eleanor pun merupakan tokoh utama dalam perjanjian dagang antara Eropa Barat, Constantinople,dan Tanah Suci.
Namun kemudian Eleanor menceraikan Louis pada tahun 1152 dan kemudian menikah dengan Henry II dari Inggris 2 tahun kemudian. Namun pada tahun 1170, Thomas Becket, Uskup Agung Canterbury, dibunuh karena melawan Raja Henry II. Eleanor sangat menentang pembunuhan itu. Sehingga meletuslah sebuah Revolusi dari tahun 1173 sampai 1174. Dalam revolusi ini, Eleanor bersekutu dengan ketiga orang putranya beserta para pemberontak melawan Raja Henry. Pemberontakan pun mengalami kegagalan, dan Eleanor pun dipenjara selama enam belas tahun.
4. Hatshepsut (1508 SM – 1458 SM)
Hatshepsut adalah salah satu firaun paling sukses dalam sejarah Mesir Kuno. Hatshepsut adalah firaun ke-5 dari Dinasti XVIII Mesir Kuno dan memiliki masa pemerintahan yang paling lama. Hatshepsut menikah dengan Thutmose II (saudara tirinya yang penyakitan). Mereka berdua mulai memerintah bersama setelah kematian ayahnya,Thutmose I (1492 SM). Namun pada 1479 SM, Thutmose II meninggal sehingga Hatshepsut harus terus memerintah sendirian sampai akhirnya ia sendiri meninggal pada tahun 1458 SM.
Bukti kesuksesan Hatshepsut antara lain adalah suksesnya proyek pembangunan kota dan pulihnya jaringan perdagangan yang telah dijajah oleh Hyksos. Setelah itu Hatshepsut memimpin ekspedisi besar-besaran ke Tanah Punt. Tanah Punt adalah sebuah negara yang kaya dan modern yang terletak di sebelah selatan Mesir. Hatshepsut juga sukses dalam memimpin kampanye militer di Nubia, Levant, dan Suriah.
3. Maria Theresa of Austria (1717 – 1780)
Maria Theresa mewarisi takhta sebagai permaisuri dari Hapsburg di Eropa pada tahun 1740. Maria menggantikan ayahnya yang adalah Kaisar Romawi, Charles VI. Maria lalu melahirkan seorang putra yang diberi nama Joseph II pada tahun 1765 setelah kematian suaminya. Ketika Maria Theresa berkuasa, Fredrick II dari Brandenburg (Prussia) menyerang provinsi Hapsburg. Alasannya karena Fredrick menolak mengakui Maria Theresa sebagai pewaris sah takhta. Fredrick pun mempengaruhi negara – negara lain seperti Bavaria, Perancis, dan Spanyol untuk menyerang Hapsburg. Sedangkan Maria bersekutu dengan Hungaria untuk bertahan dari serangan Fredrick. Dengan dukungan Hungaria, Maria dapat memukul mundur pasukan yang menyerang Hapsburg. Kemudian perang ini berakhir pada tahun 1748 dengan penandatanganan Perjanjian Aix-la-Chapelle.
Beberapa contoh kesuksesan yang dibawa Maria adalah dalam bidang ekonomi dan politik kerajaan Hapsburg. Maria telah memperbanyak jumlah tentaranya hingga 200 persen. Selain itu, Maria menetepkan kenaikan pajak untuk menjamin penghasilan tetap bagi pemerintah, dan khususnya dalam bidang militer. Maria juga pelopor dari Revolusi Diplomatik pada tahun 1756. Melalui Revolusi Diplomatik ini, Maria mengajak Prancis untuk bersekutu membantunya melawan Prusia dan Inggris.
Maria Theresa juga merupakan salah satu tokoh dalam era Pencerahan. Maria sangat fokus dalam hal pendidikan dan politik liberal. Maria mendirikan Akademi Sains Imperial dan Royal dan juga fakultas Sastra di Brussel serta pengembangan medis di Universitas Wina.
2. Permaisuri Theodora (500 M – 548 M)
Gereja Ortodoks Timur menganggap Theodora sebagai santa suci. Padahal sebelumnya, Theodora adalah seorang aktris dan pelacur bagi para bangsawan. Namun kemudian Theodora pun bertobat dan meninggalkan cara hidupnya yang lama dan beralih menjadi seorang umat Kristiani.
Lalu pada tahun 523 M, Theodora menikah dengan Kaisar Justinian I, penguasa dari Kekaisaran Bizantium. Perannya sebagai istri Kaisar Justinian sangat mempengaruhi keputusan – keputusan yang dibuat suaminya.
Saat terjadi pemberontakan rakyat, Justinian I. Justinian sempat mencoba melarikan diri dari kota. Namun, Theodora campur tangan dan mampu meyakinkan suaminya untuk tetap tinggal. Dengan dukungan Theodora, Justinian berhasil menghadang pemberontakan.
Theodora adalah salah satu tokoh wanita yang sangat giat memperjuangkan hak – hak wanita pada zamannya. Theodora menetapkan hukum yang disahkan yang isinya melarang pelacuran paksa dan pelacuran tertutup. Selain itu, Theodora juga memperjuangkan hak wanita dalam perceraian seperti memberikan perwalian ibu dari anak-anak mereka, menanamkan hukuman mati untuk perkosaan, dan melarang pembunuhan seorang istri yang berzinah. kemudian Theodora meninggal karena kanker pada tanggal 28 Juni 548 M.
1. Permaisuri Wu Zetian (625 M – 705 M)
Permaisuri Wu Zetian adalah salah satu wanita paling kuat dalam sejarah Cina. Wu Zetian adalah satu – satunya wanita yang pernah memerintah sebagai Kaisar di Cina. Wu Zetian hidup pada zaman Dinasti Tang. Wu Zetian lahir dari keluarga kaya dan terhormat dan juga sangat berpendidikan. Di usianya yang ke-13, Wu Zetian dijadikan salah satu selir Kaisar Taizong.
Namun pada tahun 649 M, Kaisar Taizong meninggal dan digantikan oleh Kaisar Gaozong. Kemudian Gaozong mengusir Wu Zetian untuk menjadi seorang biarawati agama Buddha. Namun, dalam pernikahan Gaozong dengan istrinya, terjadi suatu masalah sehingga memberi kesempatan bagi Wu Zetian untuk kembali ke istana.
Setelah Wu Zetian kembali ke istana, Gaozong pun mulai jatuh cinta terhadap Wu Zetian. Akhirnya, Gaozong mengusir istrinya dan menikah dengan Wu Zetian. Isti Gao Zong tidak bisa menerima kenyataan tersebut sehingga memberontak. Namun, Wu Zetian memerintah agar mantan istri Gaozong dieksekusi dengan membuat tuduhan palsu. Sebagai permaisuri, Wu Zetian menjadi sangat kuat dan bahkan sangat mempengaruhi Gaozong dalam membuat segala keputusan. Kaisar Gaozong akhirnya meninggal pada tahun 683 M dan meninggalkan Wu Zetian menjadi permaisuri janda. Kemudian pada tahun 690 M, Wu Zetian menobatkan dirinya menjadi Kaisar Cina dan menciptakan Dinasti Zhou. Wu Zetian adalah satu-satunya wanita dalam sejarah Cina yang pernah memerintah sebagai seorang Kaisar.
Meskipun jalan hidupnya penuh dengan kekejaman dan kelicikan untuk mendapatkan kekuasaan. Namun, masa pemerintahannya membawa kesuksesan yang besar. Wu Zetian adalah salah satu tokoh berpengaruh dalam penyebaran agama Buddha di Cina. Akhirnya Wu Zetian membuat agama Buddha menjadi agama resmi Cina; menggantikan ajaran Taoisme. Wu Zetian juga berhasil menurunkan pajak yang tinggi dan meningkatkan produksi pertanian.Kemudian Wu Zetian meninggal pada tahun 705 M di usianya yang ke-80.