a
Tampilkan postingan dengan label Hobby. Tampilkan semua postingan

Info Tentang Burung Jalak Thailand atau Jalak Hongkong

Info Tentang Burung Jalak Thailand atau Jalak Hongkong

Jalak Thailand (Sturnus nigricollis/black Collared starling) di pasaran dikenali dengan sebutan jalak Hongkong. Ukuran tubuh jalak Thailand lebih besar dan lebih panjang dari jenis jalak lokal seperti jalak suren, jalak putih, maupun jalak bali yang fisiknya tergolong besar.


A. Ciri-Ciri Fisik
Jalak thailand hampir menyerupai jalak suren. Keduanya dibedakan oleh bulu kepala dan dagu jalak thailand yang berwarna putih semuanya. Jalak thailand yang telah dewasa, dari mantel hingga ke leher dilingkari bulu berwarna hitam. Bulu sayapnya didominasi warna hitam sampai ke bagian ekornya, sedangkan bulu dadanya hingga ke penutup bulu ekornya berwarna putih. Paruh dan kakinya berwarna hitam keabuabuan. Di matanya melingkar warna kuning, garis matanya berwarna kekuning-kuningan. Dibandingkan jalak jenis lain dari keluarga Sturnidae, fisik jalak thailand lebih tegak dan ttampak lebih gagah, dadanya pun terlihat lebih bidang.

Jalak thailand yang masih muda (muda hutan) mempunyai bulu pada bagian dagu hingga ke batas dada burung muda hutan berwarna kecokelatan. Keunikan jalak thailand muda yaitu sifat liarnya bisa melebihi burung dewasa dan hal ini bisa menjadi kendala perawatan pada tahap awal.

B. Habitat dan Pakan Alami
Di alam bebas, jalak thailand hidup di kaki bukit atau di daerah dataran tinggi yang tanahnya membentuk kemiringan. Disamping itu lingkungan tersebut memiliki hutan yang agak lebat dan juga terdapat sumber air yang dangkal. Meskipun jalak thailand mencari kebutuhan hidupnya di pohon-pohon, tetapi burung ini selalu ada di permukaan tanah.

Pakan alami jalak thailand adalah serangga jenis besar seperti belalang dan kupu-kupu. Dalam musim berkembang biak, rumput kering dan ranting kayu kering menjadi bahan utama pembuat sarang. Umumnya jenis pohon palem menjadi pilihan untuk bersarang. Dalam sekali musim berkembang biak, jalak thailand bertelur 3—4 butir dan jarang ada yang gagal dalam pengeraman.

C. Perbedaan Jantan dan Betina
Jalak thailand jantan kepalanya lebih besar, bulu yang mengalung di lehernya berwarna lebih cerah, tubuhnya lebih gempal, ekornya lebih panjang. Sementara jalak thailand yang betina kepalanya lebih kecil, bulu yang mengalung di lehernya tampak kusam, tubuhnya lebih kecil, ekornya lebih pendek. Burung jantan maupun betina bisa berkicau, tetapi yang jantan lebih rajin. Namun, ciri itu hanya terlihat pada jalak thailand yang tergolong dewasa. Sementara untuk membedakan jenis kelamin pada burung anakan atau muda hutan hanya dengan memperkirakan besar kepala dan panjang fisiknya.

D. Daya Tarik Jalak Thailand
Daya tarik yang paling menonjol dari jalak thailand adalah suara dan kemampuannya menirukan kicauan burung lain.

D. 1. Peniru kelas tinggi
Jalak thailand mampu menyuarakan dengan baik kicauan yang ditirunya. Bahkan suara yang dikicaukannya bisa lebih baik dari kicauan burung aslinya. Vokal suara jalak thailand yang terbentuk seperti halnya poksai hitam dan robin asal Cina. Jadi, kalau jalak thailand menirukan suara burung tersebut maka suara yang dikicaukannya akan sama. Kalau rajin dilatih, jalak thailand yang masih anakan bisa mengoceh seperti beo.

Tipe kicauan jalak thailand cukup besar, keras, dan tajam. Sebaiknya, ciri-ciri suara yang akan ditirunya juga tidak jauh berbeda. Suara burung yang baik untuk ditiru jalak thailand di antaranya hwa mei, jokjok, robin (betina/jantan), kenari, prenjak, ciblek, dan burung-burung lain yang memiliki suara keras dan vokalnya berbentuk. Kalau burung pendampingnya masih sekerabat dengan jalak maka suara yang kelak akan ditonjolkan kemungkinan adalah kicauan keras, tajam, tetapi vokalnya tak berbentuk seperti halnya suara-suara jeritan.

D. 2. Bisa ditampilkan dalam kontes
Dalam kontes, kriteria suaranya belum memungkinkan bisa mendapat nilai baik. Namun, dengan kemampuannya menirukan suara burung lain, kombinasi suara asli dengan suara burung yang ditirukan itu dapat menunjang penampilannya dalam kontes. Agar jalak thailand tampil baik dalam kontes, paling tidak mampu mengicaukan 5—7 jenis suara burung lain. Diharapkan suara yang ditirunya merupakan kombinasi antara suara kicauan yang vokalnya berbentuk dan yang tidak berbentuk supaya kelak ada variasi suara yang unik.

E. Kelemahan Jalak Thailand
Jalak thailand mempunyai kelemahan yang bersifat permanen maupun temporer, tergantung pada perawatannya. Kelemahan ini bisa terjadi pada semua tingkatan usia jalak thailand yang masih bakalan, terutama pada burung bakalan yang usianya tergolong dewasa. Berkaitan dengan itu, tahap awal pemeliharaan sangat menentukan kualitas suara kicauan dan penampilan jalak thailand.

E. 1. Burang dewasa agak sulit dijinakkan
Jalak thailand dewasa agak sulit dijinakkan dalam waktu singkat. Sekalipun burung dewasa cukup liar, tetapi keliarannya tidak berlebihan seperti hwa mei yang diimpor dari Cina. Bahkan untuk menjinakkan jalak thailand yang liar masih lebih mudah dan lebih cepat daripada menjinakkan bakalan jalak suren dewasa.

E. 2. Bisa memiliki gaya salto
Gaya salto sering dilakukan burung bakalan liar ketika merasa terganggu atau ketakutan. Gaya ini sebaiknya dicegah karena dapat mengurangi nilai saat dikonteskan, meskipun burung tersebut memiliki suara kicauan yang baik.

Timbulnya gaya salto pada burung biasanya akibat kesalahan perawatan, terutama pada tahap awalnya. Bila Anda belum berpengalaman merawat burung berkicau jenis impor, lebih baik memelihara jalak thailand yang masih anakan.

E. 3. Bisa mengatur waktu berkicau
Jalak thailand tidak terlalu sering berkicau atau bisa mengatur waktu berkicau. Kendala semacam ini bisa diatasi dengan menempatkan burung lain yang cukup rajin berkicau. Burung tersebut harus memiliki suara kicauan yang baik bila ditiru, misalnya robin jantan atau betina. Penempatan burung seperti ini dapat merangsang jalak thailand menjadi lebih rajin berkicau. Berarti kebiasaan mengatur waktu dalam berkicau dapat diubah dengan cara seperti itu.

F. Petunjuk Pembelian
Tingkat usia jalak thailand sangat berpengaruh pada proses perawatan dan juga daya serapnya dalam menirukan suara burung lain. Oleh karena itu, sebelum membeli bakalan burung, hendaknya dipertimbangkan dahulu.

F. 1. Ciri bakalan yang baik
Bakalan jalak thailand sebaiknya dipilih yang sehat, masih muda, dan tidak cacat fisik. Kriteria lain yang bisa dijadikan ukuran, antara lain kepalanya tampak besar, dadanya bidang, badannya tampak panjang, dan matanya bersinar.

F. 2. Kisaran harga
Harga jalak thailand di pasaran tergolong murah bila dibandingkan dengan burung impor unggulan lainnya. Yang tergolong agak mahal adalah burung yang masih anakan, apalagi jika pengirimannya terlambat, pedagang burung (agen) bisa menjual 1,5—2 kali lipat dari harga biasanya.

Di pasar burung di Jakarta, harga bakalan dewasa dan muda hutan sekitar Rp 60.000,00/ekor. Sementara, harga anakannya bisa mencapai Rp 80.000,00—Rp 90.000,00/ekor dan kalau sedang kosong bisa mencapai Rp 100.000,00. jalak thailand yang sudah rajin berkicau harganya lebih dari Rp 150.000,00. Kisaran harga itu mengacu pada harga di awal tahun 1998.

G. Petunjuk Perawatan
Perawatan jalak thailand bakalan yang tergolong dewasa memerlukan perlakuan khusus pada tahap awal. Sementara burung bakalan anakan tidak boleh dibuat terlalu jinak kalau sasaran pemeliharaan untuk ditampilkan dalam kontes.

G. 1. Sangkar dan perlengkapan
Sangkar untuk burung dewasa atau burung muda hutan yang masih terlalu liar harus dibedakan dengan burung anakan. Sangkar untuk burung dewasa liar sebaiknya jerujinya lebih kecil dan agak rapat supaya pangkal paruhnya tidak mudah terluka saat burung tersebut ingin menerobos keluar.

a. Ukuran sangkar bakalan dewasa dan muda hutan
Agar jalak thailand tidak melakukan salto sebaiknya digunakan sangkar yang berukuran kecil (jarak antara kepala saat burung ada di tenggetan dan atap sangkar hanya 5—10 cm) agar ruang geraknya menjadi terbatas. Sangkar biasanya berukuran panjang 26 cm, lebar 26 cm, dan tinggi 36 cm. Karena sangkar berukuran kecil maka harus rajin dibersihkan. Sangkar kecil ini digunakan sampai burung benarbenar jinak. Waktu yang dibutuhkan untuk menjinakkannya sangat tergantung pada cara perawatan, paling cepat 2—3 bulan.

Bentuk sangkar yang baik untuk jalak thailand adalah segi empat. Bentuk sangkar lainnya kurang sesuai dengan postur tubuhnya yang besar dan selalu tegak.

b. Ukuran sangkar bakalan anakan
Sangkar bakalan anakan sebaiknya yang besar, ukurannya kirakira panjang 30 cm, lebar 30 cm, dan tinggi 60 cm. Sangkar seukuran ini bisa digunakan hingga burung menjadi dewasa, tetapi kualitas dan kebersihannya harus diperhatikan karena burung muda (anakan) selalu turun ke dasar sangkar.

c. Tenggeran
Tenggeran untuk jalak thailand sebaiknya berdiameter minimal 2 cm, terbuat dari ranting yang kuat, liat, dan tahan lama. Sebelum ditempatkan dalam sangkar, permukaan kayu harus bersih dan tidak tajam.

d. Tempat pakan dan tempat minuman
Tempat pakan dan tempat minuman, maupun tempat ulat untuk jalak thailand tidak perlu terlalu besar. Tempat minuman sebaiknya dipilih yang bagian permukaannya kecil agar airnya tidak dipergunakan untuk mandi.

G. 2. Penempatan sangkar
Penempatan sangkar jalak thailand dewasa dan yang masih muda hutan, sekalipun liar, tidak perlu terlalu tinggi. Justru jalak thailand yang masih anakan harus ditempatkan agak tinggi (setinggi gapaian tangan). Untuk itulah, sangkar kecil pada burung bakalan dewasa atau yang muda hutan sebaikriya diberi tutup pada bagiari atasnya agar burung bakalan yang masih liar tidak selalu melihat ke bagian atas sangkar seperti ingin mencari jalan keluar.

Sangkar burung bakalan yang masih liar sebaiknya tidak digantung, tetapi ditempelkan di dinding. Sangkar ditempatkan saling berjauhan sehingga burung tidak bisa saling melihat. Beberapa burung berkicau jenis lain ditempatkan di dekatnya supaya burung bakalan lebih tenang dan suaranya bisa ditiru.
7 Cara Memberi Makan Burung Beo

7 Cara Memberi Makan Burung Beo


7 Cara Memberi Makan Burung Beo
Burung beo membutuhkan lebih dari sekadar biskuit untuk memenuhi semua kebutuhan gizinya.

Beo harus diberi nutrisi seimbang agar tetap sehat. Berikut adalah aturan dasar memberi makan burung beo kesayangan Anda:

1. Beri makan burung beo dengan diet seimbang seperti buah, sayuran, daging dimasak, dan biji-bijian. Pada dasarnya, beo dapat diberi makan semua makanan sehat yang Anda makan sehari-hari.

2. Beri makan burung beo dengan porsi sedikit namun lebih sering daripada diberi porsi besar sekaligus.

Jika ada makanan yang tersisa, kurangi jumlah porsi berikutnya. Terus kurangi porsi sampai burung beo memakan semua makanan.

3. Sebisa mungkin, berikan burung beo berbagai porsi kecil makanan yang berbeda, alih-alih memberikannya satu jenis makanan.

4. Beri burung beo makanan yang masih segar. Bakteri dan jamur dapat tumbuh pada makanan yang tersisa di kandang dan dapat membuat beo menjadi sakit.

5. Beri burung beo air segar setiap hari.

6. Hindari hanya memberi makan burung beo dengan biji-bijian atau kacang-kacangan karena jenis makanan ini tidak menyediakan semua nutrisi yang dibutuhkan. Beri beo Anda variasi berbagai makanan yang berbeda.

7. Hindari memberi beo makanan seperti cokelat, kafein, alkohol, kacang merah, dan alpukat. Makanan-makanan ini berbahaya bagi kesehatan beo serta bisa memicu kegagalan organ vital.

Tips Fermentasi Pisang Untuk Makanan Burung Beo

Tips Fermentasi Pisang Untuk Makanan Burung Beo

Pisang adalah salah satu makanan yang banyak digunakan untuk memberikan makanan pada burung khususunya burung yang memakan buah-buahan sperti burung Cucak misalnya, terkadang kita membeli pisang beberapa buah saja dan ada juga yang langsung satu siri, kalau kita cuma memberi beberapa buah saja mungkin kita dapat menyimpanya dan memberikan pada burungtidak terlalu lama, tapi bagaimana jika lansung memberinya atu siri yang berjumlah banyak?

Tentunya kita akan terlalu lama menyimpanya nah untuk mengatasi agar pisang tidak mudah busuk berikut ini akan saya sampaikan tipsnya unutk para kicau mania:

Langkah yang di lakukan unutk mengawetkan pisang agar tidak mudah busuk dapat dilakukan dengan cara membungkus pisang dengan koran dan di masukan di lemari pendingin, tapi anda harus melakukan penggantian koran setiap harinya, atau jika korang sudah terkena banya air.

Itu tadi sedikit tips yang dapat saya berikan pada para kicau mania semua mengenai cara mencegah pisang tidak cepat busuk untuk makanan burung kicau kita semoga bisa bermanfaat.
TIPS MEMILIH TROTOLAN YANG BAGUS

TIPS MEMILIH TROTOLAN YANG BAGUS

TIPS MEMILIH TROTOLAN YANG BAGUS
Mencari bahan Ak yang bagus memang tidak gampang, perlu tips2 khusus sebelum membeli. Untuk mendapatkan bahan / trotolan AK yang punya kualifikasi burung bagus, dapat dilakukan dipasar burung manapun, meski prosentasenya minim atau bisa juga ditempat penangkaran .

Kalau beli dipasar harus teliti, ajak temen yang mengetahui ilmu per AK nan. Kalau mental bakul semua sama he he pasti bilang semua bagus n semua jantan.

Kalau beli di tempat penangkaran : kenali penangkarannya,kejujurannya, koleksinya, info track recordnya, Sukur yang basicnya pelomba. Karena akan tahu criteria burung-burung yang masuk kualifikasi di lomba. Perhatikan juga produk-2 anakannya, 

Langkah berikutnya perlu memperhatikan tips-2 bagaimana memilih bahan AK yang mempunyai katuranggan / ciri-ciri yang bagus, supaya nantinya punya prospek n bisa membanggakan pemiliknya. Silahkan di simak pendapat dari moderator belajaran... hehehe

Hal-2 yang perlu diperhatikan :

1. Trotolan harus lincah, dan sehat, kelihatan dari geraknya, phisiknya yang utuh dan 
juga bulunya mulus sehat.

2. Perhatikan dari ujung paruh sampai ujung kaki :

  • Paruh: pilih paruh yang tebal panjang, agak sedikit melengkung dan ujungnya runcing, biasanya menandakan volume kenceng dan tajam.
  • Garis putih kekuningan dipangkal (belakang) paruh cari yang panjang, semakin panjang mendekati bawah mata, dan bentuknya agak melengkung, sebagai ciri mambawakan lagunya ngerol panjang dan suwek (buka paruh lebar)
  • Rahang: kalau jantan pasti rahangnya besar dan kokoh, juga serasi dengan bentuk paruhnya, ini menunjang juga dan di volume
  • Kepala: pilih kepala yang kotak pendek, bentuknya tidak besar ini mayoritas menunjukkan jantan yang cerdas
  • Mata: pilih trotolan yang punya mata besar, bersinar dan belotot, menunjukkan mental dan jiwa tempurnya tinggi.
  • Leher: pilih leher yang agak besar/istilahnya leher beton, menandakan tahan lama kalau ngerol.
  • Body : Pilih AK yang mempunyai body panjang dan ramping, menandakan burung cepat bunyi dan receh, burung yang seperti ini tidak punya bakat gemuk.
  • Sayap: Cari trotol yang punya sayap panjang hampir sama dengan ekor, punya gaya eksotis bagus kalau ngerol
  • Bulu: Mulus dan mengkilap sebagai tanda kalau burungnya terawat dan sehat
  • Kaki: Kalau trotolan AK cari yang punya kaki panjang yang kokoh, ini menunjang disaat ngerol pasti tegap dan lurus. Pilih juga yang punya kaki kering meskipun umur baru 1,5-2 bln. Karena burung ini cepet dewasa n stabil.
  • Ekor: Cari yang ekornya panjang serasi dengan body.
  • Kondisi burungnya ramping, singset dan bulunya rapi (kalau sudah berumur 1,5-2  bulan n kondisi terawat)
  • Kalau burung prospek, bentuknya rata-2 cakep, proporsional atau serasi, dilihat dari ujung paruh, sampai ujung kaki, juga tongkrongannya.(kelihatan pede)
gambar-2 ini hanya sebagai contoh saja :


















Ilmu yang sangat berguna untuk memilih trotolan prospek Om. Mau nambah dikit aja Om Heri. Kalo dilihat dari postur tubuh, aku sangat menyukai yang bentuk punggungnya yang sedikit cekung (ndegek bhs jawanya) seperti foto no: 1,2 dan 3 krn volume suara kerasnya dah standart lomba dech. Kalo melihat dada depan aku suka trotol jantan yang dah kelihatan dadanya membelah mulai dari perut sampe dada. Itu menandakan bahwa bodinya gampang merit dan pasti cepat bunyi. Setelah itu lihat, apakah trotolan AK ini doyan EF khususnya jangkrik apa tidak. Kalo semua kriteria fisik udah terpenuhi, AKnya doyan jangkrik dan amunisi rupiah cukup ya langsung bungkus aja Om. Cuman kalo cari trotolan AK seperti kriteria di atas sulitnya minta ampun dech.....hehehe..
TENTANG BURUNG LOVEBIRD ISTIMEWA DI MATA PENGGEMAR

TENTANG BURUNG LOVEBIRD ISTIMEWA DI MATA PENGGEMAR

TENTANG BURUNG LOVEBIRD ISTIMEWA DI MATA PENGGEMAR
TENTANG BURUNG LOVEBIRD ISTIMEWA DI MATA PENGGEMAR

Lovebird Lutino , Hijau Palamas, Pastel Kuning saat ini paling di buru oleh peternak maupun pemain, kenapa?. Apakah sekedar untuk koleksi atau memang bunyi nya bagus dan ngekeknya panjang.

khabar burung dari beberapa pemain dan peternak, burung seperti Lutino,


Hijau palamas dan pastel kuning itu masuk dalam kriteria burung bagus dari segi ocehannya, karena masuk dalam ciri2 :

1. Cucuk Merah

2. Kepala Merah

3. Mata Merah

walaupun mungkin ada burung yang diluar itu, punya ocehan bagus, tapi para pemain dan peternak tetap menyimpulkan bahwa burung itu pasti masih punya trah cucuk merah, kepala merah dan mata merah.


tentang kebenaran 
PANDUAN BURUNG CUCAK HIJAU (CUCAK IJO)

PANDUAN BURUNG CUCAK HIJAU (CUCAK IJO)


Pemilihan Bakalan (Bahan), Perawatan Harian, Perawatan Pra Lomba, Perawatan Pasca Lomba dan Perawatan Mabung untuk Burung Cucak Hijau (Cucak Ijo)

Berdasarkan Riset SMART MASTERING - WWW.SMARTMASTERING.COM
Burung Cucak Hijau (Burung Cucak Ijo) adalah salah satu burung yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Bintangnya semakin gemilang, terbukti di lomba-lomba burung berkicau di beberapa daerah, kelas yang dibuka untuk burung ini selalu penuh. Bahkan sudah sangat banyak transfer gacoanCucak Hijau dengan nilai sangat fantastis. 

KARAKTER DASAR BURUNG CUCAK HIJAU
  • Semi fighter. Burung Cucak Hijau bukanlah burung petarung murni, daya tarung yang ada pada burung ini cenderung akibat tingkat birahi pada level tertentu yang akan membuat burung ini menjaga daerah teritorialnya.
  • Takut gelap. Burung Cucak Hijau tidak suka gelap dan gampang panik apabila berada pada lingkungan atau suasana yang gelap. Hindari menempatkan burung ini pada tempat yang gelap, apalagi membawanya pada malam hari. Karena akan mengakibatkan burung ini akan panik, nabrak ruji kurungan, bulunya rontok dan dapat menjadi stress.
  • Sangat cerdas, gampang menirukan tapi sangat gampang lupa. Dalam kondisi normal, burung ini dapat merekam suara isian yang ada disekitarnya dengan sangat cepat. Sangat mudah di master, tetapi apabila dalam kurun waktu tertentu tidak mendengar suara-suara master yang sudah ada, maka dengan gampang hilang dari memorinya.
  • Mudah jinak. Karena kemampuan beradaptasinya yang tinggi, maka burung Cucak Hijau mudah jinak kepada manusia.


PEMILIHAN BAHAN BURUNG CUCAK HIJAU YANG BAIK
(CIRI-CIRI BURUNG CUCAK HIJAU YANG BAIK DARI KATURANGGAN) 

Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam pemilihan bahan atau bakalan pada burung Cucak Hijau.
  • Berkelamin jantan, ciri-ciri burung Cucak Hijau kelamin jantan dapat dilihat dari  postur tubuh yang panjang serasi, ekor lebih panjang, tulang belakang dan supit kecil rapat, warna bulu lebih tegas, paruh berwarna gelap, warna bulu di bagian bawah leher berwarna hitam dan membentuk topeng pada wajahnya, mata besar melotot, bentuk kepala lebih besar dan bergerak lincah.
  • Bentuk paruh, sebaiknya pilih bentuk paruh yang berpangkal lebar, tebal, besar dan panjang. Paruh bagian bawah harus lurus. Jangan memilih bahan yang memiliki paruh bengkok. Posisi lubang hidung pilih sedekat mungkin dengan posisi mata.
  • Postur badan, pilihlah bahan yang berpostur sedang dengan panjang leher, badan dan ekor serta kaki yang serasi. Jangan memilih bahan yang berleher dan berbadan pendek.
  • Sayap mengepit rapat dan kaki mencengkram kuat, ini menandakan bahan tersebut  sehat. Warna kaki tidak berpengaruh terhadap mental burung.
  • Lincah dan bernafsu makan besar. Ini merupakan ciri-ciri bahan yang bermental baik.
  • Rajin bunyi, ini menandakan burung tersebut memiliki prospek yang cerah.
  • Leher panjang padat berisi. Menandakan burung ini akan mengeluarkan power suara secara maksimal.  
MAKANAN YANG SESUAI UNTUK BURUNG CUCAK HIJAU 
  • Voer (sebaiknya pilih yang berkadar protein sedang yaitu: 12%-18%, belum tentu Voer yang berharga mahal akan cocok dengan sistem metabolismesetiap burung Cucak Hijau. Voer diberikan sebagai pelengkap kebutuhan nutrisinya. Selalu ganti dengan Voer yang baru setiap dua hari sekali.
  • Buah Segar, burung Cucak Hijau sangat menyukai buah Pepaya, Pisang Kepok Putih, Apel, Pir, Tomat dan beberapa buah lainnya. Sebaiknya perbanyak pemberian buah Pepaya, karena buah Pepaya mengandungVitamin C yang tinggi sehingga membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Disamping itu, buah Pepaya sangat mudah dicerna dan sangat cocok dengan sistem metabolisme rata-rata burung pemakan buah.

  • EF (Extra Fooding), pakan tambahan yang sangat baik yaitu: Jangkrik, Orong-orong, Kroto, Ulat Hongkong, Ulat Bambu, Kelabang, Belalang dan lainnya. Pemberian EF harus selalu disesuaikan dengan karakter pada masing-masing burung dan juga harus mengetahui dengan pasti dampak klausal dari pemberian EF tersebut.

PERAWATAN DAN STELAN HARIAN BURUNG CUCAK HIJAU 

Perawatan harian untuk burung Cucak Hijau relatif sama dengan burung berkicau jenis lainnya, kunci keberhasilan perawatan harian yaitu rutin dan konsisten.

Berikut ini Pola Perawatan Harian dan Stelan Harian untuk burung Cucak Hijau:
  • Jam 07.00 burung diangin-anginkan di teras. Jam 07.30 burung dimandikan (karamba mandi atau semprot, tergantung pada kebiasaan masing-masing burung).
  • Bersihkan kandang harian. Ganti atau tambahkan Voer, Air Minum dan buah segar.
  • Berikan Jangkrik 3 ekor pada cepuk EF. Jangan pernah memberikan Jangkrik secara langsung pada burung.
  • Penjemuran dapat dilakukan selama 1-2 jam/hari mulai pukul 08.00-11.00. Selama penjemuran, sebaiknya burung tidak melihat burung sejenis.
  • Setelah dijemur, angin-anginkan kembali burung tersebut diteras selama 10 menit, lalu sangkar dikerodong.
  • Siang hari sampai sore (jam 10.00-15.00) burung dapat di Master dengan suara Master atau burung-burung Master.
  • Jam 15.30 burung diangin-anginkan kembali diteras, boleh dimandikan bila perlu.
  • Berikan Jangkrik 2 ekor pada cepuk EF.
  • Jam 18.00 burung kembali dikerodong dan di perdengarkan suara Master selama masa istirahat sampai pagi harinya.
PENTING
  • Kroto segar diberikan 1 sendok teh maksimal 2x seminggu. Contoh setiap hari Senin pagi dan hari Kamis pagi.
  • Buah Segar diberikan rutin setiap hari, dengan format: Hari Senin sampai hari Kamis berikan buah Pepaya, hari Jum'at dan hari Sabtu berikan Apel atau Pisang atau buah lainnya.
  • Pengumbaran di kandang umbaran dapat dilakukan 4 jam perhari selama 4 hari dalam seminggu.
  • Berikan Multivitamin yang dicampur pada air minum seminggu sekali saja.
  • Berikan buah pisang yang yang telah diolesi Madu setiap hari Sabtu.
PENANGANAN APABILA BURUNG CUCAK HIJAU OVER BIRAHI
  • Pangkas porsi Jangkrik menjadi 1 pagi dan 1 sore.
  • Bisa diberikan 2 ekor Ulat Bambu dalam 3 hari berturut-turut.
  • Frekuensi mandi dibuat lebih sering, misalnya pagi-siang dan sore.
  • Lamanya penjemuran dikurangi menjadi 30 menit/hari saja.
PENANGANAN APABILA BURUNG CUCAK HIJAU KONDISINYA DROP
  • Tingkatkan porsi pemberian Jangkrik menjadi 5 pagi dan 5 sore.
  • Tingkatkan porsi pemberian Kroto menjadi 3x seminggu.
  • Mandi dibuat 2 hari sekali saja.
  • Burung segera diisolasi, jangan melihat dan mendengar burung Cucak Hijau lain dahulu.
  • Lamanya penjemuran ditambah menjadi 2-3 jam/hari.

PERAWATAN DAN STELAN BURUNG CUCAK HIJAU UNTUK LOMBA

Perawatan lomba untuk burung Cucak Hijau sebenarnya tidak jauh berbeda dengan perawatan hariannya. Tujuan perawatan pada tahap ini yaitu mempersiapkan burung Cucak Hijau agar mempunyai tingkat birahi yang diinginkan dan memiliki stamina yang stabil.

Kunci keberhasilan perawatan lomba untuk burung Cucak Hijau yaitu mengenal baik karakter dasar masing-masing burung.

Berikut ini Pola Perawatan dan Stelan Lomba untuk burung Cucak Hijau:
  • H-3 sebelum lomba, Jangkrik bisa dinaikkan menjadi 10 ekor pagi dan 6 ekor sore.
  • H-2 sebelum lomba, burung sebaiknya dijemur maksimal 30 menit saja.
  • 1 Jam sebelum digantang lomba, berikan Jangkrik 3 ekor dan Ulat Hongkong 10-20 ekor.
  • Apabila burung akan turun lomba kembali, berikan Jangkrik 1 ekor lagi.
PENTING
  • Jangan memandikan burung pada saat di lapangan, karena dapat membuat birahi burung tersebut menjadi sangat tidak stabil.
  • Berikan kesempatan pada burung untuk beradaptasi sebentar pada suasana lapangan, agar burung tidak kaget.

PERAWATAN DAN STELAN BURUNG CUCAK HIJAU PASCA LOMBA

Perawatan pasca lomba sebenarnya berfungsi memulihkan stamina dan mengembalikan kondisi fisik burung.

Berikut ini Pola Perawatan dan Stelan Pasca Lomba untuk burung Cucak Hijau:
  • Porsi EF dikembalikan ke Stelan Harian.
  • Berikan Multivitamin pada air minum pada H+1 setelah Lomba.
  • Sampai H+3 setelah Lomba, penjemuran maksimal 30 menit saja.

PERAWATAN DAN STELAN BURUNG CUCAK HIJAU MABUNG 

Mabung (Moulting) atau rontok bulu merupakan siklus alamiah pada keluarga burung. Perawatan burung Cucak Hijau pada masa mabung adalah menjadi hal yang sangat penting, karena apabila perawatan yang salah pada masa ini akan membuat burung Cucak Hijau menjadi rusak.

Pada masa mabung, metabolisme tubuh burung Cucak Hijau meningkat hampir 40% dari kondisi normal. Oleh karena itu, burung Cucak Hijau butuh asupan nutrisi yang berkualitas baik dengan porsi lebih besar dari kondisi normal.

Hindari mempertemukan burung dengan burung sejenis, karena akan membuat proses mabung menjadi terganggu. Dampak dari ini adalah ketidak seimbangan hormon pada tubuh burung. Proses mabung juga berhubungan dengan hormon reproduksi.

Berikut ini Pola Perawatan Masa Mabung untuk burung Cucak Hijau (Cucak Ijo): 
  • Tempatkan burung di tempat yang sepi, jauh dari lalu lintas manusia. Sebaiknya burung lebih banyak dalam kondisi dikerodong.
  • Mandi cukup 1x seminggu saja dan jemur maksimal 30 menit/hari.
  • Pemberian porsi EF diberikan lebih banyak karena sangat diperlukan  untuk pembentukan sel-sel baru dan untuk pertumbuhan bulu baru. Misalnya: Stelan Jangkrik dibuat 5 ekor pagi dan 5 ekor sore, Kroto 1 sendok makan setiap pagi dan Ulat Hongkong 3 ekor setiap pagi.
  • Berikan Multivitamin yang berkualitas yang dicampur di air minum 2x seminggu.
  • Perbanyak pemberian buah pepaya, karena buah pepaya sangat mudah dicerna sehingga melancarkan proses metabolisme tubuh burung. Disamping itu buah Pepaya banyak mengandung banyak vitamin C yang akan membantu meningkatkan daya tahan tubuh burung.
  • Lakukan pemasteran. Masa mabung membuat burung lebih banyak pada kondisi diam dan mendengar. Inilah saat yang tepat untuk mengisi variasi suara sesuai dengan yang kita inginkan. Lakukan pemasteran dengan tepat, sesuaikan karakter dan tipe suara burung dengan suara burung master.

SUARA MASTER YANG BAIK UNTUK BURUNG CUCAK HIJAU (CUCAK IJO) 

Irama lagu yang dimiliki burung Cucak Hijau peranan yang sangat penting di dalampenilaian lomba burung Cucak Hijau. Karena kembali kepada filosofi burung berkicau, daya tarik utama dari burung berkicau adalah kemampuan berkicaunya (irama lagu).

Memilih suara-suara master untuk burung Cucak Hijau janganlah terfokus hanya memilih suara-suara master yang kedengarannya unik dan bagus.

Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan;
  • Kesesuaian irama lagu dan frekuensi antara suara master denganburung andalan kita. Ketidaksesuaian suara master dengan burung akan menyebabkan lagu yang fals dan tidak enak didengar.
  • Mengikuti Trend Lagu yang ada. Misalnya tonjolan dan tembakan yang sedang digandrungi pada saat ini adalah tonjolan dengan speed rapat divariasikan dengan irama lagu yang ngeroll.
  • Variasi irama lagu yang mewah. Yang dimaksud irama lagu yang mewah disini bukanlah suara tonjolan yang keras, tetapi kita harus bisa memilih suara-suara master yang memiliki variasi speed yang selaras dan irama lagu yang memiliki cengkok dan mengalun.
Sangat banyak metode dan cara-cara yang dapat dilakukan di dalam proses pemasteran burung berkicau. Dan juga banyak sekali berkembang mitos-mitos yang keliru dalam prakteknya dilapangan.

Salah satu mitos aneh yang berkembang, yaitu burung yang akan di master harus melihat burung masternya, agar burung yang di master dapat menirukan gaya bunyi dan cara membuka mulut burung master tersebut. Mitos lainnya yaitu proses pemasteran burung berkicau harus menunggu burung dalam keadaan ganti bulu atau mabung.
Sebenarnya; Pemasteran dapat kita lakukan tidak harus menunggu burung berkicaudalam keadaan mabung atau berganti bulu. Burung berkicau dalam keadaan normal, bahkan dalam keadaan top form pun juga dapat dilakukan pemasteran.

Ada Mitos yang mengatakan pemasteran burung harus menunggu masa burung mabung. Alasannya karena; Pada saat mabung, burung berkicau cenderung untuk banyak diam dan sangat jarang sekali berkicau. Burung yang banyak diam pada masa mabung tersebut, cenderung untuk lebih banyak menggunakan waktunya untuk menyimak dan mengolah suara-suara yang ada disekelilingnya. Apabila suara yang didengarnya sesuai dengan tipikal karakter suaranya, maka akan direkam dan ditirukan.

Kunci keberhasilan dalam memaster burung Cucak Hijau adalah memaster burungdengan suara-suara master (burung master) yang cocok dan sesuai dengan karakter dasar lagu burung yang akan di master (burung maskot).

Satu lagi yang terpenting, jangan lupa untuk selalu memperdengarkan suara-suara master tersebut secara berkala (Feedback) kepada burung Cucak Hijau tersebut.  Supaya irama lagu yang sudah ada tidak hilang dan menjadi rusak.
Copyright © 2012-2099 Contoh Artikel Berita - Template by Ardi Bloggerstranger. All rights reserved.