a
Tampilkan postingan dengan label Budidaya. Tampilkan semua postingan

Cara Budidaya Tanaman Pada Lahan Sempit


Cara Budidaya Tanaman sederhana saat ini menjadi salah satu metode yang paling diidamkan oleh para petani yang memiliki pengetahuan pas-pasan. Lahan sempit kerap menjadi hambatan petani untuk mengembangkan hasil panen oleh sebab itulah pengetahuan tentang vertikultur harus diketahui secara luas. Vertikultur merupakan salah satu metode penanaman pada lahan berbentuk vertikal atau bertingkat. Sehingga sangat cocok di aplikasikan pada lahan sempit seperti di pemukiman dengan penduduk padat. Petani awam jarang yang mengetahui teknik ini, oleh sebab itulah kali ini kami membahas cara budidaya tanaman vertikultur.

Cara Budidaya Tanaman

Cara Budidaya Tanaman

Kelebihan dari sistem penanaman vertikultur :

  1. Hemat pada penggunaan lahan, sehingga dapat menampung banyak tanaman jauh lebih efisien ketimbang model penanaman konvensional
  2. Menekan anggaran pengeluaran untuk membeli pupuk maupun pestisida yang selama ini terbuang percuma pada model tanam biasa.
  3. Jika selama ini petani sering dikesalkan oleh tumbuhnya rumput parasit dan gulma, tidak dengan vertikultur yang mampu menekan tanaman parasit.
  4. Mudah perawatan dan dapat diatur sedemikian rupa karena diletakkan pada wadah yang dapat dipindahkan.
  5. Dan pastinya mudah saat melakukan pemantauan dan perawatan.

Aneka Budidaya Tanaman menggunakan sistem vertikultur yang paling umum berasal dari jenis sayuran, tanaman hias, dan beberapa tanaman obat. Jenis sayuran yang dapat dibudidayakan antara lain pakcoi, kangkung, bayam, kemangi, sawi, kucai, seledri, bawang pre. Tanaman sayuran yang kami sebutkan tersebut dapat dengan mudah ditanam pada sistem vertikultur dan diletakkan di pekarangan rumah. Walaupun bukan petani dapat menanamnya dengan mudah, untuk kebutuhan keluarga pun dapat terpenuhi, serta dapat dipanen kapan saja. Sehingga dapat menekan anggaran pengeluaran keluarga untuk memenuhi kebutuhan gizi setiap hari.

Ada 4 macam model penanaman atau Budidaya Tanaman vertikultur yang bisa diterapkan yakni

  1. Model gantung
  2. Model tempel
  3. Model tegak
  4. Model rak

Proses Pembuatan Wadah

  1. Bahan yang disiapkan adalah wadah tanaman yang terbuat dari talang air segiempat yang biasanya diletakkan di atap rumah untuk melancarkan air hujan. Panjang talang 150 cm berjumlah 3 buah, masing - masing talang beri lubang di bawahnya dan tutup pada kedua sisinya.
  2. Cara membuat rak. Siapkan kayu reng 1 m x 5 batang. Kayu bulat 1 m x 3 batang, 60 cm x 2 batang, 45 cm x 2 batang, 30 cm x 2 batang. Tata sedemikian rupa hasilnya seperti gambar di bawah ini.


Cara Budidaya Tanaman

Budidaya Tanaman

Komposisi Media Penanaman :

  1. Campurkan pupu kandang dengan tanah perbandingannya 1 : 1
  2. Hasilnya langsung masukkan kedalam wadah yang terbuat dari talang air yang telah disiapkan seperti penjelasan Proses Pembuatan Wadah
Cara Penanaman Pada Media Vertikultur
  1. Ada beberapa jenis tanaman yang dapat langsung ditanam pada media talang air misalnya kangkung dan bayam. Sedangkan untuk cabai, terong, paprika, dan sawi benih harus disemaikan terlebih dahulu, namun dengan lahan sempit hal tersebut sangat merepotkan sehingga pilihlah jenis tanaman yang berupa sayuran daun seperti bayam dan kangkung
  2. Apabila Anda penasaran ingin menanam tanaman cabai , terong, dan paprika berikut cara menyemainya. Rendam benih pada air hangat ± 50ÂșC selama 1 jam. Semaikan pada media tanam berupa bak plastik, setelah tumbuh daun kira - kira 4-5 helai, bibit dapat langsung dipindahkan pada talang air.
  3. Proses pemindahan harus dilakukan dengan hati - hati, sebisa mungkin pertahankan tanah agar tetap menempel pada akar tanaman. Benamkan tanaman sampai leher akar pada sore hari atau pagi hari.
Selain itu ada tahapan terakhir pada Budidaya Tanaman yang sangat penting yakni proses pemeliharaan. Nah, untuk memelihara tanaman yang perlu diperhatikan adalah tanaman wajib disiram sebanyak 2 kali sehari pagi dan sore, dibutuhkan penyulaman jika ada tanaman yang mati, pemupukan menggunakan pupuk cair NPK, juga dibutuhkan pengendalian hama penyakit dengan cara mencabut atau menggunting tanaman yang mati. Itulah informasi yang dapat kami berikan mengenai Cara Budidaya Tanaman.

Cara Agar Cepat Besar Budidaya Jamur Di Dataran Rendah



Masalah utama budidaya jamur pada dataran rendah adalah cuaca atau suhu yang ekstrem. Suhu tersebut mempengarahui baglog yang seharusnya ditumbuhi oleh jamur tiram malah terkontaminasi jamur liar yang tidak diharapkan, tentunya dapat merusak budidaya jamur kita. Hal ini umum dialami jika kita menggunakan baglog dengan nutrisi tinggi.

Bahkan, menurut informasi yang kami peroleh tingkat kontaminasi oleh jamur liar mencapai 85-90% hal ini sangat merugikan petani jamur di dataran rendah. Lalu bagaimana petani awam yang hanya mengerti cara budidaya jamur dengan cara biasa dapat mengatasi masalah ini ?

Penyebab utama tumbuhnya jamur liar adalah komposisi baglog yang menggunakan nutrisi terlalu tinggi sehingga memicu tumbuhnya bakteri termofilik. Hal ini lumrah terjadi pada budidaya jamur ruang inkubasi panas dan pengap karena pengaruh cuaca. Sehingga perlu adanya perhatian khusus jika ingin melakukan budidaya di daerah dataran rendah.

Jika tidak memiliki dasar yang cukup maka hanya keringat lah yang dapat dipanen oleh petani sedangkan jamurnya mati karena asupan nutrisinya diambil oleh jamur liar.

Jamur liar tidak tumbuh pada baglog dengan nutrisi rendah dan jamur budidaya tidak bisa tumbuh dengan gemuk. Kesimpulannya adalah jamur liar akan tumbuh pada baglog nutrisi tinggi yang diletakkan pada ruang inkubasi bersuhu tinggi dan pengap. Sedangkan pada nutrisi rendah jamur liar tidak tumbuh meskipun pada kondisi ruang inkubasi pengap dan panas tapi jamur budidaya tidak tumbuh dengan tebal.

Menjaga suhu dapat dilakukan dengan berbagai cara misalnya seperti diberi kipas angin, menyiram lantai, dan lain sebagainya. Jika suhu masih kurang ideal atur posisi baglog pada rak sedemikian rupa agar sirkulasi lancar dan baglog tidak terlampau panas.

Cara Budidaya Jamur Tiram pada Lahan Terbatas

Hai sobat, kali ini Yuki akan membahas cara budidaya jamur tiram di dataran rendah yang mudah - mudahan  dapat membantu kita semua untuk mengembangkan bisnis. Seperti yang kita ketahui jamur tiram adalah salah satu jenis jamur yang paling banyak di konsumsi dan memiliki harga ekonomis menjanjikan. Proses budidayanya pun juga tidak tergolong sulit. Hanya membutuhkan lahan untuk membuat rumah jamur dan beberapa pengetahuan tentang budidaya itu sendiri.

Dari hasil pencarian di youtube kami berhasil menemukan salah satu video yang cukup menarik untuk disimak. Yakni video kunjungan di daerah Manukan Kulon Surabaya, salah satu tempat terkenal budidaya jamur di provinsi Jawa timur. Ruang inkubasi jamur terlihat sederhana, tapi hasilnya luar biasa. Jamur yang dibudidayakan hasilnya sangat besar dan memuaskan.

Salah satu usaha agrobisnis yang paling realistis adalah budidaya jamur tiram. usaha ini memiliki kelebihan di banding usaha yang lainnya. Para pengunjung budidaya jamur sangat semangat untuk mengikuti acara memetik jamur yang siap dipanen. Setelah selesai memetik jamur tiram, ujung akar di pisahkan dengan daging agar bersih saat dikemas. Salah seorang petani jamur menjelaskan kepada pengunjung tentang budidaya jamur tiram. Itulah kutipan narasi dari video kunjungan ke rumah jamur yang siap di panen.

Cara Budidaya Jamur

cara budidaya jamur

1. Persiapan
Hal paling utama dari semua budidaya jamur adalah lahan atau bangunan yang dijadikan tempat budidaya jamur. Untuk permulaan tidak perlu membangun tempat yang besar karena membutuhkan modal besar. Namun yang harus diperhatikan ruangan tersebut memenuhi kriteria sebagai berikut.

Ruang Persiapan
Adalah ruang yang secara khusus digunakan untuk melakukan segala macam persiapan mulai dari pengayakan, mencampurkan bibit, sampai sterilisisasi. Ruangan ini dibutuhkan jika Anda juga berniat untuk membuat dan mengembangkan bibit jamur tiram sendiri. Jika jadi petani biasa tidak usah membangun ruangan semacam ini.

Ruang Inokulasi
Jika ruang persiapan tadi untuk membuat bibit, lain halnya dengan ruang inokulasi dimana ruangan ini secara khusus dijadikan tempat untuk memasukkan bibit pada media tanam. Syarat dari ruangan ini yang pertama harus mudah dibersihkan, memiliki ventilasi yang cukup untuk menghindari bibit terkontaminasi oleh bakteri yang merugikan.

Ruang Inkubasi
Nah, inilah yang dibutuhkan oleh petani jamur untuk membesarkan messelium jamur. Dibuat sedimikian rupa agar dapat menampung jamur dalam jumlah banyak. Biasanya menggunakan rak dari kayu/bambu atau menggunakan tali rafia yang digantung - gantung. Bisa mencontoh dari petani jamur yang ada di daerah Anda. Secara teori suhu dari ruang inkubasi yakni 22-29 derajat celcius dengan kelembaban mencapai 60-80 yang mudah dicapai pada wilayah dataran tinggi. Sehingga perlu adanya pelatihan khusus jika Anda berada di daerah dataran rendah.

Ruang Penanaman
Hampir sama dengan ruang inkubasi, bedanya adalah ruang ini untuk membesarkan batang atau akar dari jamur hingga siap dipanen. Diruangan ini terdapat alat yang digunakan untuk menjaga kelembaban udara 80-90 persen pada suhu 16-22 derajat celcius.

Cara Budidaya Jamur

cara budidaya jamur

2. Alat dan Bahan Budidaya Jamur Tiram
Perlu adanya persiapan alan dan bahan untuk budidaya jamur tiram seperti cangkul, sekop, totol, boiler, gerobak, sendok bibit, centong, mixer.

3. Proses
Mempersiapkan bahan mutlak diperlukan jika Anda memulai budidaya jamur dari pembibitan. Seperti menyiapkan serbuk gergaji, bekatul, kapur, gips, tepung jagung, dan glukosa. Mengayak serbuk gergaji agar bulir serbuk merata 

Diatas semua adalah proses pembuatan jamur dari pembibitan sampai pembuatan baglog. Jika tidak ingin direpotkan dengan seluruh bahan sebaiknya belilah baglog siap pakai yang banyak dijual oleh pengusaha jamur bibit. Sehingga yang dibutuhkan hanyalah ruang inkubasi dan ruang untuk pembesaran bibit saja. Hal ini mempermudah proses budidaya jamur sehingga peluang bisnis semakin terbuka. Kekuranganya biaya yang dibutuhkan lebih besar karena kita harus membeli baglog dengan harga relatif mahal. Cukup sampai disini informasi yang dapat kami sampaikan mengenai budidaya jamur tiram.

Sumber : http://karodalnet.blogspot.com/2012/09/cara-budidaya-jamur-tiram.html

Cara Budidaya Lele Dumbo Kolam Terpal

Cara Budidaya Lele atau ikan apapun pada dasarnya kita harus memiliki bekal pengetahuan yang cukup pada ikan tersebut. Misalnya Lele, salah satu keluarga Catfish dengan aneka ragam jenisnya dapat hidup disemua tempat bahkan di tempat yang sangat ekstrem. Meski begitu bukan berarti saat proses budidaya bisa seenaknya sendiri, yang ada ikannya mati semua atau saling memakan (kanibal). Ya, ikan lele yang tidak dipisahkan dari antara yang kecil dengan yang besar dapat memangsa sesamanya sendiri. Ada beberapa jenis ternak lele yang populer di Indonesia yakni ternak lele dumbo, lokal, python dan sangkuriang.

Ikan lele termasuk salah satu ikan yang paling mudah dibudidayakan oleh sebab itulah banyak sekali saat ini peternak lele yang menambah kapasitas penangkaran. Sayangnya, keinginan peluasan wilayah harus di batasi oleh lahan yang sempit dan biaya yang pas-pasan. Solusi paling mudah adalah dengan cara budidaya lele di kolam terpal. Teknik ini sering disebut Lele terpal, jauh lebih hemat ongkos daripada harus menggali kolam dalam tanah atau membangunnya dengan semen.

Cara Budidaya Lele



Cara budidaya lele di terpal yang dibutuhkan hanyalah lahan dengan luas beberapa meter, pasokan air yang cukup, dan bambu yang kuat. Apakah lele dumbo bisa di ternak pada kolam terpal ? Jawabnya bisa. Bahkan saat ini sudah ada beberapa orang yang sukses budidaya lele dumbo pada kolam terpal. Hasilnya pun juga tak bisa dianggap remeh, malahan jika dikalkulasikan keuntungannya bisa berlipat karena di mengeluarkan modal awal yang besar seperti pada ternak lele dengan cara konvensional.

Cara Budidaya Ikan apapun jenisnya sebenarnya bisa mendatangkan keuntungn yang besar asalkan sabar dan penuh keyakinan saat budidaya. Tapi yang paling menarik memang budidaya lele. Ikan yang satu ini dapat diolah menjadi semua jenis masakan. Rasanya yang gurih dan leat membuat budidaya lele menjadi salah satu prospek bisnis yang lezat. Ikan lele dapat diolah menjadi pecel lele ( yang paling populer disemua lapisan masyarakat), abon lele, dan kulit dari lele dapat dimanfaatkan untuk membuat keripik kulit lele.

Ikan lele yang paling mudah atau cepat besar adalah lele dumbo. Meski tidak cepat - cepat amat paling tidak lele dumbo dapat dengan mudah hidup dan berkembang pada kondisi air yang sangat buruk. Sehingga sangat ekonomis dalam proses perawatannya apalagi ditambah dengan perawatan dilakukan pada terpal atau Lele Terpal.

Berikut ini akan kami jelaskan Cara Budidaya Lele pada Terpal yang dapat mendatangkan keuntungan pada peluang bisnis ternak lele.

Tujuan Budidaya

Pertama kali berfikir budidaya lele, sebaiknya tetapkan dulu budidaya apa yang akan Anda lakukan. Apakah ingin budidaya bibit atau untuk konsumsi. Seiring banyaknya peminat bisnis ternak lele maka makin besar pula permintaan bibit lele untuk untuk dikembangbiakkan. Oleh sebab itu, prospek pembibitan ikan lele juga menjadi salah satu peluang bisnis yang cukup baik. Sedangkan Lele untuk konsumsi kita harus memelihara sampai ukuran dan bobot tertentu. 1 KG isi 10 ikan lele biasanya untuk rumah makan sedangkan ikan lele dumbo ukuran 1 KG keatas dipasarkan pada kolam pemancingan ikan untuk lomba.

Sama halnya dengan permintaan Lele untuk konsumsi juga sangat besar. Bahkan warung makan yang berjualan pecek lele seringkali kehabisan pasokan ikan lele. Sebut saja warung makan yang ada di daerah Genteng Banyuwangi yang setiap harinya dipadati penggemar pecek lele. Tidak sampai jam 3 sore kadang lele sudah habis. Hal ini menandakan bila permintaan akan lele setiap harinya sangat besar. Perbedaannya adalah keperluan konsumsi proses pemeliharaannya cukup lama. Untuk menunggu dari ukuran bibit 5-7 cm hingga siap panen di butuhkan waktu kurang lebih 2 - 3 bulan itupun jika pasokan makanannya teratur. Untuk mensiasatinya agar tumbuh cepat, pilih saja ikan lele dumbo, jenis ikan ini lebih cepat tumbuh daripada jenis lele yang lain.

Proses Pembuatan Kolam Dari Terpal

Hal paling utama untuk membuat kolam terpal tak lain adalah lahan yang digunakan. Seberapa luas lahan yang Anda miliki menjadi salah satu faktor penting seberapa banyak kolam terpal yang akan Anda buat. Perbandingannya adalah 100 ekor ikan lele dibanding dengan ukuran kolam 2x1x0,6 meter. Ada dua teknik pembuatan kolam yakni kolam terpal di taruh pada galian tanah dan dari rangka kayu. Yang paling mudah pembuatannya adalah dari rangka kayu tapi yang paling awet dari galian tanah.

Cara Budidaya Lele

Isi kolam dengan air kurang lebih setinggi 40 cm untuk ikan lele dumbo ukuran 5-7 cm agar ikan tidak terlalu capek karena naik turun dari dasar kepermukaan kolam untuk mengambil oksigen. Seiring pertumbuhan ikan lele kedalaman air juga ikut bertambah. Sediakan juga semacam penutup agar ikan lele dapat bersembunyi. Berikan pakan setiap dua hari sekali akan tetapi lebih bagus jika pemberian pakan dilakukan dua kali dalam porsi lebih sedikit. Ada berbagai jenis pakan untuk ikan lele seperti pelet, bekicot, kerang, keong emas, rayap, dan lain sebagainya. Makanan alami tentu lebih baik sebab memiliki kandungan protein yang besar dan dibutuhkan oleh perkembangan ikan lele.

Meski lele tergolong ikan yang kuat tetap saja dapat mati bila kebersihan air kurang dijaga. Sebab lele juga rentan terhadap penyakit yang disebabkan oleh kotornya air. Paling tidak ganti kapasitas air 10 - 30 % dengan air yang baru. Selain itu juga jika terdapat ikan lele yang pertumbuhannya terlalu cepat dari temannya harus dipindahkan karena dapat memangsa lele yang ukurannya lebih kecil atau kalah saat berebut makanan.

Sumber : http://www.zonaikan.com/2012/10/budidaya-ikan-lele-dumbo-dengan-kolam.html
Copyright © 2012-2099 Contoh Artikel Berita - Template by Ardi Bloggerstranger. All rights reserved.