a
Tampilkan postingan dengan label jagad raya. Tampilkan semua postingan
PEGUNUNGAN TERTINGGI DALAM SISTEM TATA SURYA

PEGUNUNGAN TERTINGGI DALAM SISTEM TATA SURYA

PEGUNUNGAN TERTINGGI DALAM SISTEM TATA SURYA, Tahukah Anda bahwa banyak sekali tempat-tempat tertinggi di muka Bumi. Salah satunya adalah gunung ataupun pegunungan yang menjulang tinggi bahkan bukan hanya tertinggi di Bumi namun juga merupakan salah satu yang tertinggi dalam sistem tata surya kita. Di tata surya juga terdapat tempat-tempat tertinggi berupa pegunungan yang lebih tinggi dari gunung-gunung di planet Bumi. Gunung diluar planet kita umumnya tercipta akibat benturan batuan meteor yang sangat besar sehingga menciptakan kawah yang dalam dan disisi lain menciptakan gunung yang sangat tinggi.

Berikut ini Saya berikan informasi 10 pegunungan tertinggi di dalam tata surya kita dan beberapa diantaranya ada di planet Bumi.

10. Makalu
 
Makalu merupakan gunung tertinggi kelima di dunia yang tingginya 8481 m di atas permukaan laut dan terletak di perbatasan Nepal dan China. Gunung Makalu memiliki bentuk yang unik yaitu berupa piramida empat sisi dan terletak hanya 19 km tenggara Gunung Everest. Upaya pertama untuk mendaki gunung dimulai pada tahun 1954. Namun, pendakian yang sukses pertama kali berhasil dilakukan pada tahun 1955 oleh tim ekspedisi Perancis yaitu Lionel Terray dan Jean Couzy.

9. Lhotse
 
Lhotse terletak di perbatasan Cina dan Nepal dan terhubung ke Gunung Everest melalui wilayah selatan gunung yang tingginya 8516 m di atas permukaan laut. Sangat sulit untuk mendaki gunung ini karena berkali-kali dilakukan namun selalu menemui kegagalan. Pendakian puncak utama Lhotse pertama kali dilakukan pada tahun 1956 oleh sebuah tim ekspedisi Swiss, Ernst Reiss dan Fritz Luchsinger. Puncak Lhotse bagian Tengah tetap menjadi titik tertinggi di Bumi untuk didaki, sampai 2001 ketika Ekspedisi Rusia akhirnya berhasil melakukan pendakian pertama.

8. Kangchenjunga
 
Kangchenjunga adalah gunung tertinggi ketiga dunia dengan ketinggian 8586 m di atas permukaan laut, Kangchenjunga terletak di perbatasan India-Nepal di wilayah Himalaya. Terdapat lima puncak gunung yang disebut “The Five Treasures of Snows“. Upaya awal mencapai puncak gunung dimulai pada tahun 1848. Namun pada tahun 1955 Joe Brown dan George Band baru berhasil melakukan pendakian pertama. Wilayah Gunung Kangchenjunga terdapat di empat negara yaitu Cina, India, Nepal dan Bhutan.

7. K-2
 
K-2 adalah gunung tertinggi kedua di dunia. K-2 atau Godwin Austin memiliki ketinggian puncak 8611 m di atas permukaan laut dan terletak di barat laut wilayah Karakoram. Dikenal sebagai gunung yang buas karena tingkat kematian yang tinggi saat dilakukan pendakian. K-2 terletak di perbatasan Cina dan Pakistan. Karena hampir tidak mungkin untuk melakukan pendakian K-2 dari wilayah China, maka banyak pendaki gunung melakukannya dari wilayah Pakistan. Satu fakta menarik tentang K-2 adalah bahwa tidak ada yang pernah mencoba untuk mendaki puncak selama musim dingin karena sangat berbahaya.

6. Gunung Everest
 
Gunung Everest adalah gunung tertinggi di bumi yang terdapat di pegunungan Himalaya timur antara Nepal dan Tibet. Gunung Everest adalah sebuah gunung kapur muda yang belum terkena oleh erosi dan memiliki dua puncak, salah satunya mencapai ketinggian 8848 m. Everest selalu tertutup salju kecuali bagian yang terkena angin kencang. Banyak terdapat gletser yang meningkat dekat dasar Gunung Everest. Everest adalah nama yang diberikan pada gunung ini tahun 1865 untuk menghormati Sir George Everest, seorang surveyor Inggris di India yang menemukan lokasi gunung dan memperkirakan ketinggian gunung. Dalam bahasa Tibet diberi nama Chomolungma yang artinya “ibu dewi dunia”.

5. Mauna Kea
 
Mauna Kea adalah gunung berapi aktif terbesar yang terletak di sebelah utara Pulau Hawaii, sekitar 43 km barat laut dari Hilo. Ketinggiannya 4205 m di atas permukaan laut, Mauna Kea menghujam ke wilayah laut sedalam 5547 km ke arah dasar laut. Jadi, jika dihitung dari dasar laut ke puncak gunung maka Mauna Kea adalah yang tertinggi di Bumi. Terakhir kali Mauna Kea aktif lebih dari 4000 tahun yang lalu. Pada puncaknya terdapat salju yang mengerucut dan biasa digunakan untuk bermain ski serta wilayah ini termasuk dalam situs Observatorium Mauna Kea yang merupakan observatorium astronomi tertinggi di dunia. Pada lereng bagian atas gunung terdapat gua tempat orang Hawaii kuno menggali basal untuk membuat peralatan. Lereng bawah gunung biasa digunakan untuk peternakan sapi dan perkebunan kopi. Gunung ini dianggap dalam legenda Hawaii sebagai rumah dari Dewi Poliahu, dewi api Mauna Kea.

4. Pegunungan Maxwell
 
Maxwell adalah titik tertinggi di permukaan planet Venus yang tingginya 11.000 m. Terletak di dataran tinggi utara Ishtar Terra, yang asal usulnya berasal dari sabuk pegunungan yang masih kontroversi mengenai awal mula terbentuknya. Maxwell ditemukan pertama kali pada tahun 1967 oleh para ilmuwan di Radio Telescope Amerika Arecibo di Puerto Rico. Gunung ini dinamai setelah matematikawan dan seorang dokter bernama James Clerk Maxwell yang bekerja menggunakan gelombang radio yang dibuat oleh radar dan akhirnya dapat megeksplorasi wilayah permukaan Planet Venus.

3. Pegunungan Boösaule
Boösaule dikenal sebagai gunung tertinggi non-vulkanik dari sistem Tata Surya. Gunung ini terletak di Io, satelit terbesar keempat Tata Surya dan merupakan satelit terdalam dari Planet Jupiter. Io secara geologi cukup menarik karena mengandung sekitar 400 gunung berapi aktif dan berisi lebih dari 150 gunung pada permukaannya. Gunung Boösaule adalah salah satu gunung yang terletak di barat laut Pele besar yang menakjubkan dan mencapai ketinggian 17.500 m. Gunung ini mendapat namanya dari sebuah gua pada Mitologi Yunani disaat Epaphus yang merupakan putra Dewa Zeus lahir.

2. Bubungan Khatulistiwa
Terletak di belahan bumi yang gelap dari satelit terbesar ketiga, Lapetus di Planet Saturnus, Bubungan Khatulistiwa terdapat di sepanjang belahan tengah yang terisolasi beberapa puncak setinggi 20 km. Bubungan Equatorial ini ditemukan oleh pesawat ruang angkasa Cassini pada tanggal 31 Desember 2004. Pembentukan punggungan masih diperdebatkan para ilmuwan, namun telah disepakati bahwa bubungan kuno ini terbentuk karena permukaan yang berkawah-kawah. Tonjolan yang sangat mencolok dari punggungan ini membentuk satelit Lapetus seperti buah kenari.

1. Olympus Mons

 
Sejauh ini gunung tertinggi yang pernah ditemukan di tata surya kita adalah gunung Olympus Mons yang tingginya 24 km di atas sebuah dataran halus di Planet Mars. Tingginya sekitar tiga kali lebih tinggi dari Gunung Everest. Olympus Mons ditemukan saat penyelidikan ruang angkasa Amerika Serikat, Mariner 9, pada tahun 1971 ketika ia mengirimkan gambar empat gunung vulkanik besar. Perlu dikethui bahwa bagian perisai dari Olympus Mons ukurannya sama dengan gunung Mauna Kea di Bumi. Ketinggian yang luar biasa dari Olympus Mons berakibat tidak adanya pergerakan lempeng tektonik yang memungkinkan gunung untuk tetap pada tempatnya. Lava gunung terus mengalir sampai mencapai ketinggian yang cukup. Dasar gunung terus menerus turun sedalam 2 km jauh ke arah kerak setiap tahunnya, hal ini disebabkan karena adanya tekanan yang sangat besar menekan kerak Planet Mars.

KALENDER ASTRONOMI 2013

Berikut ini adalah kalender astronomi di tahun 2013:

3 dan 4 Januari - Hujan Meteor Quadrantids. Quadrantid adalah hujan meteor di atas rata-rata, dengan sampai 40 meteor per jam pada puncaknya. Biasanya puncaknya terjadi pada tanggal 3 dan 4 Januari, tetapi beberapa meteor bisa terlihat dari tanggal 1 sampai 5 Januari. Bulan kuartal terakhir dekat akan menyembunyikan banyak meteor redup dengan silaunya. Tampilan terbaik akan berasal dari lokasi yang gelap setelah tengah malam. Carilah meteor memancar dari konstelasi Bootes.

11 Januari - Bulan Baru.

27 Januari - Bulan Purnama.

10 Februari - Bulan Baru.

25 Februari - Bulan Purnama.

11 Maret - Bulan Baru.

20 Maret - Equinox Maret. Equinox Maret terjadi jam 11:02 UTC. Matahari akan bersinar langsung pada khatulistiwa dan akan ada jumlah wktu yang hampir sama siang dan malam di seluruh dunia. Ini juga merupakan hari pertama musim semi (vernal equinox) di belahan bumi utara dan hari pertama musim gugur (equinox musim gugur) di belahan bumi selatan.

27 Maret - Bulan Purnama.

10 April - Bulan Baru.

April 20 - Astronomy Day Pertama. Hari Astronomi adalah acara tahunan yang dimaksudkan untuk memberikan sarana interaksi antara masyarakat umum dan penggemar astronomi berbagai kelompok dan profesional. Tema Hari Astronomi adalah "Membawa Astronomi untuk Rakyat," dan pada hari ini astronomi dan klub ramalan dan organisasi lain di seluruh dunia akan merencanakan acara khusus. Anda dapat mencari tahu tentang acara lokal khusus dengan menghubungi astronomi setempat klub atau planetarium.

21 dan 22 April - Hujan Meteor Lyrid. Hujan meteor Lyrids adalah hujan meteor rata-rata, biasanya memproduksi sekitar 20 meteor per jam pada puncak mereka. Meteor ini dapat menghasilkan jejak debu terang yang berlangsung selama beberapa detik. Biasanya puncak pada tanggal 21 April & 22, meskipun beberapa meteor dapat terlihat dari 16 April - 25 April. Bulan bungkuk bisa menjadi masalah tahun ini, menyembunyikan banyak meteor redup dalam silaunya. Ini akan menetapkan sebelum matahari terbit, menyediakan jendela singkat langit gelap. Carilah meteor memancar dari konstelasi Lyra setelah tengah malam.

25 April - Bulan Purnama.

25 April - Gerhana Bulan Persial. Gerhana akan terlihat di sebagian besar Afrika, Eropa, Asia, dan Australia.

28 April - Oposisi Saturnus. Saturnus akan berada pada jarak terdekatnya dari Bumi. Inilah saat yang cocok untuk mengamati Saturnus dan satelit alamnya.

5 dan 6 Mei - Hujan Meteor Eta Aquarid. Akan ada 5 - 10 meteor tiap jamnya. Bulan sabit akan 'menggantung' di sekitar untuk pertunjukan, tetapi tidak menyebabkan masalah terlalu banyak. Titik cerah untuk hujan meteor ini akan berada di konstelasi Aquarius. Tampilan terbaik biasanya ke timur setelah tengah malam, jauh dari lampu-lampu kota.

10 Mei - Bulan Baru.

10 Mei - Gerhana Matahari Cincin. Gerhana akan dimulai di Australia Barat dan bergerak ke timur melintasi tengah Samudera Pasifik. (NASA Map and Eclipse Information)

25 Mei - Bulan Purnama.

28 Mei - Konjungsi Venus dan Jupiter. Kedua planet terang akan berada dalam 1 derajat satu sama lain di langit malam. Planet Merkurius juga akan akan juga terlihat di dekatnya. Melihat ke barat dekat matahari terbenam.

25 Mei - Gerhana Bulan Penumbra. Gerhana akan terlihat di sebagian besar Amerika Utara, Amerika Selatan, Eropa Barat, dan Afrika Barat. (NASA Map and Eclipse Information)

8 Juni - Bulan Baru.

21 Juni - Titik Balik Matahari. Titik balik matahari terjadi Juni jam 05:04 UTC. Kutub Utara bumi akan miring ke arah Matahari, yang akan telah mencapai posisi paling utara di langit dan akan langsung di atas Tropic of Cancer pada 23,44 derajat lintang utara. Ini adalah hari pertama musim panas (summer solstice) di belahan bumi utara dan hari pertama musim dingin (winter solstice) di belahan bumi selatan.

8 Juni - Bulan Baru.

23 Juni - Bulan Purnama.

8 Juli - Bulan Baru.

22 Juli - Bulan Purnama.

28 dan 29 Juli - Hujan Meteor Delta Aquarid Selatan.Delta Aquarids akan menghasilkan 20 meteor per jam saat puncaknya. Titik radiant ada di konstelasi Aquarius. Akan dimulai tengah malam.
6 Agustus - Bulan Baru.

12 dan 13 Agustus - Hujan Meteor Perseid. Perseids adalah salah satu hujan meteor terbaik untuk diamati, memproduksi hingga 60 meteor per jam pada puncak mereka. Puncaknya biasanya terjadi pada tanggal 13 dan 14 Agustus, tetapi Anda mungkin dapat melihat beberapa meteor setiap saat dari 23 Juli-22 Agustus. Titik cerah untuk mandi ini akan berada di rasi Perseus. Bulan kuartal pertama dekat akan menetapkan sebelum tengah malam, meninggalkan kondisi optimal dan langit gelap untuk apa yang harus menjadi pertunjukan yang mengagumkan. Cari lokasi yang jauh dari lampu-lampu kota dan melihat ke laut setelah tengah malam.

21 Agustus - Bulan Purnama.

August 27 - Oposisi Neptunus. Neptunus berada pada jarak terdekatnya dengan Bumi. Walau jarak terdekatnya, tetap saja dibutuhkan teleskop canggih untuk mengamatinya.

5 September - Bulan Baru.

19 September - Bulan Purnama.

22 September - Equinox September. Equinox terjadi di September jam 20:44 UTC. Matahari akan bersinar langsung pada khatulistiwa dan akan ada jumlah waktu yang hampir sama siang dan malam di seluruh dunia. Ini juga merupakan hari pertama musim gugur (equinox musim gugur) di belahan bumi utara dan hari pertama musim semi (vernal equinox) di belahan bumi selatan.

3 Oktober - Oposisi Uranus. Uranus berada pada jarak terdekatnya dengan Bumi. Walau jarak terdekatnya, tetap saja dibutuhkan teleskop canggih untuk mengamatinya.

12 Oktober - Astronomy Day Kedua. Hari Astronomi adalah acara tahunan yang dimaksudkan untuk memberikan sarana interaksi antara masyarakat umum dan penggemar astronomi berbagai kelompok dan profesional. Tema Hari Astronomi adalah "Membawa Astronomi untuk Rakyat," dan pada hari ini astronomi dan klub ramalan dan organisasi lain di seluruh dunia akan merencanakan acara khusus. Anda dapat mencari tahu tentang acara lokal khusus dengan menghubungi astronomi setempat klub atau planetarium.

5 Oktober - Bulan Baru.

18 Oktober - Bulan Purnama.

18 Oktober - Gerhana Bulan Penumbra. Gerhana akan terlihat di sebagian besar dunia kecuali Australia dan ekstrim timur Siberia. (NASA Map and Eclipse Information)

21 dan 22 Oktober - Hujan Meteor Orionid. Orionids adalah hujan meteor yang rata-rata memproduksi sekitar 20 meteor per jam pada puncak mereka. Biasanya puncak terjadi pada tanggal 21, tetapi sangat tidak teratur. Sebuah acara yang baik dapat dialami pada setiap pagi sejak tanggal 20 - 24, dan beberapa meteor dapat dilihat setiap saat sejak tanggal 17 - 25. Bulan bungkuk akan menjadi masalah tahun ini, menyembunyikan semua tetapi meteor terang dengan silaunya. Tampilan terbaik akan ke timur setelah tengah malam. Pastikan untuk menemukan lokasi yang gelap jauh dari lampu-lampu kota.

3 November - Bulan Baru.

3 November - Gerhana Matahari Sebagian. Gerhana akan dimulai di Samudra Atlantik di lepas pantai timur Amerika Serikat dan bergerak ke timur melintasi Atlantik dan di Afrika Tengah. (NASA Map and Eclipse Information)

17 November - Bulan Purnama.

17 dan 18 November - Hujan Meteor Leonid. Leonids adalah salah satu hujan meteor yang lebih baik untuk diamati, menghasilkan rata-rata 40 meteor per jam pada puncak mereka. Mandi itu sendiri memiliki tahun puncak siklus setiap 33 tahun di mana ratusan meteor bisa dilihat setiap jam. Yang terakhir ini terjadi pada tahun 2001. Biasanya puncak terjadi pada 17 & 18, tetapi Anda dapat melihat beberapa meteor pada tanggal 13 - 20. Bulan purnama akan mencegah hal ini menjadi acara besar tahun ini, namun dengan sampai 40 meteor per jam mungkin, ini masih bisa menjadi acara yang baik. Akan memancar dari konstelasi Leo setelah tengah malam.

3 Desember - Bulan Baru.

13 sampai 15 Desember - Hujan Meteor Geminid. Dianggap oleh banyak orang sebagai hujan meteor terbaik di langit, Geminid dikenal untuk menghasilkan hingga 60 meteor per jam warna-warni di puncak mereka. Puncak dari kamar mandi biasanya terjadi sekitar tanggal 13 & 14, meskipun beberapa meteor akan terlihat dari 06-19 Desember. Titik cerah untuk mandi ini akan berada di konstelasi Gemini. Bulan bungkuk bisa menjadi masalah tahun ini, menyembunyikan laki-laki dari meteor redup. Tapi dengan sampai 60 meteor per jam diperkirakan, ini masih harus menjadi pertunjukan yang baik. Tampilan terbaik biasanya ke timur setelah tengah malam dari lokasi yang gelap.

17 Desember - Bulan Purnama.

21 Desember - Titik Balik Matahari. Titik balik matahari Desember terjadi di jam 17:11 UTC. Kutub Selatan bumi akan miring ke arah Matahari, yang akan telah mencapai posisi paling selatan di langit dan akan langsung di atas Tropic of Capricorn di 23,44 derajat lintang selatan. Ini adalah hari pertama musim dingin (winter solstice) di belahan bumi utara dan hari pertama musim panas (summer solstice) di belahan bumi selatan
INILAH FOTO BUMI PERTAMA KALI DARI LUAR ANGKASA

INILAH FOTO BUMI PERTAMA KALI DARI LUAR ANGKASA

Citra Bumi dari luar angkasa

Saat ini, kecanggihan satelit cuaca dapat menampilkan kondisi Bumi secara real time, bahkan melalui pencitraan yang detail.

Pernahkah Anda membayangkan, bagaimana citra Bumi pertama kali dilihat dari ruang angkasa?

Pencitraan pertama itu diambil oleh satelit cuaca milik Badan Antariksa Amerika Serkat (NASA), TIROS-1 (Television Infrared Observation Satellite) pada 1 April 1960.

Meski foto yang dihasilkan belum begitu spektakuler, namun pengambilan foto Bumi ini sangat bersejarah, sekaligus membuka jalan penggunaan satelit untuk kepentingan survei cuaca global.
Foto Bumi pertama yang ditangkap satelit TIROS. (NASA)

Dilansir Huffingtonpost, 5 April 2013, satelit TIROS-1 yang seukuran barel bir saat itu hanya menjelajahi langit selama 78 hari.

Satelit tersebut juga mampu menangkap pemandangan pertama topan tropis. Pemandangan ini memberikan informasi berharga bagi para ilmuwan soal fenomena alam itu.

Uniknya, saat itu NASA belum begitu menyadari potensi eksplorasi ruang angkasa.

Dalam keterangan resminya, NASA mengatakan, program TIROS hanyalah uji coba untuk menentukan apakah satelit dapat berguna untuk studi Bumi atau tidak. Pasalnya, pada waktu itu, efektivitas pengamatan satelit belum terbukti, mengingat satelit masih dianggap teknologi baru.

Prioritas pertama program TIROS adalah pengembangan sistem informasi satelit meteorologi. Prakiraan cuaca dianggap aplikasi yang paling menjanjikan dari pengamatan berbasis ruang angkasa.

"TIROS terbukti sangat sukses. Satelit inilah yang pertama kali memberikan perkiraan cuaca yang akurat berdasarkan data yang dikumpulkan dari ruang angkasa, " jelas NASA.

Selanjutnya, TIROS melanjutkan cakupan cuaca Bumi pada tahun 1962, dan digunakan oleh ahli meteorologi di seluruh dunia.

Keberhasilan program ini didukung oleh berbagai jenis instrumen dan konfigurasi orbital mengarah pada pengembangan satelit pengamatan meteorologi yang lebih canggih.

Hingga tahun 1965, sudah ada lebih dari sembilan satelit TIROS yang diluncurkan, sebelum satelit itu diganti seri program satelit ESSA (Environmental Science Services Administration). Terima kasih, TIROS.


PLANET MARS DI DUGA MEMPUNYAI SUMBER AIR

Analisis dari serbuk batu yang berhasil diambil wahana antariksa Curiosity menunjukkan bahwa Mars memang punya materi yang mendukung kehidupan.

Berdasarkan penelitian, serbuk batu bernama "John Klein" yang ditemukan di wilayah Mars bernama Yellowknife Bay mengandung material tanah liat, sulfat dan mineral lain yang dibutuhkan oleh makhluk hidup.

John Grotzinger, pimpinan tim ilmuwan misi Curiosity, mengungkapkan bahwa wilayah Yellowknife Bay di masa lalu diduga memiliki air yang bisa diminum.

Komposisi serbuk batu Mars itu berhasil diuraikan menyusul keberhasilan Curiosity melakukan pengeboran pertama batu Mars. Batu Mars yang dibor dinamai John Klein, sesuai nama ilmuwan anggota misi Curiosity yang meninggal tahun 2011 silam.

Curiosity telah mendarat di Mars sejak Agustus 2012 lalu. Wahana ini telah membantu mengungkap adanya batu Mars yang mirip dengan batu Bumi dan bukti terkuat adanya air di Mars.

Saat ini, tantangan utama adalah menemukan senyawa organik di Mars. Penemuan senyawa organik di Mars menjadi tantangan berat. Mars yang tak punya atmosfer setebal Bumi rentan oleh radiasi kosmik yang bisa merusak senyawa organik.

Jika Mars punya senyawa organik, maka ada lebih banyak kemungkinan planet itu punya kehidupan. Tapi, jika senyawa organik tak ada, bukan berarti Mars tak pernah punya kehidupan.

"Anda tak perlu punya karbon dalam lingkungan geologis tertentu yang bisa dihuni untuk menjumpai adalanya metabolisme mikroba," ungkap Grotzinger

Menurutnya, ada banyak mikroba di Bumi yang terbukti mampu bermetabolisme dengan memanfaatkan senyawa anorganik.

"Jelas perlu ada karbon. Tetapi jika memang hanya ada CO2, anda pun bisa menemukan organisme kemoautotrof yang memakan batuan, melakukan metabolisme dan dan menghasilkan senyawa organik berbasis karbon itu," papar Grotzinger.

Batu John Klein yang jadi sampel pengeboran sendiri diduga berumur 3 miliar tahun, menghabiskan cukup waktu di lingkungan yang tak asam dan tak terlalu asin sehingga mineral bisa terbentuk

PLANET BEROBIT TERBALIK RETROGADE

Planet umumnya mengorbit bintang searah dengan arah perputaran bintangnya. Namun, beberapa planet berbeda, mengorbit dengan arah berlawanan. Planet tersebut disebut planet retrograde atau planet berorbit terbalik.
Salah satu planet retrograde adalah planet HAT-P-7b yang mengorbit bintang berjarak 1.040 tahun cahaya di konstelasi Cygnus. Planet tersebut ditemukan pada tahun 2008. Astronom bertanya-tanya, mengapa planet itu bisa bergerak berlawanan dengan arah bintangnya.
Jawabannya terkuak dari hasil penelitian para astronom Jepang. Lewat pengamatan dengan Subaru Telescope Facility di Hilo, Hawaii, mereka menemukan sebab terbaliknya orbit HAT-P-7b. Mereka menemukan adanya planet seukuran Jupiter HAT-7c yang mengorbit bintang di dekat bintang induk HAT-P-7b.
"Tim peneliti berpikir bahwa adanya bintang tetangga dan planet lain berperan dalam membentuk dan mempertahankan orbit planet dalam (HAT-P-7b) yang terbalik," jelas pejabat Subaru Telescope Facility seperti dikutip Space, Kamis (24/1/2013).
Menurut tim astronom, HAT-P-tc terletak di antara planet berorbit terbalik HAT-P-7b dan bintang yang baru saja ditemukan. Bintang dan planet yang baru saja ditemukan memengaruhi orbit planet HAT-P-7b.
Studi ini dipimpin Norio Narita, Yasuhiro Takahashi, Masayuki Kuzuhara, dan Teruyuki Hirano dari National Astronomical Observatory of Japan dan University of Tokyo. Kesimpulan yang didapatkan, efek gravitasi ganda bisa memengaruhi terbentuknya planet berorbit terbalik.

7 ASTEROID UNIK

Pada awal Februari 2013 ini, masyarakat Bumi menjadikan asteroid sebagai pembicaraan hangat. Ini karena makin mendekatnya asteroid 2012 DA14 yang diprediksi mendekati planet kita pada 15 Februari 2013.

Asteroid dengan lebar sekitar 45 meter ini akan mencapai kedekatan hingga 27.700 kilometer dari Bumi. Menjadikannya sebagai jarak asteroid terdekat yang pernah diketahui.

Tiap asteroid unik. Namun, ada tujuh asteroid yang mendapat cap "teraneh" di tata surya.

 

1. Ceres

Ditemukan oleh Giuseppe Piazzi, 1 Januari 1801.
Sebagai asteroid terbesar, Ceres mendapat julukan "planet katai" (Dwarf Planet). Karena ukurannya pula, ia menjadi asteroid yang ditemukan pertama kali. Sebegitu besarnya Ceres, sehingga ia jadi satu-satunya asteroid yang memiliki gaya gravitasi untuk menarik diri sendiri ke dalam lingkaran suatu planet.

2. Baptistina

Disebut juga sebagai induk dari asteroid pemusnah dinosaurus dan merupakan salah satu anggota termuda di sabuk asteroid. Berdasarkan model komputer, Baptistina dan kawanan asteroidnya terjadi sekitar 160 juta tahun lalu. Tumbukan yang disebabkan Baptistina membuat ratusan objek langit lainnya beradu dengan Bumi. Salah satunya jatuh ke planet ini pada 65 juta tahun lalu dan memusnahkan dinosaurus.



Catatan: hipotesa ini ditentang oleh beberapa teori lain. Apakabardunia akan membahasnya lain kesempatan

3. Hektor, si Trojan terbesar

Asteroid ini memiliki dimensi sekitar 200 kilometer dan memiliki bulan sendiri. Ia merupakan bagian dari asteroid Trojan yang terikat dalam orbit planet Jupiter.

4.  Kleopatra

Asteroid ini berbentuk seperti tulang mainan anjing dan memiliki dua bulan yang dinamai Alexhelios dan Cleoselene.


5. Themis

Asteroid ini diketahui sebagai satu-satunya yang memiliki es di permukaannya. Selain es, pada tahun 2009, observasi menggunakan infra-merah memastikan adanya karbon dan molekul. Karakter ini membuat Themis sebagai kandidat kuat asteroid yang bisa menyokong kehidupan.

6. Toutatis

Benda langit ini dinamai sesuai dengan nama dewa bangsa Celtic. Toutatis masuk dalam karakter unik karena berotasi dengan acak, bahkan terkesan terhuyung. Hal ini kemungkinan besar terjadi karena Toutatis terdiri dari dua bagian dan dipengaruhi gravitasi Bumi dan Jupiter. Jalur rotasinya yang tidak pasti membuatnya sulit diprediksi.

7. Apophis

Ditemukan pada 2004 dan diambil dari bahasa Yunani yang berarti "Dewa jahat mesir untuk kegelapan". Sesuai namanya, asteroid ini sempat membuat kepanikan di dunia astronomi pada tahun 2004. Apophis masuk dalam peringkat empat dari sepuluh dalam skala Torino. Skala 10 jadi patokan tertinggi atas risiko benda langit yang menumbuk Bumi dan dianggap sebagai kiamat.

Apophis diprediksi akan mendekati Bumi pada 13 April 2029 dengan jarak sekitar 30 ribu kilometer.

BUMI DIMASA LALU DAN DIMASA DEPAN

Jika benar apa yang telah diperhitungkan oleh pakar-pakar geologi, 250 juta tahun kedepan benua-benua akan kembali menjadi satu. Menjadi benua besar seperti kembali 255 juta tahun yang lalu yaitu benua Pangea. 

Dari mana pakar geologi tahu bentuk bumi masa depan?
Tentunya untuk membuat model bumi masa depan jelas harus diketahui kecepatan dari pergerakan kerak-kerak bumi ini terlebih dahulu, kemudian masing-masing kerak lempengan saling bertabrakkan. 



Diatas itu gambar yang menunjukkan peta kecepatan masing-masing lempengan tektonik yang ada di bumi ini.
Lihat panjang dari anak panah menunjukkan kecepatannya. Semakin panjang semakin cepat jalannya. Lempengan IndoAustalia bergerak dengan kecepatan 7-8 cm pertahun kle arah Timur laut. sedangkan Eurasia bergerak ke timur. Terlihat bahwa ada tubrukan kalau arahnya berbeda. Tubrukan lempeng inilah yang menyebabkan gempa. Dengan bermodalkan rupa bumi saat ini beserta kecepatan gerakan benua-benua masa kini tentunya dapat dibuat model benua bumi dimasa mendatang.

Pangaea atau Pangea (Pan berarti keseluruhan, seluruh dan Gaia berarti Bumi dalam Bahasa Yunani Kuno) adalah Superbenua yang sangat besar pada zaman Paleozoikum dan Mesozoikum sekitar 250 juta tahun yang lalu, sebelum akhirnya terbelah atau terpecah menjadi beberapa potong benua atau lempeng lalu menyebar ke seluruh permukaan bumi.

Berikut adalah gambaran-gambaran bumi dari pertama kali permukaan tebentuk, hingga masa depannya. (sesuai urutan)

Precambrian

http://asalasah.blogspot.com/2013/01/wajah-bumi-zaman-dulu-hingga-masa-depan.html
Cambrian



Ordovician

http://asalasah.blogspot.com/2013/01/wajah-bumi-zaman-dulu-hingga-masa-depan.html

Silurian

Devonian

FENOMENA LANGIT YANG AKAN TERJADI DI TAHUN 2013


Tahun 2012 telah berakhir, beberapa orang mungkin bertanya-tanya apa yang akan muncul di langit pada 2013. Fenomena apa yang mungkin kita bisa saksikan di langit? Tahun 2013 juga menjanjikan kemungkinan dua komet bersinar terang: PANSTARRS dan ISON. Seperti yang dikatakan astronom, komet terkenal berubah-ubah, kita hanya bisa menebak seberapa terang mereka dan berapa lama ekor mereka akan terlihat. Kita hanya harus menunggu dan melihatnya. Secara umum, tahun 2013 menjanjikan 12 bulan yang seru untuk penikmat langit.

21 Januari: Bulan terlihat sangat dekat/konjungsi Jupiter

Bagi warga Amerika Utara, ini hal yang benar-benar menakjubkan. Fenomena ini dapat dengan mudah terlihat bahkan dari kota-kota yang terang. Bulan terlihat bersinar tidak utuh, hanya 78 persen bersinar, akan melewati kurang dari satu derajat ke selatan dari planet Jupiter, planet terbesar dalam tata surya kita. Kedua benda bercahaya ini akan terlihat sangat dekat di langit malam sehingga bisa dilihat oleh semua. Hal yang lebih menarik adalah ini akan menjadi konjungsi Bulan-Jupiter terdekat hingga 2026!

2-23 Februari: Pemandangan malam terbaik Merkurius

Merkurius, planet terdalam yang "sukar dipahami", akan bergerak cukup jauh dari silau matahari sehingga akan mudah terlihat di langit barat, segera setelah matahari terbenam. Pada 8 Februari malam Merkurius akan terlihat dalam kurang dari 0,4 derajat dari planet yang jauh lebih redup, Mars. Merkurius akan tiba di perpanjangan terbesarnya dari matahari pada Feb.16. Planet ini akan sangat terang (-1.2 sampai -0.6 magnitudo) sebelum tanggal ini dan akan memudar dengan cepat hingga +1.2 besarnya setelah itu.
 
10-24 Maret: Penampakan terbaik komet PANSTARRS!
Komet PANSTARRS, yang ditemukan pada Juni 2011 dengan menggunakan Teleskop Pan-STARRS 1 di Haleakala, Hawaii, diperkirakan akan berada pada bentuk terbaiknya  dalam periode dua pekan ini. Selama waktu ini, komet tersebut juga akan berada paling dekat dengan matahari (45 juta kilometer) dan Bumi (164 juta kilometer). Meskipun Komet PANSTARRS sangat redup dan jauh saat pertama kali ditemukan, komet ini semakin terang sejak saat itu. Komet ini diharapkan dapat mencapai sedikitnya magnitudo pertama dan seharusnya terlihat rendah  di langit barat-barat laut tak lama setelah matahari terbenam. Pada 12 Maret malam komet akan terletak 4 derajat ke kanan dari bulan sabit yang sangat tipis.

25 April: Gerhana Bulan sebagian
Ini akan menjadi gerhana bulan parsial yang sangat kecil, dengan tungkai teratas bulan menggores sedikit sinar di atas Bumi yang gelap, bayangan umbra. Pada pertengahan gerhana, kurang dari 2 persen diameter Bulan akan berada di dalam bayangan gelap. Belahan Timur (Eropa, Afrika, Australia dan sebagian besar Asia) akan mendapatkan pemandangan terbaik. Gerhana bulan ini tidak akan terlihat dari Amerika Utara.

9 Mei: Gerhana Matahari melingkar seperti cincin

Selama gerhana matahari melingkar (juga dikenal sebagai gerhana "Cincin Api"), kerucut bayangan umbra bulan yang panjang terlalu pendek untuk mencapai Bumi. Dalam ukuran sudut, lingkar Bulan muncul sekitar 4,5 persen lebih kecil dari lingkar matahari. Jadi, efeknya seperti menempatkan satu koin uang receh di atas nikel: cincin sinar matahari tetap terlihat mengelilingi bulan. Jalur bayangan dari cincin itu dapat dilihat terbentang ribuan mil, tapi tidak akan lebih luas dari 172 km pada titik gerhana terbesar. Sebagian besar jalur berada di atas Samudra Pasifik, tapi saat atau segera setelah matahari lokal terbit, jalur itu akan terbelah di sepanjang bagian utara Australia (sekitar 10 Mei pagi) dan ujung timur ekstrem Papua Nugini, bersama dengan beberapa Kepulauan Solomon di dekatnya. Pada titik gerhana terbesar, fase cincin akan berlangsung selama 6 menit, 4 detik. Warga Hawaii akan melihat gerhana parsial pada 15:48 waktu Hawaii, bulan akan menjadi kabur sekitar 32 persen dari lingkar matahari.

24-30 Mei: Planet saling berdansa

Merkurius, Venus dan Jupiter akan memberikan pertunjukan menarik yang rendah di barat-barat laut langit temaram segera setelah matahari terbenam. Planet-planet tersebut akan terlihat acak satu sama lain, yang perubahan posisi planet-planet itu terlihat jelas dari satu malam ke malam berikutnya. Dua planet yang paling terang, Venus dan Jupiter, akan terpisah hanya dengan jarak 1 derajat pada 28 Mei, dengan Venus melewati barat laut (kanan atas) Jupiter dan bersinar lebih terang enam kali dibandingkan Jupiter.

23 Juni: Bulan purnama terbesar 2013

Pada 23 Juni, bulan akan bulat sempurna pada 7:32 EDT (1132 GMT), dan 32 menit sebelumnya bulan akan berada pada titik terdekat dengan Bumi pada 2013 pada jarak 356.991 km, yang membuatnya disebut supermoon. Diperkirakan terjadi pasang-surut ekstrem di laut (sangat rendah hingga sangat tinggi) selama beberapa hari berikutnya. 
12 Agustus: Hujan meteor Perseid
Hujan meteor Perseid tahunan dianggap salah satu fenomena tahunan terbaik berkat kemunculan 90 meteor per jamnya. Hujan meteor tersebut merupakan favorit orang-orang yang berkemah pada musim panas dan sering menjadi tontonan penduduk kota yang mungkin menghabiskan waktu di bawah langit gelap dan berbintang. Pada musim panas lalu, bulan berbentuk sabit lebar dan mengalami gangguan kecil selama hujan meteor. Namun pada 2013, bulan akan menjadi beberapa hari sebelum kuartal pertama dan akan menghilang pada malam hari, membuat malam menjadi gelap.

18 Oktober: Gerhana Bulan Penumbra

Bulan muncul melalui bagian utara dari bayangan penumbra Bumi selama gerhana bulan. Pada pertengahan gerhana, 76 persen diameter Bulan akan tenggelam dalam penumbra, mungkin cukup dalam untuk menyebabkan kegelapan yang samar, namun bagian bawah bulan yang menggelap dapat dilihat. Wilayah yang dapat melihatnya meliputi sebagian besar Asia, Eropa dan Afrika. Bagian tengah dan timur Amerika Utara bisa melihat fenomena Hunters’ Moon yang sedikit menggelap saat petang.

3 November: Gerhana Matahari campuran
Ini adalah gerhana matahari yang agak tidak biasa, yang terjadi dalam jarak 13.600 km di seluruh permukaan bumi, gerhana berubah cepat dari melingkar menjadi total, oleh karena itu dikenal para astronom sebagai "gerhana campuran." Sebenarnya, sebagian besar di sepanjang jalurnya, gerhana tampak secara total, dengan lingkaran (atau cincin) yang sangat tipis dari sinar matahari terlihat di dekat jalur awal. Jalur dari garis tengah gerhana ini dimulai dari Atlantik sekitar 875 km barat daya dari Bermuda.

Jadi, di sepanjang Atlantic Coast Amerika Utara, penonton yang tertarik (menggunakan alat bantu lihat yang tepat, seperti proyeksi lubang jarum atau kaca yang biasanya dipakai pengelas) hanya akan melihat lingkaran bulan gelap keluar dari bagian depan matahari saat matahari terbit. Jalur gerhana akan melewati selatan Cape Verde Islands, kemudian kurva akan menuju tenggara sejajar dengan garis pantai Afrika. Gerhana terbesar, dengan ketotalan 100 detik dari keseluruhan dan lebar jalur mencapai maksimal hanya 58 km, terjadi sekitar 402 km di lepas pantai Liberia. Jalur bayangan kemudian akan menyapu Afrika tengah, melewati sebagian Gabon, Kongo, Republik Demokratik Kongo, Uganda dan Kenya, sebelum berakhir saat matahari terbenam di perbatasan Ethiopia-Somalia.

Pertengahan November hingga Desember: Komet ISON

Pada 21 September 2012, dua astronom amatir (Vitali Nevski dari Belarusia dan Artyom Novichonok dari Rusia) menggunakan teleskop yang dimiliki oleh International Scientific Optical Network untuk menemukan sebuah komet baru yang diberi nama menggunakan akronim dari instrumen yang digunakan untuk menemukannya: Komet ISON. Kalkulasi orbit menunjukkan bahwa komet ISON akan begerak paling dekat menuju matahari, kurang dari 1,2 juta km di atas permukaan matahari, pada 28 November (Thanksgiving Day di Amerika Serikat).

Komet tersebut bisa cukup terang sehingga dapat terlihat pada siang hari saat waktu terdekatnya dengan matahari. Komet kemudian akan bergerak menuju Bumi, menempuh jarak 64 juta km dari planet Bumi sebulan kemudian. Karena komet ISON akan berada pada tempat terbaik untuk dilihat pada pagi dan malam hari dari belahan bumi utara selama beberapa pekan berikutnya, komet tersebut bisa menjadi salah satu komet yang paling banyak ditonton sepanjang masa.

Desember: Pesona Venus

Venus, planet paling terang dari semua planet, mempersembahkan pertunjukan selama satu bulan penuh, dan sangat spektakuler! Venus memberikan pemandangan paling hebat untuk 2013 dan 2014 baik langit malam atau pagi hari. Venus menghiasi langit malam barat daya selama tiga jam setelah matahari terbenam pada awal bulan, dan 1,5 jam setelah matahari terbenam saat Malam Tahun Baru. Bulan sabit indah akan muncul di atas kanan planet tersebut pada 5 Desember, dan malam berikutnya Venus akan mencapai puncak kecemerlangannya. Venus tidak akan seterang "bintang malam" itu lagi hingga 2021.

13-14 Desember: Hujan meteor Geminid

Jika ada satu penampakan meteor yang dijamin akan memberikan pertunjukan yang sangat menghibur, itu adalah hujan meteor Geminid. Sebagian besar ahli meteor saat ini menempatkannya di puncak daftar meteor, karena memiliki kelebihan dalam kecemerlangan dan lebih dapat diandalkan bahkan melebihi Perseid pada Agustus.

Sayangnya, pada 2013, bulan akan ada beberapa hari sebelum fase sempurna dan akan menerangi langit malam, membuat meteor lain yang lebih redup tidak kelihatan. Namun, sekitar pukul 4:30 (waktu lokal Anda), bulan akhirnya akan tenggelam, membuat langit gelap gulita sekitar satu jam. Itu akan menjadi kesempatan Anda untuk melihat penampakan dua meteor per menit, atau 120 per jam! Jadi penikmat langit malam, tandai kalender Anda: 2013 menjanjikan fenomena langit yang luar biasa! [yahoo/space]

GALAKSI TERTUA DI ANGKASA ADALAH UDFj-39546284


Foto NASA, ESA, R. Ellis (Caltech), and the UDF 2012 Team
Para ahli astronomi menemukan tujuh galaksi yang ada hanya beberapa ratus juta tahun setelah kelahiran alam semesta, salah satunya mungkin termasuk yang tertua yang pernah ditemukan sampai saat ini. Galaksi yang berpotensi memegang rekor itu, yang dikenal sebagai UDFj-39546284, kemungkinan muncul saat alam semesta baru berusia 380 juta tahun, menurut para peneliti. Mungkin itu galaksi terjauh yang pernah dilihat. Keenam galaksi terjauh lainnya terbentuk dalam waktu 600 juta tahun setelah Big Bang, yang menciptakan alam semesta kita 13,7 miliar tahun yang lalu. UDFj-39546284 terdeteksi sebelumnya, dan peneliti menduga bahwa galaksi tersebut terbentuk pada 500 juta tahun atau lebih setelah Big Bang. Pengamatan terbaru, yang dilakukan dengan menggunakan Hubble Space Telescope milik NASA, memungkinkan untuk bisa mendapatkan informasi mengenai pembentukannya yang jauh lebih awal lagi.

Ketujuh galaksi tersebut merupakan sensus pertama yang dapat dipercaya dalam rentang waktu 400 miliar sampai 600 miliar tahun setelah kelahiran alam semesta, seperti yang dikatakan oleh para penelitinya. Sensus tersebut mendeteksi peningkatan yang stabil dalam galaksi selama periode ini, menunjukkan bahwa pembentukan bintang-bintang serta galaksi awal, yang disebut sebagai fajar kosmos atau "cosmic dawn", terjadi secara bertahap dibandingkan secara tiba-tiba. Cosmic dawn tersebut mungkin bukan merupakan suatu kejadian tunggal yang dramatis.

Ellis dan timnya mengarahkan teleskop Hubble pada suatu wilayah kecil di langit yang dikenal sebagai Hubble Ultra Deep Field, yang diamati oleh teleskop tersebut selama berjam-jam guna mengumpulkan banyak cahaya untuk mengamati objek samar yang sangat jauh. Para peneliti menggunakan Wide Field Camera 3 dari teleskop Hubble untuk mempelajari bidang yang mendalam di dekat gelombang panjang inframerah selama Agustus dan September 2012. Para ahli astronomi tersebut menggunakan filter khusus untuk mengukur redshifts galaksi, yaitu seberapa banyak cahaya mereka yang terbentang sebagai akibat dari ekspansi ruang angkasa. Dari redshifts tersebut para peneliti mampu menghitung jarak ke setiap galaksi dan mengungkap usia mereka.

Hasil penelitian tersebut menunjukan asal alam semesta kita. Data terbaru dari teleskop Hubble "berasal dari penggalian arkeologi terbesar yang kita miliki dari alam semesta. Tim peneliti menggunakan teleskop Hubble semaksimal mungkin, dan teleskop tersebut kemungkinan tidak akan dapat digunakan untuk mengukur usia objek langit lagi dalam lebih jauh lagi, kata Ellis. Bahkan akan menggali lebih dalam lagi ke masa lalu alam semesta. Penelitian terbaru tersebut telah diterima untuk publikasi dalam “The Astrophysical Journal Letters”. [space]

INILAH 5 KANDIDAT PLANET UNTUK HUNIAN MANUSIA



Sampai saat ini para ilmuwan memang belum menemukan planet yang memiliki bukti kehidupan, namun setidaknya ada beberapa kandidat planet yang dianggap cocok untuk ditinggali oleh manusia.

Planet Gliese 581g merupakan kandidat paling pas untuk menampung kehidupan. Demikian ungkap sistem ranking terbaru untuk planet-planet yang berpotensi untuk ditinggali.

Berikut adalah daftar lima besar planet yang berpotensi ditinggali manusia:

1. Gliese 581g

Planet berbatu. Berjarak 20 tahun cahaya dari Tata Surya kita. Berukuran tiga kali dari Bumi. Mengelilingi bintang Gliese 581 tiap 30 hari sekali.

2. Gliese 667Cc

Ditemukan pada Februari 2011. Berjarak 22 tahun cahaya di konstelasi rasi bintang Scorpion. Berukuran empat kali planet Bumi.

3. Kepler-22b

Pertama kali ditemukan pada Desember 2011. Berukuran dua kali planet Bumi. Memiliki rata-rata suhu 72 derajat Farenheit. Planet luar ini (exoplanet) ini berjarak 600 tahun cahaya.

4. HD 85512b

Berjarak 35 tahun cahaya dari Bumi. Terletak di konstelasi rasi bintang Vela. Planet ini ditemukan pada Desember 2011. Suhunya diperkirakan adalah 77 derajat Farenheit.

5. Gliese 581d

Planet ini berukuran tujuh kali Bumi. Pertama kali ditemukan pada 2007.

ASTRONOMI ISLAM MENGUAK RAHASIA LANGIT

Sebagai salah satu ilmu pengetahuan tertua dalam peradaban manusia, Astronomi kerap dijuluki sebagai ‘ratu sains’. Astronomi memang menempati posisi yang terbilang istimewa dalam kehidupan manusia. Sejak dulu, manusia begitu terkagum-kagum ketika memandang kerlip bintang dan pesona benda-benda langit yang begitu luar biasa.

Awalnya, manusia menganggap fenomena langit sebagai sesuatu yang magis. Seiring berputarnya waktu dan zaman, manusia pun memanfaatkan keteraturan benda-benda yang mereka amati di angkasa untuk memenuhi kebutuhan hidup seperti penanggalan. Dengan mengamati langit, manusia pun bisa menentukan waktu utuk pesta, upacara keagamaan, waktu untuk mulai menabur benih dan panen.

Jejak astronomi tertua ditemukan dalam peradaban bangsa Sumeria dan Babilonia yang tinggal di Mesopotamia (3500 – 3000 SM). Bangsa Sumeria hanya menerapkan bentuk-bentuk dasar astronomi. Pembagian lingkaran menjadi 360 derajat berasal dari bangsa Sumeria.

Orang Sumeria juga sudah mengetahui gambaran konstelasi bintang sejak 3500 SM. Mereka menggambar pola-pola rasi bintang pada segel, vas, dan papan permainan. Nama rasi Aquarius yang dikenal saat ini berasal dari bangsa Sumeria.

Astronomi juga sudah dikenal masyarakat India kuno. Sekitar tahun 500 SM, Aryabhata melahirkan sistem matematika yang menempatkan bumi berputar pada porosnya. Aryabhata membuat perkiraan mengenai lingkaran dan diameter bumi. Brahmagupta (598 – 668) juga menulis teks astronomi yang berjudul Brahmasphutasiddhanta pada 628. Dialah astronom pendahulu yang menggunakan aljabar untuk memecahkan masalah-masalah astronomi.

Masyarakat Cina kuno 4000 SM juga sudah mengenal astronomi. Awalnya, astronomi di Cina digunakan untuk mengatur waktu. Orang Cina menggunakan kalender lunisolar. Namun, kerena perputaran matahari dan bulan berbeda, para ahli astronomi Cina sering menyiapkan kalender baru dan membuat observasi.

Bangsa Yunani kuno juga amat tertarik dengan astronomi. Adalah Thales yang mengawalinya pada abad ke-6 SM. Menurut dia, bumi itu berbentuk datar. Phytagoras sempat membantah pendapat itu dengan menyatakan bumi itu bulat. Dua abad berselang, Aristoteles melahirkan terobosan penting yang menegaskan menyatakan bahwa bumi itu bulat bundar.

Aristachus pada abad ke-3 SM sempat melontarkan pendapat bahwa Bumi bukanlah pusat alam semesta. Teori itu tak mendapat tempat pada masa itu. Era astronomi klasik ditutup Hipparchus pada abad ke-1 SM yang melontarkan teori geosentris. Bumi itu diam dan dikelilingi oleh matahari, bulan, dan planet-planet yang lain. Sistem geosentris itu disempurnakan Ptolomeus pada abad ke-2 M .

Astronomi Islam
Setelah runtuhnya kebudayaan Yunani dan Romawi pada abad pertengahan, maka kiblat kemajuan ilmu astronomi berpindah ke bangsa Arab. Astronomi berkembang begitu pesat pada masa keemasan Islam (8 – 15 M). Karya-karya astronomi Islam kebanyakan ditulis dalam bahasa Arab dan dikembangkan para ilmuwan di Timur Tengah, Afrika Utara, Spanyol dan Asia Tengah.

Salah satu bukti dan pengaruh astronomi Islam yang cukup signifikan adalah penamaan sejumlah bintang yang menggunakan bahasa Arab, seperti Aldebaran dan Altair, Alnitak, Alnilam, Mintaka (tiga bintang terang di sabuk Orion), Aldebaran, Algol, Altair, Betelgeus.
Selain itu, astronomi Islam juga mewariskan beberapa istilah dalam `ratu sains’ itu yang hingga kini masih digunakan, seperti alhidade, azimuth, almucantar, almanac, denab, zenit, nadir, dan vega. Kumpulan tulisan dari astronomi Islam hingga kini masih tetap tersimpan dan jumlahnya mencapaii 10 ribu manuskrip.

Ahli sejarah sains, Donald Routledge Hill, membagi sejarah astronomi Islam ke dalam empat periode. Periode pertama (700-825 M) adalah masa asimilasi dan penyatuan awal dari astronomi Yunani, India dan Sassanid. Periode kedua (825-1025) adalah masa investigasi besar-besaran dan penerimaan serta modifikasi sistem Ptolomeus. Periode ketiga (1025-1450 M), masa kemajuan sistem astronomi Islam. Periode keempat (1450-1900 M), masa stagnasi, hanya sedikit kontribusi yang dihasilkan.

Geliat perkembangan astronomi di dunia Islam diawali dengan penerjemahan secara besar-besaran karya-karya astronomi dari Yunani serta India ke dalam bahasa Arab. Salah satu yang diterjemahkan adalah karya Ptolomeus yang termasyhur, Almagest. Berpusat di Baghdad, budaya keilmuan di dunia Islam pun tumbuh pesat.

Sejumlah, ahli astronomi Islam pun bermunculan, Nasiruddin at-Tusi berhasil memodifikasi model semesta episiklus Ptolomeus dengan prinsip-prinsip mekanika untuk menjaga keseragaman rotasi benda-benda langit. Selain itu, ahli matematika dan astronomi Al-Khawarizmi, banyak membuat tabel-tabel untuk digunakan menentukan saat terjadinya bulan baru, terbit-terbenam matahari, bulan, planet, dan untuk prediksi gerhana.

Ahli astronomi lainnya, seperti Al-Batanni banyak mengoreksi perhitungan Ptolomeus mengenai orbit bulan dan planet-planet tertentu. Dia membuktikan kemungkinan gerhana matahari tahunan dan menghitung secara lebih akurat sudut lintasan matahari terhadap bumi, perhitungan yang sangat akurat mengenai lamanya setahun matahari 365 hari, 5 jam, 46 menit dan 24 detik.

Astronom Islam juga merevisi orbit bulan dan planet-planet. Al-Battani mengusulkan teori baru untuk menentukan kondisi dapat terlihatnya bulan baru. Tak hanya itu, ia juga berhasil mengubah sistem perhitungan sebelumnya yang membagi satu hari ke dalam 60 bagian (jam) menjadi 12 bagian (12 jam), dan setelah ditambah 12 jam waktu malam sehingga berjumlah 24 jam.

Buku fenomenal karya Al-Battani pun diterjemahkan Barat. Buku ‘De Scienta Stelarum De Numeris Stellarum’ itu kini masih disimpan di Vatikan. Tokoh-tokoh astronomi Eropa seperti Copernicus, Regiomantanus, Kepler dan Peubach tak mungkin mencapai sukses tanpa jasa Al-Batani. Copernicus dalam bukunya ‘De Revoltionibus Orbium Clestium’ mengaku berutang budi pada Al-Battani.

Dunia astronomi juga tak bisa lepas dari bidang optik. Melalui bukunya Mizan Al-Hikmah, Al Haitham mengupas kerapatan atmofser. Ia mengembangkan teori mengenai hubungan antara kerapatan atmofser dan ketinggiannya. Hasil penelitiannya menyimpulkan ketinggian atmosfir akan homogen di ketinggian lima puluh mil.

Teori yang dikemukakan Ibn Al-Syatir tentang bumi mengelilingi matahari telah menginspirasi Copernicus. Akibatnya, Copernicus dimusuhi gereja dan dianggap pengikut setan. Demikian juga Galileo, yang merupakan pengikut Copernicus, secara resmi dikucilkan oleh Gereja Katolik dan dipaksa untuk bertobat, namun dia menolak.

Menurut para ahli sejarah, kedekatan dunia Islam dengan dunia lama yang dipelajarinya menjadi faktor berkembangnya astronomi Islam. Selain itu, begitu banyak teks karya-karya ahli astronomi yang menggunakan bahasa Yunani Kuno, dan Persia yang diterjemahkan ke dalam bahasa Arab selama abad kesembilan. Proses ini dipertinggi dengan toleransi terhadap sarjana dari agama lain. Sayang, dominasi itu tak bisa dipertahankan umat Islam. 

Jejak Abadi di Kawah ke Bulan
Ilmuwan Islam begitu banyak memberi kontribusi bagi pengembangan dunia astronomi. Buah pikir dan hasil kerja keras para sarjana Islam di era tamadun itu diadopsi serta dikagumi para saintis Barat. Inilah beberapa ahli astronomi Islam dan kontribusi yang telah disumbangkannya bagi pengembangan `ratu sains’ itu.

Al-Battani (858-929).
Sejumlah karya tentang astronomi terlahir dari buah pikirnya. Salah satu karyanya yang paling populer adalah al-Zij al-Sabi. Kitab itu sangat bernilai dan dijadikan rujukan para ahli astronomi Barat selama beberapa abad, selepas Al-Battani meninggal dunia. Ia berhasil menentukan perkiraan awal bulan baru, perkiraan panjang matahari, dan mengoreksi hasil kerja Ptolemeus mengenai orbit bulan dan planet-planet tertentu. Al-Battani juga mengembangkan metode untuk menghitung gerakan dan orbit planet-planet. Ia memiliki peran yang utama dalam merenovasi astronomi modern yang berkembang kemudian di Eropa.

Al-Sufi (903-986 M)
Orang Barat menyebutnya Azophi. Nama lengkapnya adalah Abdur Rahman as-Sufi. Al-Sufi merupakan sarjana Islam yang mengembangkan astronomi terapan. Ia berkontribusi besar dalam menetapkan arah laluan bagi matahari, bulan, dan planet dan juga pergerakan matahari. Dalam Kitab Al-Kawakib as-Sabitah Al-Musawwar, Azhopi menetapkan ciri-ciri bintang, memperbincangkan kedudukan bintang, jarak, dan warnanya. Ia juga ada menulis mengenai astrolabe (perkakas kuno yang biasa digunakan untuk mengukur kedudukan benda langit pada bola langit) dan seribu satu cara penggunaannya.

Al-Biruni (973-1050 M)
Ahli astronomi yang satu ini, turut memberi sumbangan dalam bidang astrologi pada zaman Renaissance. Ia telah menyatakan bahwa bumi berputar pada porosnya. Pada zaman itu, Al-Biruni juga telah memperkirakan ukuran bumi dan membetulkan arah kota Makkah secara saintifik dari berbagai arah di dunia. Dari 150 hasil buah pikirnya, 35 diantaranya didedikasikan untuk bidang astronomi.

Ibnu Yunus (1009 M)
Sebagai bentuk pengakuan dunia astronomi terhadap kiprahnya, namanya diabadikan pada sebuah kawah di permukaan bulan. Salah satu kawah di permukaan bulan ada yang dinamakan Ibn Yunus. Ia menghabiskan masa hidupnya selama 30 tahun dari 977-1003 M untuk memperhatikan benda-benda di angkasa. Dengan menggunakan astrolabe yang besar, hingga berdiameter 1,4 meter, Ibnu Yunus telah membuat lebih dari 10 ribu catatan mengenai kedudukan matahari sepanjang tahun.

Al-Farghani
Nama lengkapnya Abu’l-Abbas Ahmad ibn Muhammad ibn Kathir al-Farghani. Ia merupakan salah seorang sarjana Islam dalam bidang astronomi yang amat dikagumi. Beliau adalah merupakan salah seorang ahli astronomi pada masa Khalifah Al-Ma’mun. Dia menulis mengenai astrolabe dan menerangkan mengenai teori matematik di balik penggunaan peralatan astronomi itu. Kitabnya yang paling populer adalah Fi Harakat Al-Samawiyah wa Jaamai Ilm al-Nujum tentang kosmologi.

Al-Zarqali (1029-1087 M)
Saintis Barat mengenalnya dengan panggilan Arzachel. Wajah Al-Zarqali diabadikan pada setem di Spanyol, sebagai bentuk penghargaan atas sumbangannya terhadap penciptaan astrolabe yang lebih baik. Beliau telah menciptakan jadwal Toledan dan juga merupakan seorang ahli yang menciptakan astrolabe yang lebih kompleks bernama Safiha.

Jabir Ibn Aflah (1145 M)
Sejatinya Jabir Ibn Aflah atau Geber adalah seorang ahli matematik Islam berbangsa Spanyol. Namun, Jabir pun ikut memberi warna da kontribusi dalam pengembangan ilmu astronomi. Geber, begitu orang barat menyebutnya, adalah ilmuwan pertama yang menciptakan sfera cakrawala mudah dipindahkan untuk mengukur dan menerangkan mengenai pergerakan objek langit. Salah satu karyanya yang populer adalah Kitab al-Hay’ah. 

Kegemilangan Observatorium Ulugh Beg
Sejatinya observatorium pertama di dunia dibangun astronom Yunani bernama Hipparchus (150 SM). Namun, di mata ahli astronomi Muslim abad pertengahan, konsep observatorium yang dilahirkan Hipparcus itu jauh dari memadai. Sebagai ajang pembuktian, para sarjana Muslim pun membangun observatorium yang lebih moderen pada zamannya.

Sejumlah astronom Muslim yang dipimpin Nasir al-Din al-Tusi berhasil membangun observatorium astronomi di Maragha pada 1259 M. Observatorium itu dilengkapi perpustakaan dengan koleksi buku mencapai 400 ribu judul. Observatorium Maragha juga telah melahirkan sejumlah astronom terkemuka seperti, QuIb al-Din al-Shirazy, Mu’ayyid al-Din al-Urdy, Muiyi al-Din al-Maghriby, dan banyak lagi.

Ahli astronomi Barat, Kevin Krisciunas dalam tulisannya berjudul The Legacy of Ulugh Beg mengungkapkan, observatorium termegah yang dibangun sarjana Muslim adalah Ulugh Beg. Observatorium itu dibangun seorang penguasa keturunan Mongol yang bertahta di Samarkand bernama Muhammad Taragai Ulugh Beg (1393-1449). Dia adalah seorang pejabat yang menaruh perhatian terhadap astronomi.

`’Ketertarikan dalam astronomi bemula, ketika dia mengunjungi Observatorium Maragha yang dibangun ahli astronomi Muslim terkemuka, Nasir al-Din al-Tusi,” tutur Krisciunas.

Geliat pengkajian astronomi di Samarkand mulai berlangsung pada tahun 1201. Namun, aktivitas astronomi yang sesungguhnya di wilayah kekuasaan Ulugh Beg mulai terjadi pada 1408 M.

Ghirah astronomi di Samarkand mengalami puncaknya ketika Ulugh Beg mulai membangun observatorim pada 1420. Menurut Kriscunas, berdasarkan laporan yang ditulis ahli astronomi pada saat iru, Al-Kashi aktivitas pengkajian astronomi di Observatorium Ulugh Beg didukung oleh tujuh puluh sarjana. Para ahli astronomi itu mendapatkan perlakukan istimewa dengan fasilitas dan gaji yang luar biasa besarnya.

Observatorium ini beroperasi selama 50 tahun. Sayangnya, setelah Ulugh Beg meninggal, obeservatorium itu pun mengalami kehancuran. Sejumlah astronom telah lahir dari lembaga itu yakni, Giyath al-Din Jamshid al-Kushy, Qadizada al-Rumy dan `Ali ibn Muhammad al-Qashji. Observatorium yang terakhir milik Islam dibangun di Istanbul tahun 1577, di zaman kekuasaan Sultan Murad III (1574-1595) yang didirikan Taqi al-Din Muhammad ibn Ma’ruf al-Rashyd al-Dimashqiy.

TATA SURYA PALING ANEH YANG PERNAH DI TEMUKAN

Tim astronom yang salah satu anggotanya adalah Dr Gavin Ramsay dari Observatorium Armagh menemukan bukti adanya tata surya atau sistem keplanetan yang paling aneh. Dalam tata surya tersebut, dua planet raksasa mengitari bintang ganda bernama UZ For yang terdiri dari bintang katai merah dan katai putih.

Hasil observasi tim astronom itu dipublikasikan di jurnal Monthly Notices of Royal Astronomical Society dengan judul "Possible detection of two giant extrasolar planets orbiting the eclipsing polar UZ Fornacis". Jika kelak terbukti kebenarannya, maka tata surya itu akan menjadi tata surya baru yang paling aneh.

Dalam sistem bintang ganda, dua bintang yang berpasangan akan mengitari satu sama lain. Bintang katai merah dan katai putih pada sistem UZ For juga mengalami hal serupa, dengan waktu revolusi hanya beberapa jam. Karena bintang satu akan melewati muka bintang lain, dan demikian sebaliknya, maka beberapa gerhana akan terjadi.


Sama seperti gerhana Matahari dan Bulan, gerhana yang terjadi pada sistem keplanetan tersebut sebenarnya bisa diperkirakan. Namun, dalam observasi, para astronom menemukan fakta bahwa gerhana kadang terjadi terlalu dini atau terlalu terlambat. Akhirnya, astronom berpendapat, ada dua planet yang mengitari bintang ganda itu, membuat gerhana seolah dini atau terlambat.


Berdasarkan perhitungan, dua planet yang mengitari bintang ganda itu setidaknya memiliki massa masing-masing 6 dan 8 kali Jupiter. Sementara itu, waktu yang diperlukan oleh planet untuk melakukan satu revolusi masing-masing 5 dan 16 tahun. Sistem keplanetan ini terlalu jauh untuk secara langsung dicitrakan.


Sistem bintang ganda menjadikan planet dalam sistem tersebut sangat tidak bisa dihuni. Bintang katai putih secara terus-menerus mencuri material dari permukaan bintang katai merah sehingga material seolah mengalir di angkasa bak sungai. Material itu kemudian terpanaskan hingga jutaan Kelvin, membanjiri sistem keplanetan dengan sinar-X yang mematikan.


Dengan fakta itu, maka tak perlu berharap adanya planet yang memiliki kehidupan di dalam sistem tersebut. Observasi bintang ganda dan dua planet yang kemungkinan mengitarinya itu dilakukan dengan Southern African Large Telescop (SALT) dan data hasil observasi selama 27 tahun dari beberapa observatorium.
BULAN BULAN DI TATA SURYA

BULAN BULAN DI TATA SURYA

Tata Surya kita terdiri dari sebuah Matahari dan 8 planet. Tata Surya ini menyimpan berbagai fakta dan hal menarik yang patut menjadi perhatian. Salah satunya adalah bulan, yang merupakan satelit alami yang mengorbit di planet. Terkadang bulan memiliki berbagai fakta menarik, semenarik planet yang diorbitnya.

10. Ganymede – Bulan Yang Paling Besar di Tata Surya.
Sekilas, Ganymede terlihat kaya bulan yang ada di Bumi. Tapi ada perbedaan yang sangat signifikan, yaitu ukurannya. Ganymede nih bulan terbesar yang dimiliki Jupiter, dan juga yang terbesar di Tata Surya :matabelo. Dan unik-nya lagi, bulan ini punya medan magnet sendiri!, padahal bulan yang lain ga punya tuh, hehehe.

Bahkan ukurannya aja, antara ukuran Merkurius dan Mars (8% lebih gede dari Merkurius, dan ¾-nya ukuran Mars). Kalau Ganymede mengorbit Matahari, bukannya Jupiter. Mungkin dia bisa dianggap sebagai planet. Jadi, ini seperti planet yang mengorbit di planet lain. Kalau Leonardo DiCaprio nyebutnya Planet-Ception 
9. Miranda – Bulan Yang Paling Jelek
Ane ga bercanda gan, bulan ini memang bener-bener jelek :najiss, padahal namanya cantik ya. Mungkin inilah objek terjelek di Tata Surya. Kaya sekumpulan lumpur yang dibulat-bulatin terus dilempar ke orbit Uranus :ngakaks.

Miranda memiliki pemandangan yang beragam. Bercak-bercak seperti bekas disapu yang terdapat di pegunungan dan lembah yang disebut dengan Coronae, tidak dapat ditemukan di manapun di planet kita. Miranda juga memiliki ngarai yang sangat dalam, bahkan 12 kali lebih dalam dari Grand Canyon! :matabelo. Kalau agan/sista menjatuhkan batu dari tebing tertinggi disana, maka butuh waktu 10 menit untuk sampai ke dasarnya, hehehe.


Dan ilmuwan suka banget berdebat bagaimana alasannya di Miranda ini bisa punya bentuk yang aneh gitu :bingungs. Ada beberapa hepotesis yang dipikirkan oleh para ilmuwan, yaitu: bahwa ada tabrakan besar di masa lalu yang membuat bulan itu hancur dan terpisah-pisah. Ada juga yang berpendapat bahwa ada hantaman dari meteor-meteor dan kemudian mengeras disana. Dan ada lagi pendapat bahwa ada pasuka intergalaktik yang datang kesana untuk menambang emas tapi ga ketemu-ketemu walau sudah ditambang sampai seperti itu(butuh rujukan). Kita mungkin tidak akan pernah tahu mengapa 
Btw, Miranda itu adalah nama karakter yang diciptakan Shakespeare yang ga pernah menikah. Tidak diragukan lagi, ane pun ga yakin si Miranda ini bisa ngedate dengan gebetannya .

8. Callisto – Objek Dengan Kawah Yang Paling Banyak di Tata Surya.
Callisto, bulannya Jupiter adalah bulan yang jerawatan . Callisto tidak memiliki aktifitas geologi yang dapat merubah bentuk permukaannya, sehingga kawah-kawah yang sudah lama menumpuk tanpa berubah bentuk. Usia-nya sekitar 4 miliar tahun, menjadikannya sebagai permukaan yang tertua yang tidak berubah, dan merupakan objek dengan kawah terbanyak di Tata Surya. Area yang memiliki kawah jauh lebih banyak ketimbang area yang tidak berkawah di Callisto.

Karena banyaknya kawah yang menumpuk, maka di Callito ada kawah yang berada di dalam kawah.

Kalau tadi ada Planet-Ception, kalau yang ini namanya Crater-Ception :hammers. Kayanya Jupiter ini fans-nya Leonardo DiCaprio deh.
7. Dactyl – Bulan dari Aesteoroid
Dengan lebar hanya 1 mil, Dactyl merupakan bulan terkecil yang ada di Tata Surya! Lihat gambar diatas? Objek yang besar itu adalah sebuah asteoroid bernama Ida, dan Dactyl itu yang titil kecil itu.

Dactyl merupakan salah satu bulan teraneh di Tata Surya, karena ketimbang mengorbit di planet, eh dia malah mengorbit di Asteoroid :hammers. Dalam mitologi Yunani, Ida merupakan nama sebuah gunung yang dihuni oleh makhluk bernama Dactyl.


Meskipun begitu, dactyl telah menjawab berbagai pertanyaan ilmuwan. Sebagai contohnya, ilmuwan dapat menentukan massa dan komposisi Ida dari mempelajari orbit Dactyl tersebut. Dan juga, sebelum ditemukannya Dactyl, astronom berpendapat bahwa asteoroid terlalu kecil untuk memiliki bulan.

6. Epimetheus dan Janus – Bulan Menghindari Tabrakan Dengan Tipis.
Epimentheus dan Janus adalah bulan-nya Saturnus. Mereka memiliki orbit yang sama. Namun uniknya, setiap 4 tahun sekali mereka hampir bertabrakan, tapi tidak pernah bertabrakan, dan selalu bertukar posisi. Jarak terdekat diantara keduanya bisa mencapai hanya 10.000 KM! :matabelo.
5. Enceladus – Si Pembuat Cincin
Enceladus ini merupakan salah satu bulan-nya Saturnus. Tau Saturnus kan gan? Itu lho yang planet yang punya cincin yang indah :D. Nah ternyata, sebagian dari cincin tersebut dihasilkan dari bulan ini!
Enceladus ini merupakan objek yang paling reflektif di Tata Surya. Dia memantulkan hampir 100% cahaya yang dia terima. Di Enceladus juga ada geyser, nah dari situlah di lepaskan berbagai partikel es dan debu ke angkasa. Dan ternyata, dari situlah tercipta salah satu cincin dari Saturnus :matabelo.
Nah, Enceladus itu objek hitam kecil ditengah cincin itu.
4. Triton – Satu-satunya Yang Memiliki Gunung Ber-Es.
triton ini merupakan bulan terbesar dari Planet Neptunus. Triton juga merupakan satu-satunya bulan di Tata Surya yang mengorbit berlawanan arah dari rotasi planet-nya!

Gunung ber-es yang ane maksud disini bukan gunung yang di puncaknya ada es kaya gunung Jawawijaya :hammers. Tapi gunung yang bisa meletus atau gunung berapi, tapi letusannya bukan lava melainkan es :hammers. Ya, gunung disana memuntahkan Air yang bercampur Amonia yang kemudian membeku karena suhu dipermukaannya :takuts.
Selain itu, Triton juga sangat terang dan memantulkan banyak cahaya. Itu dikarenakan permukaannya ditutupi oleh es. Tapi bukannya es dari air, tau Nitrogen cair? Suhu-nya sangat dingin, nah itulah yang kemudian membentuk lapisan es dipermukaan Triton. Dan itulah sebabnya, Triton merupakan objek paling dingin di Tata Surya:takuts.
Copyright © 2012-2099 Contoh Artikel Berita - Template by Ardi Bloggerstranger. All rights reserved.