a
Tampilkan postingan dengan label Artikel Peternakan. Tampilkan semua postingan

Cara Berternak Jangkrik

Cara Berternak Jangkrik
Cara Berternak Jangkrik, Budidaya burung saat ini memang sedang marak, maka permintaan jangkrik sebagai salah satu makanan burung juga meningkat. Dengan itu maka prospek budidaya jangkrik semakin cerah dengan tingginya permintaan akan permintaan jangkrik di pasaran, karena banyak daerah yang kekurangan akan pasokan jangkrik sebagai pakan ternak burung. Disini saya akan memberikan sedikit tentang cara ternak jangkrik, semoga bermanfaat.

Cara Berternak Jangkrik

Pembuatan Kandang Jangkrik
Tahap awal dalam budidaya jangkrik adalah persiapan kandang. Kandang yang baik adalah kandang yang :
1. Jangkrik terhindar dari pemangsa 
2. Mudah untuk mengontrol keadaan dan pertumbuhan jangkrik setiap waktu.
3. Menjadikan Kandang yang nyaman untuk jangkrik,
4. Pastikan sirkulasi udaranya bagus, 
5. Memudahkan pada saat pemanenan.
6. Jangan terkena sinar matahari langsung.

Sekarang kita memasuki Pembuatan, bahan dan bentuk kandang jangkrik yang saya buat sekarang :

Bahan-Bahan Pembuatan kandang Jangkrik :
1. Triplek
2. Paku Kecil
3. Kayu Kaso Kecil / kayu reng
4. Lem Kayu
5. Lakban Coklat yang besar ( ukuran 44 mm )
6. jangan lupa sediakan gunting, gergaji dll

Proses pembuatan Kandang jangkrik:
* Bentuk menjadi persegi panjang dengan ukuran : Panjang = 50 Cm, Lebar = 60 Cm, Tinggi = 120 Cm
* Beri Lem kayu pada setiap sudut untuk menutupi celah, perlu diketahui pada saat menetas jangkrik berukuran sangat kecil.
* Beri pinggiran atas bagian dalam dengan Lakban Coklat ... fungsinya agar jangkrik tidak bisa merayap terus ke atas.
* Jangan Lupa untuk Kandang Kaki dari kandang jangkrik beri jarang Min 20 Cm dan beri mangkuk yang diisi air dan garam, untuk menghindari semut, alternatif lain silahkan beri Lem tikus.

Persyaratan lokasi ternak jangkrik

Lokasi peternakan sebaiknya :
1. Usahakan lokasi budidaya harus tenang, teduh dan mendapat sirkulasi udara yang baik.
2. Lokasi jauh dari sumber-sumber kebisingan seperti pasar, jalan raya dan lain sebagainya.
3. Tidak terkena sinar matahari secara langsung atau berlebihan
4. Hindari Hama pemangsa jangkrik seperti : semut, cecak, laba-laba, ayam, kucing, kadal dll. 
5. Usahakan Lokasi mudah untuk dimonitor setiap hari perkandangnya 

Cara Menetaskan Telur Jangkrik

Buatlah kotak penetasan dengan ukuran P * L * T = 50 cm * 30 cm * 20 cm. Kotak ini dapat menampung 1 (satu) sendok telur jangkrik (berisi sekitar 2500-3000 butir).

A. Dengan Media Kain.
Potong kain dengan Ukuran Sekitar 25 cm * 25 cm, sementara alat yang digunakan berupa wadah plastik untuk meletakkan kain serta semprotan air berukuran kecil.
adapun cara penetasannya adalah sebagai berikut :
1. Masukkan satu sendok telur pada bagian tengah kain lalu atur permukaannya agar meratata.
2. Lipat semua sisi kain kebagian tengah secara bergantian mulai dari sisi kanan, kiri, atas dan bawah. jangan menekan kain yang dilipat, biarkan agak longgar sebagai jalan keluar untuk anak jangkrik yang menetas nantinya.
3. Masukkan kain berisi telur ke dalam wadah plastik, lalu letakkan wah plastik tersebut kedalam Kotak/kandang.
4. Selama telur belum ada yang menetas lakukan penyemprotan air secara rutin setiap hari agar kain tetap lembab.
5. Telur aka menetas sekitar 3-6 hari, tergantung usia si telur
6. Sebelum telur menetas biasanya telur akan berubah warna menjadi kuning kehitaman. untuk memastikan perkembangan dan keadaan telur, kain diperiksa setiap hari sebelum disemprot dengan air.
7. Kain ditutup kembali setelah pemeriksaan.

B. Dengan Media Pasir.
Penetasan dengan media pasir menggunakan pasir halus dan bersih yang telah diayak. Jemur / Sangrai agar kuman penyakit lainnya mati sehingga media pasir tersebut menjadi steril. Masukkan pasir halus tadi kedalam Nampan ukuran 15 cm * 20 cm atau dapat disesuaikan dengan ukuran kotak. Alat lainnya adalah semprotan air ( Spray ).

Adapun teknik penetasan dengan cara ini adalah :
1. Taburkan pasir secara merata dalam nampan dengan ketebalan 1-2 cm.
2. Taburkan telur jangkrik secara merata diatas pasir, lalu tutup kembali dengan pasir dengan lapisan harus setipis mungkin, asal telur tidak tampak dari permukaan.
3. Masukkan Nampan plastik kedalam kotak / Kandang yang telah dibuat.
4. Semprotkan air setiap hari, dan pastikan agar medianya tetap lembab.

Perawatan setelah telur jangkrik menetas
Bayi jangkrik yang baru menetas dapat dipelihara dalam kotak penetasan hingga umur 10 hari. Jangkrik kecil ini sangat rawan dengan kondisi lingkungan yang ada, sehingga perawatannya harus intensif. Jika tidak maka populasinya akan cepat menyusut. ada beberapa hal yang harus dilakukan setelah telur jangkrik menetas :
1. Menjaga Kelembaban ruangan.
2. Memperhatikan Pakan Nimfa.
3. Memberi penghangat.
4. Memberikan Inisial / tanda
5. Menjaga kebersihan lingkungan.

Mengatasi telur jangkrik yang baru menetas.

Ada 5 hal yang harus dipersiapkan terlebih dahulu :
1. Yang paling baik adalah membuat kotak penetasan telur jangkrik, biasanya ukurannya lebih kecil dibandingkan dengan Kotak pembesarannya. Hal ini guna memudahkan pada saat pengontrolan nimfa jangkrik.
2. Menjaga Kelembaban ruangan, pastikan ruangan tidak terlalu panas dan tidak terlalu lembab, untuk kelembaban biasanya dengan memberikan beberapa botol kecil yang diisi air dan ditutupi dengan kapas, biarkan kapas itu basah.
3. Memperhatikan Pakan Nimfa, pastikan Nimfa (jangkrik yang baru menetas) mendapatkan pakan dengan syarat : sayuran yang sesuai dengan usia jangkrik, biasaanya untuk nimfa saya berikan (Irisan -irisan Wortel, Pur Halus, dan tepung kacang hijau) tinggal dikombinasikan bergantian.
4. Memberi penghangat, untuk Daerah yang dingin pada malam hari biasanya diberikan lampu pijar 5 watt.
5. Memberikan Inisial / tanda, hal ini penting untuk dapat mengetahui Usia Jangkrik sehingga dapat menyesuaikan kapan harus dipanen, pemberian pakan yang tepat sesuai dengan Usianya dan masih banyak lagi kegunaan yang lainnya
6. Menjaga kebersihan lingkungan, pastikan pakan yang sudah lebih dari satu hari agar di angkat dan di buang dari kandang karena akan mengganggu pertumbuhan dan kesehatan si Jangkrik
7. Hindari Predator, ada beberapa cara untuk menghindari predator/ pemangsa misalnya ditutup dengan triplek dan tengahnya di beri area untuk kawat nyamuk yang berguna untuk Ventilasi, disetiap kakinya diberi mangkuk yang diisi oli bekas, pastikan predator tidak dapat memangsa jangkrik.

Sumber : http://budidayanews.blogspot.com/

Keuntungan Berternak Bebek Peking

Keuntungan Berternak Bebek Peking

Keuntungan Berternak Bebek Peking, Bebek atau Itik peking adalah bebek pedaging yang pertumbuhannya sangat cepat. Sehingga bisnis Ternak bebek peking ini sangat prospektif dan menjanjikan. Kebutuhan akan daging bebek peking dari pengusaha kuliner sangatlah besar. Bisnis bebek peking memang sangat menarik. Ciri khas bebek peking adalah warna bulunya putih mirip enthok atau menthok.

Pertimbangan prospektif bisnis usaha bebek peking ini adalah sebagai berikut :

1. Pertumbuhan bebek peking sangat cepat, lebih cepat daripada pertumbuhan ayam. Jika bebek peking sudah berumur satu bulan, bobotnya sudah mencapai 1,5 kg dan beratnya berlipat dua kali lipat jika umur nya sudah dua bulan. Sebagai perbandingan, berat ayam potong dengan umur yang sama bobotnmya ahn ya sekitar 1kg sampai 2 kg saja.

Keuntungan Berternak Bebek Peking

2. Bebek khususnya bebek peking lebih tahan dari serangan penyakit di bandingkan unggas yang lain.

3. Perlengkapan yang di butuhkan untuk ternak bebek peking sangatlah sederhana baik dari kandangnya maupun peralatan yang lain. Bahkan bebek peking dapat hidup di alam terbuka dengan penutup seadanya.

4. Makanan bebek peking dapat dicarikan di sekitar rumah, misalnya di areal persawahan. Contohnya adalah cacing,ikan-ikan kecil dari sungai, dan jenis tumbuhan yang lain seperti jenis kangkung-kangkungan dan lain-lain.

Keuntungan Berternak Bebek Peking

5. Bebek atau itik sangat suka bergerombol sehingga sangat mudah untuk digembalakan.

6. Bebek peking dan unggas air yang lain tidak mempunyai sifat kanibal atau tidak suka berkelahi. Berbeda dengan ayam.

7. Selain daging dan telur, bulu bebek juga bisa menjadi penghasilan tambahan.

8. Telur bebek lebih berharga dengan hintungan perbutir sedangkan telur ayam di hitung satua kilo gram.

9. Bebek harganya lebih stabil terutama telur dan daginya dibandingkan dengan ayam.

Itulah bebrapa factor petimbangan mengapa memilih bebek peking sebagai pilihan alternative untuk usaha peternakan. Bebek peking lebih cocok di ternak di daerah pedesaan yang mempunyai pekarangan rumah yang memadai.

Semoga bermanfaat.
TANAMAN HERBAL UNTUK AYAM ORGANIK

TANAMAN HERBAL UNTUK AYAM ORGANIK

TANAMAN HERBAL UNTUK AYAM ORGANIK

Kendala yang dihadapi oleh para peternak ayam organik adalah masalah ketersediaan bahan pakan dan obat-obatan. Meski semua bahan obat dan pakan untuk ternak ayam organik tersedia di sekitar kita, namun ketidaktahuan dalam membuatnya menjadi masalah tersendiri. 

Di Indonesia sendiri telah dikenal sebagai Negara dengan kekayaan hayati tumbuhan obat yang tinggi,dan warisan budaya dalam pemanfaatan tamanan obat. Tanaman obat (herbal) dapat menjadi produk JAMU yang bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, pencegahan dan penyembuhan penyakit serta pemulihan kesehatan.


Di negara China , obat herbal sebagai jamu untuk ternak ayam justru sudah berkembang luas, yang digunakan sebagai feed aditive.olisakarida yang terdapat didalam herbal merupakan komponen penting sebagai ‘immuno modulator’ sehingga “immuno active polysaccarides” yang terdapat dalam tanaman obat sangat baik digunakan sebagai “feed addive” dalam ransum unggas atau air minum.

Disamping itu ramuan herbal yang terdiri atas bahan-bahan pilihan dibuat jamu melalui proses fermentasi telah diuji pada ternak unggas (ayam broiler). Jamu herbal tersebut dapat digunakan sebagai probiotik, pengganti antibiotic yang biasa diberikan oleh peternak melalui air minum, sehingga diperoleh produk daging ayam yang aman dan bebas residu antibiotik.
Bahan Ramuan Herbal Untuk Ayam Organik

Ramuan herbal yang digunakan adalah formula yang berfariasi dari berbagai kombinasi jenis tanaman obat. Dalam aplikasi hasil uji jamu ramuan herbal untuk ayam organik terdiri atas Kencur, Temulawak, Temuireng, Lempuyang, Lengkuas, Kunyit, Sambilato, Daun sirih, Buah mojo pahit, Cabe jawa, Jahe merah dan Bawang putih.

Setiap 1 kg ramun herbal, diambil sarinya,ditambahkan molasses atau gula merah (125 ml) dan mikroba starter (125 ml), dan air sampai volume menjadi 10 Liter, Kemudian difermentasi anaerob selama 6 hari. Setelah 6 hari larutan jamu herbal dapat di gunakan untuk ternak unggas dengan dosis 5 ml perliter air minun. Jamu herbal ini dapat di simpan selama 6 bulan pada suhu ruang.

Setelah diaplikasikan pada ternak ayam, ada beberapa keuntungan yang diperoleh dari ramuan herbal ini:
1. Meningkatkan daya tahan ternak terhadap stress dan penyakit
2. Meningkatkan kualitas daging ayam
3. Menekan moralitas ayam selama pemeliharaan. Tidak di perlukan imbuhan antibiotik & antistress lain dalam air minum
4. Ramah lingkungan, mengurangi bau ammonia kotoran / kandang
5. Kotoran ayam lebh kering
6. Di hasilkan produk ayam organik aman di konsumsi dan bebas residu antibiotik

Sumber:
CARA BETERNAK UDANG VANAME

CARA BETERNAK UDANG VANAME

CARA BETERNAK UDANG VANAME

Tujuh tips beternak udang vaname adalah sebagai berikut : 

1. prosedur aklimatisasi serta penebaran, dikarenakan umumnya benur dari hatchery bersainitas tinggi serta mesti diadaptasikan ke salinitas rendah yang komposisi ioniknya berbeda

2. lokasi tambak mesti ada pada lokasi estuarine yang tetap terkena efek gunakan surut. perihal ini terkait dengan keperluan dapat kandungan ion garam yang dibutuhkan didalam budidaya udang vaname.


3. benur telah sekurang-kurangnya di atas pl10, baiknya benur sudah memiliki cabang filamen insang yang meluas dikarenakan insang memainkan peraan mutlak didalam osmoregulasi udang. kapasitas regulasi benur terkait dengan jumlah permukaan insang yang ada untuk osmoregulasi. sebelum saat pl 10, insang memiliki cabang sedikit hingga toleransinya terbatas pada salinitas rendah.

4. benih udang vaname telah diadaptasi ke salinitas rendah ( tawar ). penurunan salinitas baiknya dikerjakan mulai pl10 dengan bertahap. penurunan salinitas bisa dikerjakan dengan penurunan salinitas sejumlah 1 – 2 ppt perharinya hingga dapat diperoleh ukuran tebar benih yaitu lebih kurang pl 30-40. benih udang yang telah diaklimatisasi ke air tawar ini bisa di dapatkan di jepara.

5. perhatikan keadaan kandungan ion garam serta mineral di tambak/kolam yang dapat dikerjakan penebaran benih udang vaname. sebagian pembudidaya alami hambatan saat melakukan budidaya ini dikarenakan kandungan ion serta mineral yang diperlukan untuk sistem perkembangan tidak ada pada sumber airnya. sebagian jalan keluar untuk problem ini pembudidaya lakukan menambahkan ion serta mineral yang diperlukan.

6. perlu identifikasi keperluan nutrien/nutrisi pakan yang spesifik untuk lingkungan salinitas rendah.

7. untuk kurangi efek infeksi penyakit baiknya dibikin system klaster hingga penyebaran penyakit bisa lebih dikontrol.

Artikel yang terkait dengan tips beternak udang vaname adalah :

tips beternak udang vaname, tips beternak udang vaname air tawar, tips beternak udang vaname air laut, tips beternak udang vaname di tambak, tips beternak udang vaname kolam terpal, tujuh tips beternak udang vaname, tutorial tips beternak udang vaname, buku tips beternak udang vaname, download tips beternak udang vaname, artikel tips beternak udang vaname.
Diagnosis Keracunan Tanaman pada Ternak

Diagnosis Keracunan Tanaman pada Ternak

Cara Memulai Usaha Dan Cara Beternak Sapi

Diagnosis keracunan tanaman harus dilakukan denga bukti yang jelas bahwa penyebab kematian adalah keracunan tanaman. Pengujian pascamati karena keracunan tanaman harus dilakukan dengan teliti. Seluruh isi alat pencernakan harus diteliti termasuk sisa-sisa potongan tanaman untuk memastikan bahwa hewan tersebut benar-benar keracunan tanaman.


Terjadinya gastroenteritis akut bersamaan dengan dijumpainya tanaman beracun adakalanya dapat dipakai sebagai pegangan kesimpulan bila kemungkinan yang lain dapat diabaikan.

Kematian hewan yang baru datang dari lokasu dimana terdapat tanaman beracun dapat dipakai sebagai landasan kecurigaan. Kematian secara sporadis di setiap tahun pada musim tertentu yang kemudian terjadi pertumbuhan tanaman dengan baik atau tanaman sedang berbuah dapat dipakai sebagai penguat kecurigaan.

Apabila gejala dan temuan perubahan pascamati mengindikasikan adanya racun sianogenetik glikosida, maka hal ini mungkin berkaitan dengan kondisi musim. Pemeriksaan situasi tumbuhan di padang penggembalaan adakalanya perlu dilakukan penelitian yang cermat untuk melacak adanya tanaman beracun.

Apabila pengetahuan tentang racun tanaman yang sangat terbatas, maka dapat dilakukan percobaan dengan memberikan makanan tanaman yang dicurigai beracun kepada ternak dengan spesies yang sama dengan hewan yang diduga keracunan.

Penggunaan hewan kecil sebagai percobaan misalnya dengan menggunakan marmut sering menimbulkan salah arah interpretasi. Spesies tertentu mungkin lebih tahan dibandingkan dengan spesies yang lain.

Pengetahuan tentang ilmu tumbuhan dan pengenalan terhadap macam tanaman di lingkungan peternakan sangat berguna untuk menentukan diagnosis keracunan tanaman secara lebih cepat.

Sebagai bahan uji labortorium dapat dikirimkan tanaman yang dicurigai beracun termasuk buahnya, umbinya, dan bunganya dalam keadaan segar. Ternak yang mati dan dicurigai karena keracunan tanaman dapat dilakukan dengan bedah bangkai.

Bahan muntahan, isi rumen, hati, ginjal, dan paru harus segera dikirimkan dalam keadaan segar dingin untuk uji laboratorium. Wadah yang dipakai hendaknya tertutup rapat dan bebas dari bekas bahan kimia atau obat.
Beternak Sapi Potong

Beternak Sapi Potong

Beternak Sapi Potong

Bangsa adalah tingkatan pengelompokan hewan dalam sistematika atau taxonomi, dimana hewan tersebut telah mempunyai ciri khas tertentu yang diwariskan seutuhnya ke keturunannya (Hardjosubroto dan Astuti, 1994).

Sapi PO adalah bangsa sapi hasil persilangan antara pejantan sapi Sumba Ongole (SO) dengan sapi betina lokal di Jawa yang berwarna putih (Anonimus, 2003b). Saat ini sapi PO yang murni mu lai sulit ditemukan, karena telah banyak di silangkan dengan sapi Brahman, sehingga sapi PO diartikan sebagai sapi lokal berwarna putih (keabu-abuan), berkelasa dan gelambir. Sapi PO terkenal sebagai sapi pedaging dan sapi pekerja, mempunyai kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap perbedaan kondisi lingkungan, memiliki tena ga yang kuat dan aktivitas reproduksi induknya cepat kembali normal setelah ber-anak, jantannya memiliki kualitas semen yang baik (Affandhy dkk., 2002).

Sapi Madura adalah bangsa sapi potong lokal asli Indonesia yang terbentuk dari persilangan antara banteng dengan Bos indicusatau sapi Zebu (Hardjosubroto dan Astuti, 1994), yang secara genetik memiliki sifat toleran terhadap iklim panas dan lingkungan marginal serta tahan terhadap serangan caplak (Anonimus, 1987). Karak-teristik sapi Madura sudah sangat seragam, yaitu bentuk tubuhnya kecil, kaki pendek dan kuat, bulu berwarna merah bata agak kekuningan tetapi bagian perut dan paha sebelah dalam berwarna putih dengan peralihan yang kurang jelas ; bertanduk khas dan jantannya bergumba (Hardjosubroto, 1994).

Sapi Bali, menurut Hardjosubroto dan Astuti (1994) adalah bangsa sapi po-tong lokal asli Indonesia yang terbentuk dari banteng (Bibos banteng) yang telah dijinakkan berabad-abad yang lalu. Sapi Bali mempunyai angka reproduksi yang ting gi, tingkat adaptasi yang sangat baik terhadap kondisi pakan yang jelek dan lingkungan yang panas serta mempunyai % karkas dan kualitas daging bagus (Anonimus, 1985). Kelemahan sapi Bali adalah rentan terhadap penyakit jembrana dan MCF serta tingkat kematian pedet pra sapih yang mencapai 15 sampai 20 % (Anonimus, 1987). Warna bulu merah bata, pada jantan akan menjadi hitam saat dewasa ; ada warna pu-tih dengan batas yang jelas pada bagian belakang paha, pinggiran bibir atas, kaki ba wah mulai tarsus dan carpus ; mempunyai gumba yang bentuknya khas serta terdapat garis hitam yang jelas pada bagian atas punggung (Hardjosubroto, 1994).

Sapi silangan yang paling diminati peternak di Jatim adalah sapi SIMPO dan LIMPO. Hal ini tampak pada realisasi distribusi strawsapi Simmental dan Limousin tahun 2002 mencapai 556.945 dosis atau sebesar 89,42 % dari total distribusi straw tujuh bangsa sapi yang ada (Anonimus, 2003c). Sapi SIMPO dan LIMPO di Jawa Timur mempunyai performan pertumbuhan prasapih dan pasca yearling yang lebih bagus dibanding sapi PO ; sebagai induk mampu mencapai umur pubertas lebih awal, tetapi efisiensi reproduksinya lebih rendah dibanding PO; sebagai pejantan, mempunyai kualitas semen lebih rendah dibanding sapi PO (Affandhy dkk., 2002).

Sapi SIMPO tidak bergumba dan tidak bergelambir ; warna bulu merah bata, merah tua atau coklat muda, putih kekuningan dan doreng (loreng hitam, putih, me-rah bata dan coklat). Ciri khas sapi SIMPO adalah ada warna bulu putih berbentuk segitiga diantara kedua tanduknya.

Sapi LIMPO tidak berpunuk dan tidak bergelambir ; warna bulunya hanya coklat tua atau kehitaman dan coklat muda. Rata-rata karak teristik morfologi kuantitatif sapi SIMPO dan LIMPO yang dipelihara peternak rak-yat di Jateng, DIY dan Jatim, tercantum dalam Tabel 1.Sapi Ongole berasal dari India, termasuk bangsa Bos indicus, tipe sapi kerja dan pedaging (Siregar dkk., 2003), disebarkan di Indonesia sebagai sapi Sumba Ongole (SO) melalui grading up dengan induk sapi jawa dihasilkan sapi Peranakan Ongole (Hardjosubroto dan Astuti, 1994). Warna bulu sapi Ongole putih abu-abu de ngan warna hitam disekeliling mata, mempunyai gumba dan gelambir yang besar menggelantung, saat mencapai umur dewasa yang jantan mempunyai berat badan kurang dari 600 kg dan yang betina 450 kg (Atmadilaga, 1983).

Sapi Simmental adalah bangsa Bos taurus (Talib dan Siregar, 1999), berasal dari daerah Simme di negara Switzerland tetapi sekarang berkembang lebih cepat di benua Eropa dan Amerika, merupakan tipe sapi perah dan pedaging, warna bulu coklat kemerahan (merah bata), dibagianmuka dan lutut kebawah serta ujung ekor ber warna putih, sapi jantan dewasanya mampu mencapai berat badan 1150 kg sedang betina dewasanya 800 kg (Anonimus, 2002b).

Sapi Limousin adalah bangsa Bos turus (Talib dan Siregar, 1999), dikembang-kan pertama di Perancis, merupakan tipe sapi pedaging dengan perototan yang lebih baik dari Simmental, warna bulu coklat tua kecuali disekitar ambing berwarna putih serta lutut kebawah dan sekitar mata berwarna lebih muda (Anonimus, 2002b).

Secara genetik, sapi Simmental atau Limousin adalah sapi potong yang berasal dari wilayah beriklim dingin, merupakan sapi tipe besar, mempunyai volume rumen yang besar, voluntary intake (kemampuan menambah konsumsi diluar kebutuhan yang sebenarnya) yang tinggi danmetabolic rate yang cepat, sehingga menuntut tata laksana pemeliharaan yang lebih teratur (Anonimus, 2002b) ; sedangkan sapi Ongole adalah tipe sedang yang berasal dari daerah beriklim panas, merupakan sapi tipe kecil sampai sedang sehingga dapat dikembangkan pada kondisi tatalaksana pemeliharaan yang ekstensif (Atmadilaga, 1983).
Tips Jika Sapi Terjangkit Penyakit Menular

Tips Jika Sapi Terjangkit Penyakit Menular


Penyakit menular harus selalu diwaspadai agar tidak menjadi wabah yang dapat mengancam peternakan. Oleh karena itu, perlu dilakukan berbagai tindakan pengamanan untuk memperoleh status kesehatan ternak yang prima.


Beberapa kunci pokok yang dapat dijadikan pedoman dalam pengendalian penyakit pada sapi adalah:
1. Setiap terjadi kematian sapi yang sakit harus diupayakan memperoleh diagnosis dari dokter hewan yang didukung oleh pemeriksaan laboratorium.

Hasil diagnosis harus selalu dicatat dan dibukukan untuk mementau status kesehatan kelompok sapi yang dimiliki.

2. Sisa-sisa jaringan pasca-nekropsi harus segera dimusnahkan dengan dibakar dan dikubur. Seluruh alat yang digunakan harus dicuci dengan bahan pencuci hama. Sekitar daerah yang terkena penyakit dilakukan penyemprotan.

3. Kandang yang tercemar disemprot dengan pembebas hama dan sapi yangn sakit harus dilayani oleh orang yang berbeda dengan orang yang menangani sapi sehat.

4. Status kesehatan sapi sakit harus dipantau perkembangannya dan mendapatkan pengawasan dari dokter hewan.

5. Pengangkutan sapi yang sakit ke tempat pengasingan harus dilakukan secara cermat dan diangkut langsung agar tidak mencemari lingkungan sapi yang lain.

6. Sapi yang mati karena terserang anthraks langsung dimusnahkan dengan cara yang benar dan tidak boleh dilakukan bedah bangkai.

7. Penggunaan obat bagi sapi yang sakit harus sesuai dengan petunjuk dokter hewan atau label yang diberikan dalam kemasan obat agar lebih efektif dan efisien serta terhindar dari penggunaan obat yang salah.

Kesalahan penggunaan obat dapat mengakibatkan terjadinya residu dalam bahan makanan yang berasal dari ternak tersebut sehingga membahayakan masyarakat.

8. Berikan pakan dan minum secara cukup dan tambahan nutrisi yang sedikit lebih tinggi kepada sapi yang sakit.

9. Tempat pakan dan minum harus selalu dalam keadaan bersih dan isinya diganti setiap hari.

10. Apabila terpaksa seorang petugas harus melayani sapi yang sehat dan sakit, maka harus upayakan melayani sapi yang sehat terlebih dahulu, kemudian baru melayani sapi yang sakit. Hewan yang sakit juga harus diasingkan sesuai dengan petunjuk dokter hewan.

11. Sapi dalam kelompok yang sembuh dari sakit harus selalu dipantau terhadap kemungkinan timbulnya kasus baru.

KOTORAN SAPI BISA DIJADIKAN SEBAGAI PAKAN IKAN (PELET)

Para sahabat yang saya cintai, pada postingan sebelumnya saya sudah pernah mengajak anda untuk memelihara ikan dengan berbagai cara, baik pada budidaya perikanan dengan lahan luas, sedang, sampai yang sekecil mugkin dan praktis.

Nah dalam usaha Budidaya Ikan Air tawar seringkali kita dihadapkan pada suatu persoalan yang lumayan rumit, persoalan yang sering terjadi dalam usaha Budidaya Perikanan Bukanlah masalah teknis, Tapi Justeru terdapat pada bagian dari Proses Produksi itu sendiri, salah satu yang menjadi hambatan yang sering kita temui dan menjadi keluhan mereka seringkali pada masalah pakan buatan atau yang sering disebut pelet.


Memang benar Bahwa Usaha Perikanan dalam mempercepat Proses pembesaran pada Usaha Budidaya melalui Pembesaran ialah dengan Memberikan Makanan secara Intensif, dan sampai saat ini Makanan jenis Ikan yang sangat digemari Oleh para Pelaku usaha yaitu Pelet, selain makanan alami seperti dari kolam itu sendiri yang terdiri dari jenis Plankthon, apakah itu zoo plankton, atau phitoplankton sebagai makanan alami dari jenis tumbuhan maupun binatang yang merupakan jasad renik, tapi itu sangat lambat bila di bandingkan dengan makanan buatan seperti pelet.

pada postingan kali saya akan memberikan Informasi, bahwa berdasarkan Hasil penemuhan oleh mereka, para pokdakan dan pelaku usaha itu sendiri telah mencoba, ternyata kotoran sapi atau ternak itu juga bisa digunakan sebagai bahan makanan seperti pelet. Pernyataan demikian ini pernah saya dengar dari teman saya sendiri, Nugroho Ardi Cahyono,S.pi, M.eng, dan ada juga teman lainnya juga sebagian Pokdakan ada yang mencoba menggunakannya.
mendengar Informasi yang saya dengar akhirnya saya mencoba membuka referensi yang bisa digunakan, kalau memang kotoran sapi itu juga bisa dijadikan sebagai bahan makanan yang berupa Pellet. 

pada saat itu memang saya belum melihat secara langsung, namun Akhirnya ku coba untuk mencari sumber referensi yang bisa dijadikan sebagai bukti kebenaran itu.
Dan coba lagi kucari buka bolak balik terutama di Internet, kalau kotoran sapi itu bisa dijadikan Pelet. Alhasil ternyata ada Blog yang bisa saya gunakan sebagai sumber referensi bahwa Kotoran sapi bisa dijadikan Pellet, sebagian Pokdakan memang sudah ada yang mencobanya dan mengembangkan bahkan masih terus dikaji sebagai bahan penelitian.......

sahabat tipspetani yang saya cintai...
Dengan adanya Informasi yang saya berikan ini, saya berharap ada perubahan dan merupakan salah satu teknologie yang mungkin bisa di coba, walaupun secara resmi memang belum ada dari pihak terkait yang merekomendasikan, Namun demikian tidak ada salahnya jika kita mencoba untuk mengetahui walupun mungkin belum mengetrapkannya, tapi informasi ini perlu dikembangkan siapa tahu bermanfaat.

Dan saya sendiri tidak melarang dan memperbolehkan, bagi mereka yang akan mencoba kotoran sapi sebagai pakan ikan, Namun demikian ada beberapa hal yang harus diketahui terutama dalam menggunakannya harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

cara pertama, Kotoran sapi yang digunakan itu tidak sembarangan artinya tidak asal-asalan, dengan kata lain untuk perikanan harus yang padat dan tidak berbau, kenapa demikian karena kalau tidak padat tidak bisa mengapung dan kalau masih bau kotoran sapi tersebut ikan itu sendiri juga tidak akan mau.

Kemudian ada yang paling penting kalau kita hendak mendapatkan kotoran sapi yang bagus Untuk menghasilkan kotoran seperti itu, memang harus dilakukan perubahan sumber makanan. caranya Sapi diberi pakan dengan jenis makanan seperti jerami yang telah dikeringkan selama satu minggu. Selain itu, diberi minum hanya dua kali sehari, masing-masing satu ember dengan campuran bakteri pengurai yang diambil dari rumen (perut besar sapi).

Bakteri pengurai itu bisa diambil dari rumen sapi yang telah mati dari rumah pemotongan atau dari sapi yang masih hidup.

Untuk cara yang kedua ini, perut sapi dilubangi atau dibuatkan fistula.
Kotoran sapi itu kemudian dikeringkan dan dicampur dengan sumber nutrisi tambahan, seperti bekatul atau kulit ari beras, tetes tebu atau air kelapa, ikan asin, serta tepung tapioka.
Pakan ikan dari Kotoran sapi ini telah di lakukan pada usaha perikanan seperti ikan lele dan hasil nya ikan lele tersebut lebih cepat besar ketimbang ikan yang di beri pakan buatan pabrik. Jika menggunakan pakan produksi pabrik, membutuhkan waktu paling tidak tiga hingga empat bulan. Kini hanya butuh dua bulan untuk mencapai panen.

Memang, bahwa Ternyata kotoran sapi juga sangat berguna karena Selain dapat di jadikan sebagai pakan ikan, kotoran sapi juga dapat di gabungkan dengan biogas.
penyelamatan lingkungan akan lebih besar jika digabungkan dengan produksi biogas. Sebelum dijadikan pakan, kotoran sapi dimanfaatkan dulu sebagai sumber biogas.
Memang, kotoran sapi telah diketahui banyak mengandung gas metana yang ikut menghasilkan efek rumah kaca. Menurut lembaga antariksa Amerika Serikat (AS) NASA, gas metana ini bahkan lebih aktif ketimbang karbon dioksida.

Jumlah gas metana di udara semakin meningkat dengan pertumbuhan industri peternakan. Badan perlindungan lingkungan AS, EPA, menyebutkan usaha peternakan menghasilkan 5,5 juta metrik ton metana per tahun atau mencapai 20% dari produksi metana Negara tersebut.
Kandungan nutrisi tidak akan berubah jika kotoran sapi dimanfaatkan dulu untuk biogas. Bahkan sebenarnya peternak bisa mendapat untung ganda karena sekaligus mendapatkan energi yang bisa dimanfaatkan untuk kompor ataupun penerangan serta dapat mencegah dampak buruk terhadap lingkungan.

Jadi dari semua yang kita ketahui seperti yang disebutkan di atas ternyata bahwa kotoran sapi yang sepertinya menjijikan juga sangat bermanfaat baik untuk biogas, pertanian sebagai pupuk organik juga bisa dimanfaatkan untuk perikanan. 

Untuk memanfaatkan kotoran sapi sebagai bahan makanan bagi pertumbuhan ikan bahkan sebagai pengganti pelet perlu kita ketahui langkah-langkah dalam proses pembuatannya.
Adapun langkah- langkah dalam Proses pembuatan pakan untuk usaha perikanan yang berasal dari kotoran sapi antara lain sebagai berikut:

  1. Kotoran sapi diambil dan dibersihkan dari kotoran yang menempel. Kotoran yang akan digunakan disyaratkan yang padat dan kering dengan kadar air rendah dan tidak berbau. Agar bisa menghasilkan kotoran air rendah dan sapi hanya diberi pakan jerami yang telah kering dan diberi minum air yang dicampur dengan bakteri pengurai, yang diambil dari rumen (perut besar sapi). Pemberian minum ini hanya dilakukan paling banyak dua kali sehari masing-masing satu ember.
  2. Kotoran tadi kemudian dijemur di bawah sinar matahari selama kurang lebih satu minggu. Selain menghilangkan biogas-nya, juga agar bakteri yang terkandung dalam kotoran itu mati.
  3. Setelah proses pengeringan sempurna, tahap selanjutnya adalah mencampur kotoran dengan bahan-bahan tambahan. Yakni, ikan asin yang ditumbuk halus, bekatul atau kulit ari beras, tetes tebu atau air kelapa, dan tepung tapioka.
  4. Untuk komposisinya, menurut Soelaiman, disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk pakan ikan dan unggas yang kebutuhan konsentratnya tidak terlalu tinggi, komposisiya 70% kotoran sapi, 20 % bekatul, dan 10% tetes tebu atau air kelapa. Sementara untuk udang yag memerlukan konsentrat tinggi, komposisinya 60% kotoran sapi, 30% bekatul, dan 10% tetes tebu atau air kelapa. Untuk bahan lainnya hanya tinggal menyesuaikan.
  5. Setelah semua bahan tercampur secara merata, langkah selanjutnya ialah membentuknya menjadi butiran-butirakecil. Bisa menggunakan alat pembuat pellet, bisa juga dengan cara manual memakai tangan.
  6. Langkah terakhir, semprot butiran-butiran pakan itu dengan air yang telah dicampur penyedap masakan yang mengandung kaldu. Kemudian jemur di bawah panas matahari.
  7. Setelah agak kering, angkat dan semprot kembali dengan air penyedap masakan, lalu jemur lagi sampai kering. Pakan ikan dari kotoran sapi siap digunakan

Keterangan:
Pemberian Pakan Ikan dengan menggunakan kotoran sapi yang sudah diolah sebagai Pengganti Pelet memang belum ada rekomendasi secara khusus untuk dilaksakanan secara mendetail namun sebagai informasi, bahwa sudah ada para petani ikan / ternak yang melakukan, dan bagi anda yg mungkin ingin mencoba sekedar ingin tahu disilahkan dan tidak ada larangan, selagi itu menguntungkan dan tidak merugikan bagi siapa saja.
Demikian sebagai informasi semoga ada manfaatnya.

Penanganan Induk Sapi yang Akan Beranak

Proses beranak atau melahirkan bagi sapi betina merupakan bagian penting dari proses reproduksi yang dimulai dari perkawinan/inseminasi, kebuntingan dan akhirnya beranak. Tahapan-tahapan penting ini memberikan tanda-tanda khusus yang dapat diamati oleh pengelola peternakan atau para peternak sapi. Keberhasilan pemeliharaan sapi betina sangat ditentukan oleh baiknya proses reproduksi yang dilalui oleh sapi induk. Kerena sapi beranak satu kali dalam setahun/semusim maka kelahiran anak yang lancar tanpa mengalami kesulitan akan sangat menguntungkan peternak.

Untuk itu kelahiran anak dari induk yang sehat tanpa mengalami kesulitan melahirkan akan juga berpengaruh terhadap perkembangan anak yang dilahirkan, juga akan berpengaruh terhadap induk sapi tersebut dalam rangka mempersiapkan diri menghadapi tahapan-tahapan reproduksi atau kebuntingan berikutnya.

Selain dari faktor sapi, faktor peternak juga harus berperan aktif dalam membantu kelancaran reproduksi sapinya. Khusus menjelang sapi beranak, peternak harus rajin mengamati tanda-tanda sapi yang akan segera beranak terutama pada kebuntingan tua. Bagaimana tanda-tanda sapi yang akan melahirkan?, berikut panduan buat para peternak: 

  1.  Ambing membesar dan terdapat tonjolan-tonjolan vena di sekitarnya. Dari puting keluar kolostrum apabila dipencet. Urat-urat daging sekitar vulva tampak mengendor sehingga sebelah kanan dan kiri pangkal ekor kelihatan cekung, dan diperkirakan kelahiran akan terjadi kurang dari 24 jam. Hal ini diikuti dengan pengendoran ligementum sacropenosum tuberosum.
  2. Jika saat beranak tiba, maka induk sapi menjadi gelisah dan berjalan berputar-putar, sebentar tidur, sebentar berdiri, dan kadang-kadang mengeluarkan feses sedikit-sedikit.
  3. Vulva kelihatan memerah, bengkak dan keluar lendir.

Menurut Partodihardjo (1980), tanda-tanda akan datangnya suatu kelahiran pada ternak, pada umumnya hampir sama dari spesies ke spesies. Pada sapi tanda yang dapat diamati antara lain:
  1. Induk sapi gelisah, edema pada vulva, lendir yang menyumbat serviks mencair, kolostrum telah menjadi cair dan mudah dipencet keluar dari puting susu.
  2. Terjadi relaksasi pada bagian pelvis, terutama ligamentum sacrospinosum dan tuberosum. Relaksasi ini menyebabkan urat daging di atas pelvis mengendor. Jika diraba, urat daging di sebelah kiri dan kanan pangkal ekor terasa kendor dan lunak jika dibandingkan dengan perabaannya pada waktu kebuntingan masih berumur 6 atau 7 bulan. Bila urat daging yang menghubungkan pangkal ekor dengan tuber ischii ini telah sedemikian kendornya, maka dapat diramalkan bahwa kelahiran sudah tinggal 24-48 jam lagi.
  3. Relaksasi urat daging pangkal ekor ini sekali-sekali disertai dengan kenaikan pangkal ekor (agak menjadi tegak seperti pada waktu sapi sedang birahi/estrus).
  4. Vulva yang bengkak besarnya menjadi 2 sampai 4 kali daripada sebelumnya, dan jika dipegang terasa sangat lembek.
  5. Perubahan lain yang sangat menonjol menjelang kelahiran adalah lendir serviks dan pembukaan serviks. Lendir serviks pada kebuntingan tua, 8 sampai 9 bulan berubah dari kental sekali menjadi agak cair. 
  6. Menjelang kelahiran, lendir yang kental berwarna kuning jernih mencair seperti madu meleleh dan volumenya menjadi banyak serta sifatnya lebih cair. Jika dimasukkan jari ke dalam serviks maka teraba serviks sudah mulai terbuka. 
  7. Pembukaan serviks dapat diikuti dengan cara memasukkan jari ke dalam lumennya. Jika satu jari dapat masuk maka diramalkan bahwa kelahiran masih kurang 3 hari; jika terbuka selebar 2 jari maka kelahiran diramalkan akan terjadi 1-2 hari kemudian, dan jika terbuka selebar 3 jari, kelahiran dapat berlangsung beberapa jam sampai 1 hari kemudian.

Apabila sapi sudah memperlihatkan gejala-gejala akan melahirkan maka harus dipersiapkan segala peralatan yang diperlukan terutama untuk pedet yang baru lahir. Di samping itu beberapa persiapan yang perlu dilakukan adalah:
  • Untuk induk sapi yang akan melahirkan perlu ditempatkan pada kandang beranak atau padangan yang kering dan bersih. Kegunaan kandang beranak tersebut yaitu memudahkan pergerakan induk sapi sebelum melahirkan atau ketika proses kelahiran berlangsung, karena perbaikan fetus dalam kandungan akan lebih mudah jika induk sapi dalam keadaan bergerak/berjalan. 
  • Amati perubahan tiap jam/sekali. Amati terhadap gejala partus dan siap memberikan bantuan bila diperlukan.
  • Jika induk sapi tampak sehat dan proses melahirkan (partus) akan berjalan normal maka pertolongan dari luar tidak diperlukan. Pertimbangan bahwa partus akan berjalan normal ialah mengenal tanda-tanda partus dengan baik, memperhitungkan waktu dan tahap kelahiran serta stadium-stadium perejanan. Jika waktu dan stadium maupun tahap kelahiran tidak menyimpang terlalu banyak dari kebiasaannya, maka proses partus pada umumnya akan berlangsung normal.
Cara Menjaga Kesehatan Anak Sapi (Pedet)

Cara Menjaga Kesehatan Anak Sapi (Pedet)

Profit extra dari kesehatan pedet yang terjaga merupakan sesuatu yang benar karena semakin sehat pedet anda maka nantinya akan menghasilkan sapi dewasa siap jual dengan bobot dan kesehatan yang terjamin, sehingga profit dari penjualan bisa melambung.

Pacu kesehatan pedet sedini mungkin untuk mendapatkan kualitas dan berat sapi yang dikehendaki.


Pedet adalah anak sapi yang baru lahir hingga umur 8 bulan. Selama 3-4 hari setelah lahir pedet harus mendapatkankolostrum dari induknya, karena pedet belum mempunyai anti bodi untuk resistensi terhadap penyakit. Setelah dipisahkan dari induk sapi, barulah pedet dilatih mengkonsumsi suplemen makanan sedikit demi sedikit sehingga pertumbuhanya optimal.

Pada umumnya penyakit-penyakit pada anak sapi disebabkan oleh infeksi virus, bakteri atau karena tata laksana pemberian pakan (manajemen pakan) yang kurang baik. Biasanya penyakit yang sering menyerang anak sapi adalah septikemia akut, salesma dan radang paru-paru.


Beberapa cara penting yang harus dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit pada anak sapi adalah sebagai berikut:
  • Memberi pakan yang cukup kepada induk sapi yang bunting agar menghasilkan anak sapi yang sehat.
  • Anak sapi yang baru lahir harus mendapat susu kolostrum yang cukup, apling sedikit selama 3 hari.
  • Tali pusar anak sapi setelah lahir harus segera diolesi yodium tincture.
  • Anak sapi harus ditempatkan dalam lingkungan kandang yang bersih, kering, dan bebas dari lingkungan yang lembab.
  • Susu yang diberikan harus sesuai dengan jumlah yang diperlukan dan tidak boleh lebih dari 10% bobot badan anak sapi.
  • Suhu susu yang diberikan harus tetap dari hari ke hari, yaitu 38 ºC.
  • Kebersihan ember tempat minum dan pakan sapi harus dijaga.
  • Penambahan antibiotik ke dalam susu anak sapi atau pakan konsentratnya dapat mencegah penyakit.
  • Anak sapi yang sakit harus disingkirkan atau dipisahkan dari anak sapi yang lainnya untuk mencegah kemungkinan terjadinya penularan penyakit.

Penyakit dapat dicegah jika kesehatan dan pertumbuhan pedet dapat dioptimalisasi, salah satu caranya adalah memberikan suplemen tambahan seperti susu berikut ini :


Susu tambahan atau susu pengganti

Susu ini adalah racikan dari Drh.Jatmiko dari Sleman, Jogjakarta. Pembuatannya diilhami dari seringnya Drh.Jatmiko berhadapan dengan pasien pasien nya, salah satunya adalah pedet . Campuran yang terkandung dalam susu ini disesuaikan berdasarkan pengalaman Drh.Jatmiko di lapangan dalam menangani berbagai masalah kesehatan yang timbul pada pedet . Tentunya anda tidak perlu kuatir lagi mengenai kualitasnya, karena sudah banyak pedet yang yang menjadi pasien nya menjadi semakin sehat wal afiat lebih dari keadaan sebelumnya.

Susu tersebut dapat diberikan kepada pedet atau dijadikan susu tambahan, bahan dasar pembuatan susu ini terdiri atas susu full cream, growth promotor dan Asam amino

Asam Amino pembangun protein tubuh yang harus berasal dari asupan gizi yang bersumber dari makanan dan minuman, atau tidak dapat dibentuk di dalam tubuh. Kelengkapan komposisi asam amino esensial merupakan parameter penting penciri kualitas protein.

Growth promotor berfungsi sebagai Bahan tambahan yang digunakan untuk memaksimalkan pertumbuhan dan efisiensi pakan pada pemeliharan ternak intensif. Biasa ditambahkan lewat pakan.

Cara penggunaan susu ini adalah dengan komposisi satu bungkus atau 500gr dicampur dengan 5 liter air. Kemudian diberikan kepada pedet.

Kesehatan pedet yang baik akan memacu tingkat pertumbuhan yang dikehendaki, akansedini mungkin menolak penyakit yang mungkin timbul. Akhirnya akan didapat profit yang lebih dari cukup ketika sapi yang kita punyai sudah masuk dalam masa jual.

Cara Bebek Menolak Hubungan Intim


Manusia bisa menolak berhubungan intim dengan kata-kata atau sikap. Namun, bagaimana hewan melakukannya? Ini salah satu contohnya: Demi menolak berhubungan seks, sebagian bebek betina telah berevolusi dan mengembangkan "pertahanan" pada organ intimnya untuk menolak penis bebek jantan. Organ bebek tersebut memiliki rongga spiral yang melingkar searah jarum jam, sementara penis bebek melingkar dengan arah berlawanan.

Menurut para peneliti, bila memang sang bebek betina bersedia berhubungan intim, maka ia akan melakukan beberapa trik untuk memudahkan bebek jantan memasukkan penisnya yang berbentuk spiral itu sehingga pembuahan bisa terjadi.

"Pada spesies di mana kopulasi sering terjadi secara paksa, kaum jantannya mengevolusikan penis yang lebih panjang, tapi kaum betinanya juga telah merespons dengan mengevolusi bentuk vagina yang rumit, berspiral atau dengan saluran buntu untuk melawan arah penis kaum jantan tersebut," tutur peneliti Patricia Brennan dari Universitas Yale. "Ko-evolusi ini merupakan hasil konflik antar-jenis kelamin untuk memperebutkan kendali atas pembuahan."

Dalam pertandingan antar-jenis kelamin ini, kaum betina dari jenis bebek Muscovy (Cairina moschata) unggul dari kaum jantannya. Temuan ini dipaparkan dalam edisi 23 Desember majalah Proceedings of the Royal Society B.

Organ kelamin yang janggal
Pada tahun 2007, tim Brennan menggambarkan morfologi yang janggal pada organ kelamin bebek. Umumnya unggas jantan tidak berpenis, tapi memiliki kloaka (celah) untuk memindahkan sperma ke dalam kloaka kaum betinanya. Tapi bebek jantan jenis Muschovy ini bukan saja memiliki penis, tapi penisnya cukup besar dan fleksibel (bahkan ketika ereksi), kira-kira 20 cm panjangnya. Sebagai perbandingan, umumnya penis pria ketika ereksi hanya 15 cm.

Para peneliti telah mengamati bahwa bentuk vagina bebek Muschovy yang melingkar searah jarum jam itu efektif menghambat penetrasi penis bebek jantan sehingga walaupun kopulasi tak terhindarkan, tetapi pembuahan sulit terjadi.

Kaum betina jaya
Jadi bagaimana caranya bebek seperti jenis Muschovy ini berkembang biak?

Bebek jantan harus melakukan ritual pemanasan sebelum kopulasi, dan bila bebek betinanya setuju maka ia akan mengambil posisi sehingga bukaan kloakanya membesar dan saluran di dalamnya berdenyut sehingga penis si jantan bisa masuk sepenuhnya.

Sumber: Kompas.com

Penyesuaian Kandang Sapi Menurut Umur


Kandang Pedet yang berusia 0 – 4 bulan:
Pedet harus dibuatkan kandang sendiri agar tidak bercampur dengan pedet atau sapi lainnya. Dapat pula dibuatkan penyekat atau penghalang antar kandang. Hal ini disebabkan pedet sangat rentan terhadap penyakit yang disebabkan oleh perubahan cuaca dan pedet memiliki naluri menyusu sehingga jika disatukan dapat saling mngisap dan menjilat. Kandang pedet lazimnya dibuat dari bahan bambu atau kayu berukuran 95 x 150 x 130 cm.

Kandang Pedet Lepas Sapih (4 – 8 bulan):
Kandang yang diperlukan untuk pedet lepas sapih yang berusia 4 – 8 bulan berupa kandang sistem kelompok di dalam kandang koloni. Hal ini dimaksudkan agar sapi-sapi remaja lebih bebas bergerak sehingga tulang dan badannya kuat dan tidak terjadi persaingan dalam mendapatkan pakan. Karenanya tempat pakan, tempat minum dan tempat berteduh dibuat terpisah.

Kandang Sapi Dara (8 bulan – 2 tahun):
Kandang sapi dara dapat dibuat dengan sistem koloni agar memudahkan pengontrolan saat birahi. Namun jika kandang khusus sapi dara ini tidak ada, sapi dara dapat ditempatkan pada kandang sapi dewasa.

Kandang Sapi Dewasa atau Masa Produksi (lebih dari 2 tahun dan laktasi):
Sapi yang telah berproduksi dikelompokkan dalam satu kandang. Pangelompokkan ini sebaiknya berdasarkan tingkat produksi susu sehingga sapi yang berproduksi tinggi tidak bercampur dengan sapi yang produksinya rendah. Dengan pengelompokkan seperti ini manajemen atau tatalaksana pemberian pakan dapat dilakukan secara optimal.
Kandang sapi dewasa biasanya dibuat satu jajar dengan jumlah genap, karena satu bak air disediakan untuk 2 ekor sapi. Kandang per ekor sapi adalah panjangnya 180 – 200 cm, lebar 135 – 140 cm, lebar saluran kotoran 30 – 40 cm dan lebar tempat pakan 80 – 100 cm.

Kandang Sapi Kering Kandang:
Keberadaan kandang untuk sapi yang akan beranak atau kandang kering kandang sangat penting. Hal ini disebabkan karena sapi yang akan beranak memerlukan exercise atau latihan persipan melahirkan untuk merangsang kelahiran normal. Di kandang ini sapi tidak di perah susunya selama sekitar 2 bulan. Dengan demikian pakan yang dimakan hanya untuk kebutuhan anak yang berada dalam kandungan dan kebutuhan hidup dalam mempersiapkan kelahiran.
BUDIDAYA RUMPUT GAJAH UNTUK PAKAN TERNAK

BUDIDAYA RUMPUT GAJAH UNTUK PAKAN TERNAK

Jenis tanaman rumput-rumputan yang berperan dalam pengawetan tanah dan air adalah yang dapat berfungsi ganda yaitu berkemampuan untuk membantu mencegah berlangsungnya erosi dan dapat pula bermanfaat bagi hijauan makanan ternak. Rumput gajah merupakan alternatifnya.

Tanaman rumput-rumputan dapat digunakan dalam usaha pengawetan tanah dan atau pencegahan erosi dikarenakan :

a. Tanaman rumout-rumputan dapat tumbuh dengan cepat sehingga dalam waktu pendek tanah telah dapat tertutupi oleh tanaman tersebut secara rapat dan tebal.

b. Bagian atas dari tanaman (daun-daunan) mampu melindungi permukaan tanah dari percikan air hujan dan memperlambat aliran permukaan.

c. Bagian bawah tanaman (perakaran) dapat memperkuat resistensi tanah dan membantu melancarkan infiltrasi air kedalamtanah.

Penanaman rumput gajah dapat dilakukan secara monokultur ataupun interkultur dengan tanaman tahunan sehingga dapat diperoleh manfaat secara maksimal. Pertumbuhannya yang relatif cepat dalam waktu yang pendek serta peranan daun-daun dan perakarannya terhadap erosi, maka pembudidayaan rumput gajah dapat menjadi pilihan yang bijaksana dan menguntungkan.

Rumput Gajah ( Pennisctum purpureum) atau disebut juga rumput napier, merupakan salah satu jenis hijauan pakan ternak yang berkualitas dan disukai ternak. Rumput gajah dapat hidup diberbagai tempat (0 – 3000 dpl), tahan lindungan, respon terhadap pemupukan, serta enghendaki tingkat kesuburan tanah yang tinggi.

Rumput gajah tumbuh merumpun dengan perakaran serabut yang kompak, dan terus enghasilkan anakan apabila dipangkas secara teratur.

Pada lahan tumpang sari, rumput gajah dapat ditanam pada guludan-guludan sebagai pencegah

longsor akibat erosi. Morfologi rumput gajah yang rimbun, dapat mencapai tinggi lebih dari 2 meter sehingga dapat berperan sebagai penangkal angin (wind break) terhadap tanaman utama.

Rumput gajah dibudidayakan dengan potongan batang (stek) atau sobekan rumpun (pous) sebagai bibit. Bahan stek berasal dari batang yang sehat dan tua, dengan panjang stek 20 – 25 cm (2 – 3 ruas atau paling sedikit 2 buku atau mata). Pemotongan pada waktu penanaman ruas mata dapat Untuk bibit yang berasal dari sobekan rumpun/ anakan (pous) sebaiknya berasal dari

rumpun yang sehat, banyak mengandung akar dan calon anakan baru. Sebelum penanaman bagian vegetatif dari sobekan rumpun dipangkas terlebih dahulu untuk menghindari penguapan yang tinggi sebelum sistem perakaran dapat aktif menghisap air.

Cara Penanaman :

1. Pembersihan lahan

2. Pengolahan tanah (sebaiknya dilakukan pada akhir musim kemarau sehingga penanaman dapat dilakukan pada awal musim hujan).

3. Pembuatan lubang-lubang tanaman dengan jarak tanam 60 x 100 cm.

Diperlukan 17.000 bahan stek untuk kebutuhan lahan seluas 1 hektar.

Pemupukan :

1. Pupuk P dan K diberikan 2 kali dalam setahun yaitu pada waktu pengolahan tanah dan 6 bulan

kemudian, dengan dosis masing-masing 200 kg DS dan 200 kg ZK per hektarnya.

2. Pupuk N diberikan 200 kg ZA/ha/tahun yang diberikan setiap kali setelah 2 – 4 kali pemotongan.

3. Dapat juga digunakan pupuk kandang sebanyak 400 kw/ha/tahun yang diberikan pada waktu pengolahan tanah dan setelah pemotongan. Pemungutan Hasil (pemotongan) :

Pemotongan rumput gajah yang pertama dilakukan setelah tanaman berumur 60 hari,

selanjutnya dilakukan selang 40 hari pada musim hujan dan selang 60 hari pada musim kemarau.



Pada pemotongan batang rumput gajah sebaiknya ditinggalkan ± 10 cm dari permukaan tanah. Pemotongan batang tanaman yang terlalu pendek menyebabkan semakin lambatnya pertumbuhan kembali, namun jika batang yang ditinggalkan terlalu panjang maka tunas batang saja yang akan berkembang sedangkan jumlah anakan akan berkurang.

Peremajaan :

Dilakukan jika tanaman telah berumur 3 – 4 tahun setelah tanaman sudah tidak responsive lagi

terhadap pengelolaan. Setelah pemotongan terakhir, tanah diantara barisan dicangkul dan dilakukan pemupukan. Buatlah lubang tanam untuk tanaman baru pada perpotongan silang rumput yang lama, untuk menjaga kesinambungan stok hijauan ternak. Setelah tanaman baru tumbuh, sisa tanaman lama dibongkar hingga ke akar-akarnya. Komposisi Gizi Rumput Gajah (bahan kering) :

Bagian yang dapat dicerna dari rumput gajah yaitu :

Bahan kering %

Protein kasar = 10.19

Serat Kasar = 34.15

Lemak = 1.64

Abu = 11.73

BETN = 42.29

Bahan kering %

Protein kasar = 5.92

Serat Kasar = 22.74

Lemak = 0.84

BETN = 25.6

PENANAMAN RUMPUT UNTUK TERNAK

Persiapan lahan

· Lahan dibersihkan dari gulma, kemudian digaru dibiarkan selama satu minggu.

Persiapan bibit rumput

· Bibit rumput didatangkan dari Sub Balitnak Sungai Putih Kecamatan Galang, Sumatera Utara. Dipilahkan dalam 5 rumpun, kemudian untuk 1 lubang tanaman disiram dalam hal penyiapan akar agar jangan kering.

· Persiapan kebun bibit rumput kemudian tanah yang telah diolah dipagari dengan pagar duri dengan tiang dari batang kuda-kuda.

· Penanaman rumput rumput yang telah dipisahkan, kemudian ditanam dengan jarak tanam 40 x 60 cm/rumpun.

Pemupukan

· Tanah yang telah diistirahatkan diberikan pupuk urea sebanyak 1100 kg/ha, selang beberapa hari kemudian ditambah dengan pemberian pupuk kandang.

Penyiraman

· Disiram setiap hari agar akarnya cepat tumbuh.

Penimbangan

· Seluruh sapi ditimbang, diberikan obat cacing sesuai dengan anjuran dan diseleksi dengan memilih sapi yang baik untuk digemukan dan perkawinan dengan ratio perbandingan 10 ekor betina dengan 1 ekor jantan.

Pemeriksaan feses

· Feses diperiksa di laboratorium

dengan tujuan agar terhindar dari lido parasit, kemudian sapi tersebut disemprot dengan Asumtol guna pencegahan serangan berupa caplak.

Pengembalaan sapi

· Seluruh sapi ditempatkan pada padang pengembalaan yang telah ditumbuhi rumput Brachiria humicola.

Pengamatan

· Setiap 1 bulan sekali sapi tersebut ditimbang dengan tujuan mengetahui pertumbuhan berat badan, sedang sapi yang dipilih untuk tujuan perkawinan dideteksi dengan jalan pengambilan air seni (urin), bila telah menunjukan tanda-tanda kebuntingan dilihat

dengan penampilan sapi tersebut, urine dicelupkan ke dalam planotest bila menunjukkan tanda-tanda kehamilan maka akan tergambar didalam planotest tersebut.

TANDA-TANDA SAPI AKAN MELAHIRKAN

Tanda-tanda sapi yang mau partus/beranak :

  1. ambingnya sudah turun dan putingnya mengeras ..kalo bapak" pasti apal neh ..he..he
  2. tulang pelvis dan dua tulangyang menonjol di punggung bagian belakang, legoknya (tingkat kecekungannya) mulai dalam
  3. mulai keluar lendir
  4. dua minggu menjelang kelahiran, biasanya ternak makan sangat rakus dan maunya enak" aja... menjelang kelahiran, nafsu makan terjun bebas, sapi kadang tidak doyan makan, harus diwaspadai karena bisa menyebabkan Milk Fever ... 
  5. sapi maunya jauh" dari teman"nya ...naluri sebagai seorang ibu ingin melindungi anaknya
  6. menjelang kelahiran, biasanya tidur - bangun - tidur - bangun sambil mengendus" tempat yang cocok buat bersalin
  7. menjelang kelahiran, siapkan jerami kering secukupnya, yodium tinctur/obat merah/betadine dan kain kering
  8. menjelang beranak, kita pantau vaginanya ... bila air ketubannya sudah pecah, segera cermati kalau" pedetnya perlu dibantu keluarnya dengan cara ditarik
  9. Saat kelahiran, angkat kaki depan pedet sehingga kepala pedet ada dibawah beberapa saat. tali pusat dicuci dengan yodium tinctur/betadine lalu diika dengan cara disimpilkan ... beri yodium tincur/betadine lagi
  10. 10. dekatkan pedet pada induk agar dipijat dan dikeringkan badannya. berperan dalam memperlancar pembuluh darah
  11. bila induknya tidak mau menjilati, segera kita lap pedet tadi sampai kering
  12. 15 menit kemudian, pedet akan berdiri dan berjalan mencari puting induknya ...
  13. bila induk tidak mau menyusui, peras air susunya minimal 1liter untuk pedet.
  14. minimal 0,5 liter di dua jam pertama harus disusukan, sisanya disimpan dalam pendingin, dilanjurkan dengan 0,5 liter seleihnya 4 jam kemudian 
  15. bila sudah lepas kolostrum, dapat dilakukan pembelian pedet > 7 hari ... dipelihara bersama dengan 1 - 2 pedet lain yang dibeli dari tempat lain.

Sumber: Ekabees

JENIS SAPI POTONG

Santa Gertrudis

Merupakan persilangan antara induk Shorthorn dan pejanta Brahman. Berkembang baik di seputar wilayah Texas (Amerika)
Beefmaster

Persilangan antara Brahman, Hereford dan Shorthorn dengan perbandingan genetis = 50 % : 25 % : 25 %. Sama seperti Santa Gertrudis, sapi ini berkembang baik di daratan Texas (Amerika).

Droughtmaster

Memiliki perbandingan genetis = 3/7 Brahman dan 4/7 Shorthorn. Performancenya sama dengan Santa Gertrudis, hanya saja genetic Brahman lebih dominan.

American Brahman

Termasuk golongan sapi zebu keturunan Kankrey, Ongole, Gir, Krishna, Hariana dan Bhagari. Masuk Amerika tahun 1854 dan dkembangkan di wilayah Lousiana. Tipe potong yang baik dengan pertumbuhan cepat dengan pakan sederhana.
Peranakan Ongole

Di Indonesia dikenal dengan sebutan Sapi Bengggala. Berasal dari daratan India. Termasuk sapi potong dan kerja.

Aberdeen Angus

Berasal dari Scotlandia Utara, masuk Indonesia sekitar tahun 1973. Biasanya berbulu hitam, agak panjang, keriting dan halus. Tidak bertanduk dengan tubuh panjang dan kompak. Tubuh rata, lebar, dalam dan pendek. Disilangkan dengan sapi Brahman akan menghasilkan Brahman Angus (Brangus)

Hereford

Berasal dari Inggris. Warna bulu merah, kecuali pada muka, dada, badan, perut bawah, keempat kaki sebatas lutut, bahu dan ekor berwarna putih. Sehingga dikenal pula sebagai white faced cattle. Postur tubuh rendah tetapi memiliki urat daging yang padat dan tegap.

Bobot badan jantan dewasa sekitar 850 kg dan betina dewasa 650 kg. Lebih sesuai bila digemukkan dengan system pastur atau padanggembalaan karena cara merumput yang baik. Tidak cocok dikembangkan di Indonesia .

Simmental

Berasal dari Switzerland. Ukuran tubuh besar, perototan bagus dengan penimbunan lemak bawah kulit yang rendah. Warna bulu umumnya krem agak coklat ata sedikit merah, kecuali pada muka, keempat kaki sebatas lutut dan ujung ekor berwarna putih.

Limousine

Berasal dari Prancis, merupakan tipe potong dengan warna bulu cokelat dengan warna agak terang pada sekeliling mata dan kali mulai lutut kebawah. Tubuh besar dan panjang, pertumbuhan bagus.

Brahman Cross

Merupakan hasil persilangan antara sapi Brahman dengan sapi jenis lain. Dikembangkan di Amerika dan Australia. Diimpor dari Australia. Memiliki pertumbuhan baik, konformasi karkas yang ideal, tahan iklim tropis dan lalat/kutu. Umumnya sapi ini memiliki warna gelap keabu-abuan atau kemerahan atau hitam. Pada jantan warnanya lebih gelap daripada betina.

PENILAIAN BIBIT

Pemilihan bibit merupakan langkah awal usaha pengembangan ternak sapi potong. Sapi bakalan yang baik, akan memberi hasil usaha yang menguntungkan, melalui pertumbuhan bobot badan perhari yang cepat.

Faktor-faktor yang menentukan pemilihan bibit didasarkan pada pengalaman dan kecakapan yang baik dengan ditunjang tiga kriteria berikut.

Bangsa dan Sifat Genetis

Setiap peternak tentunya memiliki suatu acuan untuk melakukan pemilihan bibit. Apakan dia lebih memilih menggemukkan sapi Lokal atau Impor. Hal ini didasarkan pada kemampuan genetis sapi yang berbeda satu sama lain, baik mengenai produktivitas maupun daya adaptasi pada kondisi lingkungan (antara lain iklim dan pakan). Pangkal kemampuan adaptasi terhadap lingkungan didasari pada sifat genetis yang diturunkan oleh tetua. Sehingga sapi harus benatr-benar cermat dipilih sesuai dengan tujuan pemeliharaan dan kondisi lingkungan setempat.

Bentuk Luar

Selain faktor genetis, bentuk luar (performance) sapi juga harus diperhatikan. Hal-hal tersebut antara lain :
  • Ukuran panjang badan dan dalam
  • Bentuk tubuh segiempat
  • Paha sampai pergelangan kaki berisi penuh
  • Dada lebar dan dalam serta menonjol
  • Kaki besar, pendek dan kokoh

Kesehatan

Setelah faktor genetis dan performance yang mantap, ternak sapi yang akan digemukkan harus menunjukkan kondisi sehat.Sehingga memiliki kemampuan produksi yang tinggi.

CIRI-CIRI SAPI BAKALAN

  • Bentuk tubuh persegi panjang atau bulat silinder. Tubuh bagian depan, tengah dan belakang tumbuh sama kuat (simetris). Garis tubuh bawah dan atas sejajar.
  • Kulit tebal.
  • Daging berotot kuat dan padat sehingga terlihat bulat berisi.
  • Cepat dewasa
  • Makanan sebagian besar diubah menjadi daging dan lemak
  • Syarat pakan dan perawatan harus intensif.
CARA PEMELIHARAAN KALKUN

CARA PEMELIHARAAN KALKUN


Kalkun atau ayam kalkun adalah sebutan untuk dua spesies burung berukuran besar dari ordo Galliformes genus Meleagris.

Kalkun betina lebih kecil dan warna bulu kurang berwarna-warni dibandingkan kalkun jantan. Sewaktu berada di alam bebas, kalkun mudah dikenali dari rentang sayapnya yang mencapai 1,5-1,8 meter.

Spesies kalkun asal Amerika Utara disebut M. gallopavo sedangkan kalkun asal Amerika Tengah disebut M. ocellata. Sehingga cara memelihara kalkun sangat mudah.

jenis-jenis kalkun

Menurut the ameria standart of perfeaction, terdapat 7 varietas ayam kalkun, yaitu:
  • Bronzze
  • White Holland
  • beltsville small white
  • naragansett
  • bourbon red
  • black
  • slate

ciri-ciri kalkun bronze:
Jantan berwarna bulu hitam dan permukaan lurik-lurik merah hijaubetina berwarna seperti jantan tetapi pada bagian leher dan ekor berwarna putih
banyak dipelihara secara besar-besaran karena badan besar, dewasa kelamin cepat, dan keuntungan per ekor lebih tinggi dibanding dengan varietas lain
jenis bronze ini biasanya diternakan dengan tujuan untuk menghasilkan daging berat dibawah 6 kg, dipasarkan pada umur 12-15 minggu.

Kelebihan kalkun jenis bronze:
  • pedaging yang cukup baik
  • daging empuk dan lunak
  • serat halus
  • tulang-tulang tidak keras

  • warna bulu putih
  • berat jantan 11-18 kg, sedangkan betina 6,5-8 kg
  • ciri-ciri kalkun cokelat
  • warna bulu cokelat
  • berat jantan 11-18 kg, sedangkan betina 6,5-8 kg

Berikut cara memelihara kalkun
Siapkan kandang buatan dengan konsep yang mirip dengan habitat aslinya, kandang tidak harus luas, mendapat sinar matahari yang cukup dan tentunya sirukasi udara yang cukup baik agar kalkun merasa senang dan tidak stres ketika di pelihara.

Sebelum sahabat membeli kalkun, pastikan bibit kalkun berasal dari indukan yang berkualitas, karena semakin baik kualitas indukan semakin baik pula bibit yang diperoleh.

Ketika kalkun masih bayi starter berikan makanan yang baik yang kualitas makanannya cukup untuk kebutuhan tumbuh kembang si kalkun( biasanya untuk makan saya memberikan BR 1, AD 1 ).dan untuk minumannya gunakan multivitamin( biasa saya menggunakan vitacik) pemberian jangan terlalu banyak karena akan memacu tumbuhnya jamur dan bau pada minumannya sehingga cara memelihara kalkun kecil sangat mudah sakit. Minuman harus sering diganti.

Ketika kalkun sudah tumbuh remaja sekitar umur 3-4 minggu pakan bisa di ganti, asal dosis dan kandungan vitamin dan gizi cukup( biasa saya meramu makanan sendiri dengan memberikan jagung,tepung ikan, dedak,bekatul, mineral,dan kalsium untuk unggas, dengan dosis pencampuran tertentu, sehingga kita bisa hemat pakan sekitar 55%).

Bersihkan kandang maksimal 1 minggu sekali, agar kandang bebas dari polusi dan bakteri jahat.

Lakukan cara memelihara kalkun rutin pada kandang dan kalkun.
Copyright © 2012-2099 Contoh Artikel Berita - Template by Ardi Bloggerstranger. All rights reserved.